“Mitsubishi Bekali "Smart Driving" Kepada Pemilik Lancer EX” plus 2 more

Minggu, 05 Juni 2011

“Mitsubishi Bekali "Smart Driving" Kepada Pemilik Lancer EX” plus 2 more


Mitsubishi Bekali "Smart Driving" Kepada Pemilik Lancer EX

Posted: 05 Jun 2011 01:36 AM PDT

KARAWACI, KOMPAS.com - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), ATPM Mitsubishi di Indonesia tak henti-hentinya melakukan pendekatan dengan konsumennya. Bila selama ini kegiatan banyak difokuskan pada produk Strada Triton Exceed, HD-X dan Pajero Sport, kali ini diberikan kepada pemilik Lancer EX 2.0 GT yang dikemas dalam acara "Mitsubishi Lancer EX 2.0GT - Smart Driving Experience 2011" yang mengambil lokasi di bekas sirkuit balap di Lippo Karawaci, Tangerang, Sabtu (4/6).

"Jangan ada yang dianak-tirikan," ungkap Rizwan Alamsjah menjawab pertanyaan Kompas.com, apa pertimbangan KTB mengemas acara ini, terutama untuk Lancer EX. Dikatakannya, kegiatan ini tak hanya sekadar fun, lebih dari itu, peserta akan mendapat teknik mengemudi dan mengerem yang baik, selain juga dapat merasakan performa sesungguhnya dari Lancer EX.

Kegiatan yang berlangsung seharian dan dilanjutkan hari ini untuk konsumen diikuti 10 media dan 9 pemilik Lancer EX 2.0GT. Agendanya ada dua, yakni smart driving dan time attack yang melibatkan pebalap dan pereli nasional, yakni Rifat Sungkar, Subhan Aksa, Rizal Sungkar (pereli), Jummy Lukita (pebalap) dan Echa sebagai instruktur.

Tes reaksi dan performa

Dalam agenda pertama berupa smart driving, peserta berjumlah 19 orang dibekali teori bagaiumana cara mengemudi yang baik dan benar. Diawali dari masuk ke dalam kendaraan dan langkah-langkah apa yang harus dilakukan sebelum menjalankan mobil. Seperti menyetel posisi bangku dan ini berkaitan dengan posisi tangan (terutama siku) saat berada di kemudi, sandaran kepala dan pasangan safety belt.

Pada bagian lain, Rifat dan Subhan menjelaskan posisi tangan yang benar di kemudi (berada pada angka 3 dan 9) dan juga pergerakan tangan ketika memutar kemudi. Trus, bagaimana ketika menghadapi genangan air, langkah yang harus dilakukan ketika hendak membelok dan mengatasi kondisi "blind spot".

Selesai teori, peserta langsung masuk tahap praktik dengan tiga permainan. Meski jarak pendek dan sangat sederhana, tapi menuntut ketenangan dan rekasi yang cepat.

Seperti yang pertama, dari start dengan zig-zag empat kali, diakhir lintasan harus mengerem sedekat mungkin ke tali. Selain kelincahan dan manuver mobil bisa dirasakan, di sini konsentrasi dan perhitungan matang pengemudi diuji.

Pada permainan kedua, slalom dikombinasi dengan "reaksi" terhadap sesuatu di depan. Jadi, pengemudi harus cepat bisa menghindar ke kiri atau ke kanan berdasarkan lampu. Jika lampu kiri yang menyala, mobil dengan cepat ke kanan. "Perminan ini gue dapat di JAF baru-baru ini," jelas Harris Gondokusumo dari PP IMI.

Terakhir, pengereman di trek basah. Peserta harus bisa menghentikan mobil di kotak berupa jajaran kun. Di sini, selain merasakan kerja rem ABS, peserta harus dapat memperhituingkan kecepatan dan awal titik pengereman.

"Secara keseluruhan saya suka dengan kegiatan ini. Hanya "time tablenya" banyak yang lowong," komentar Jim Chandra, pemilik Lancer EX 2.0GT pertama. Rifat memuji cara mengemudi Jim yang tidak kencang tapi, akurasi dan reaksinya baik. Terbuklti, Jim pemenang dalam rem terdekat dan pengereman di trek basah.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: You Cannot Kill An Ideology With A Gun.

Komunitas Yaris "Gowes" Bersama

Posted: 04 Jun 2011 11:51 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com Komunitas Toyota Yaris melakukan kegiatan bersepeda bersama bertajuk "Toyota Yaris Club Indonesia (TYCI) Funbuke 2011:Still Groovy, Keep Healthy". Acara yang dilakukan bersamaan dengan car free day pada akhir Mei lalu itu bertujuan menjalin keakraban dan bertemu muka (kopi darat) TYCI.

Dalam rilis TYCI yang diterima Kompas.com, (4/6/2011), setidaknya 40 orang anggota Groovers—julukan anggota TYCI—berkumpul. Peserta tak perlu repot membawa sepedanya sendiri karena sudah disediakan panitia yang dikomandoi oleh Renaldo, alias Dodo TYCI-215.

Gowes bareng ini mengambil rute RRI-Thamrin-Sudirman-Ratu Plaza-Sudirman-Thamrin-RRI, berjarak 15 kilometer dengan estimasi waktu tempuh dua jam. "Funbike memang ajang yang pas buat mengakrabkan sesama anggota, apalagi acara ini banyak diikuti oleh anggota-anggota baru TYCI. Mudah-mudahan kami bisa lebih sering menggelar aktivitas seperti ini, biar anggota TYCI makin solid dan sehat, serta memberi kesempatan lebih banyak buat kota Jakarta untuk menghirup udara segar," ujar Dodo.

Setelah aktivitas bersepeda bersama rampung, para peserta melanjutkan acara dengan perkenalan anggota baru dan makan siang bersama. Sekitar pukul 12 siang acara pun diakhiri.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: You Cannot Kill An Ideology With A Gun.

KTM "Recall" Lima Model Sepeda Motornya

Posted: 04 Jun 2011 11:33 PM PDT

KTM "Recall" Lima Model Sepeda Motornya

Agung Kurniawan | Bastian | Minggu, 5 Juni 2011 | 06:33 WIB

Sportmotorcycle.info

AMHERST, KOMPAS.com — KTM "terpeleset" di pengujung semester pertama tahun ini. Merek sepeda motor asal Austria ini mengumumkan kampanye perbaikan massal (recall) pada 1.228 sepeda motor di Amerika Utara karena terindikasi masalah pada setang yang tak stabil.

Seperti dilansir situs NHTSA (4/6/2011), model KTM yang kena recall adalah FE 570S, FS 570, 450 EXC, 530 EXC (keempatnya merupakan produksi 2011), dan 690 ENDURO R (2010-2011). Saat dikemudikan, setang sepeda motor tersebut seperti tak "terikat" sempurna dengan segitiga atas sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan, membahayakan pengendara lain, atau yang terburuk mengakibatkan kematian.

KTM telah memerintahkan seluruh jaringan pemasaran dan layanan di Amerika Utara untuk menghubungi konsumen yang ada. Perbaikan akan dilakukan cuma-cuma, mulai Juni 2011.

Kirim Komentar Anda


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: You Cannot Kill An Ideology With A Gun.

Diposkan oleh iwan di 15.03  

0 komentar:

Poskan Komentar