“Kawasaki: Maaf, ZX-6R Tidak Ada Model Baru” plus 2 more

Kamis, 09 Juni 2011

“Kawasaki: Maaf, ZX-6R Tidak Ada Model Baru” plus 2 more


Kawasaki: Maaf, ZX-6R Tidak Ada Model Baru

Posted: 09 Jun 2011 12:40 PM PDT

Kawasaki: Maaf, ZX-6R Tidak Ada Model Baru

Bastian | Kamis, 9 Juni 2011 | 19:40 WIB

AUTOEVOLUTION

Kawasaki ZX-6R 2012 (kanan) dan produksi 2009 (kiri). Bisa dicermati perbedaannya

JEPANG, KOMPAS.COM - Penggemar moge Kawasaki yang berharap pada 2012 pihak pabrikan di Jepang meluncurkan model baru, tampaknya harus memendam kekeceawan. Pasalnya, Kawasaki sudah mengumumkan untuk ZX-6R tidak ada model terbaru dan pihaknya hanya melakukan "facelift" dengan memainkan warna dan grafis.

Jadi, tidak ada peningkatan tenaga dan juga unsur styling didesain ulang pada supersport Ninja 600 ini. Warna hijau yaNG menjadi karakteristik Kawasaki masih tetap dipertahankan.

Dari perbandingan gambar yang ditampilkan antara Ninja 600 produksi 2009 dan 2012, tampak pada nama "Ninja" sekarang ditempatkan pada tangki bahan bakar. Sedangkan nama Kawasaki bergeser ke fairing samping. Trus, logo ZX-6R diganti dengan 600.

Ninja baru ini datang dengan peredam Akrapovic, jok belakang ditambah bagasi dan pelindung lutut.


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Mazda2 "Facelift" Sudah Boleh Dipesan

Posted: 09 Jun 2011 12:31 PM PDT

HIROSHIMA, KOMPAS.com — Versi terbaru atau facelift Mazda Demio yang di luar Jepang disebut Mazda2 sudah boleh dipesan (pre-order) mulai hari ini di Jepang. Adapun peluncuran resmi dilakukan pada 30 Juni mendatang.

Menurut Mazda Motor Corporation (MMC), mobil ini dilengkapi teknologi terbaru Mazda yang disebut SKYACTIV. Hasilnya, konsumsi bahan bakar diklaim mencapai 30,0 km/liter. Namun, dengan metode tes JC08 Jepang terbaru, hasilnya adalah 25,0 km/liter.

Di negara asalnya, Mazda ini dijual mulai dari 1.149.000 yen (Rp 150 juta) sampai yang termahal 1.621.750 yen (Rp 172 juta). Belum ada penjelasan tentang perubahan lainnya, seperti pada bodi dan interior, kecuali mesin.

Menurut penjelasan, Demio terbaru ini merupakan produk pertama Mazda yang menggunakan teknologi SKYACTIV dan disebut 13-SKYACTIV. Artinya, mesin bensin 1.300 cc tersebut menggunakan sistem injeksi langsung dengan perbandingan kompresi 14,0 : 1. Menurut Mazda, ini merupakan mesin bensin dengan perbandingan kompresi tertinggi di dunia saat ini.

Teknologi lain yang disertakan—untuk kali pertama digunakan pada Demio atau Mazda2adalah sistem stop stasioner atau i-stop yang sudah diperbarui. Dikatakan, sistem i-stop terbaru Mazda mampu menghasilkan konsumsi bahan bakar yang leih irit, restart mesin lebih halus, dan maknyus

Karena irit, di Jepang, pembelian Demio mendapat potongan pajak antara 50 dan 75 persen. Hal tersebut membuat harganya makin terjangkau!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Foke Hadiri Peresmian Piaggio Indonesia

Posted: 09 Jun 2011 11:50 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Piaggio Indonesia  resmi mengumumkan kehadirannya sebagai agen tunggal pemegang merek atau ATPM  di Indonesia yang seremoninya dilakukan di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, hari ini (9/6/2011). Hadir dalam acara tersebut selain jajaran direksi PI,Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Duta Besar Italia untuk Indonesia Roberto Palmieri.

Roberto Colaninno, President Piaggio Group, mengatakan, fokus tahun pertamanya di Indonesia menciptakan jaringan penjualan dengan cepat. "Tahun depan kami analisa pencapaian yang berhasil diraih, baru mengumumkan apakah akan membangun pabrik atau tidak," ujar Colaninno di sela-sela acara.

Keputusan membangun pabrik di suatu negara, menurut dia, bukan cuma bergantung pada jumlah penjualan yang dicapai dalam waktu satu tahun. Ada beberapa faktor lain, termasuk kebijakan pemerintah, kestabilan politik, dan pertumbuhan ekonomi negara itu.

"Kalau penjualan mencapai 80.000-100.000 unit, keputusan membangun pabrik bisa dilakukan. Jika penjualan cuma 40.000-50.000 masih belum bisa," ujar Colaninno. Namun, di kawasan Asia Tenggara punya potensi besar khususnya perkembangan pasar sepeda motor. Indonesia sudah menjadi pertimbangan kami untuk keberlanjutan ekspansi usaha.

Constantino Sambuy, Piaggio Vietnam President and General Director & Asia 2 Wheel Executive Vice President, menambahkan, pada tahun ini Piaggio Indonesia (PI) menargetkan buka jaringan penjualan sebanyak 45 lokasi di Jawa, Bali, dan Sumatera. Pada tahun selanjutnya (2012) jumlah outlet bertambah jadi 100 lokasi, menyentuh Kalimantan dan Sulawesi. "Adapun 2013, total outlet kami akan menjadi 170 tempat dengan tambahan wilayah Papua," tutur Sambuy.

Sergio Mosca, Managing Director PT PI, mengatakan, untuk masuk ke bisnis sepeda motor Indonsia, perusahaan akan menerapkan strategi menyasar ke segmen premium lewat dua merek Piaggio dan Vespa. Hal ini dilakukan karena sulit jika harus bersaing langsung (head to head) dengan merek Jepang yang mendominasi pasar.

12 juta

Sementara itu, potensi skutik yang besar di Indonesia mendorong prinsipal untuk segera masuk ke pasar. Piaggio memprediksi, dalam kurun waktu empat tahun ke depan pasar sepeda motor nasional bisa menembus 12 juta unit dengan kontribusi skutik mencapai 7,2 juta unit.

"Pangsa pasar skutik begitu besar di Indonesia, tahun ini saja sudah 50 persen. Piaggio mencoba meberikan jawaban bagi mereka yang menginginkan produk legendaris sekaligus masuk segmen premium," ucap Constantino Sambuy.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Diposkan oleh iwan di 15.01  

0 komentar:

Poskan Komentar