“Honda CBR 150R yang Galak Di atas” plus 2 more

Kamis, 30 Juni 2011

“Honda CBR 150R yang Galak Di atas” plus 2 more


Honda CBR 150R yang Galak Di atas

Posted: 30 Jun 2011 09:33 PM PDT

SENTUL, KOMPAS.COM - Selesai meluncurkan Honda CBR 150R, kemarin (30/6) PT Astra Honda Motor mengajak wartawan menuju sirkuit Sentul kecil (gokart) di Cibinong, Jawa Barat untuk melakukan test ride motor yang diklaim "the real sport bike" itu. Terus terang, semangat ingin menjajalnya tak seheboh ketika sang kakaknya CBR 250R yang dihadiri trio pebalap MotoGP (Casey Stoner, Dani Pedrosa dan Andrea Dovisiozo) dan di sirkuit internasional Sentul.

"Boleh jadi, mungkin sudah didahului oleh CBR 250R, jadi gregetnya terasa kurang," ungkap seorang dari AHM. Lo, kan beda kapasitas mesin?

Betul, sekali dan dari tampilan hampir tidak beda. Seperti dikatakan Presdir AHM Yusuke Hori bahwa CBR 150R sama seperti kakaknya dikembangkan terinspirasi dari MotoGP dengan model full fairing. "Dari teknologi, mesin CBR 150R ini sudah tergolong step (generasi) III, sama seperti pada CBR 250R, Revo AT dan PCX," jelas Sarwono Edhi dari Technical Training Department AHM kepada Kompas.com.

Kelebihan jantung pacu CBR 150R berkapasitas 149,4 cc 4-tak DOHC berpendingin cairan (radiator) ini mempunyai performa lebih baik, emisi lebih rendah dari mesin step II dan ada sensor O2. Ciri dari mesin generasi III sudah dilengkapi dengan Programmed Fuel Injection (PGM-FI).

Kaget
Karena tesnya di sirkuit Sentul kecil, maka Kompas.com pun hanya ingin mengetahui akselerasi saja. Karena untuk menguji kecepatan maksimum sangat tidak mungkin dan Sarwono Edhi memberi tahu kecepatan maksimum CBR 150R 124,3 km per jam dalam posisi badan membungkuk dan 116,3 km per jam badan tegak.

Alangkah kagetnya ketika berakselerasi pada gigi 2 dimulai dari kecepatan 10 km per jam dimulai dari 3.000 rpm, tenaga mesin "lemot" dan mulai berisi di atas 5.000 rpm. Usai menempuh tiga lap (sesuai jatah), Kompas.com langsung menemui Sarwono dan menjelaskan kalau tenaga motor tidak seganas sang kakak.'

"Kalau 250R lebih pada TQ (baca; Tiki), sedang yang 150R PK (baca; piki)," jelas Sarwono. Maksud dari TQ, yakni "torque" atau torsi, jadi yang 250R memang galak di putaran bawah, sambung Sarwono. Sedang "piki" pada 150R, yakni "peak", jadi tenaga baru terasa di putaran atas.

Penasaran, Kompas.com coba menjajal tiga lap berikut. Ternyata, dengan bukaan tenaga yang besar, maksimum gigi I mudah didapat 43 km/jam. Karena trek tak punya lintasan panjang, gigi II dan III tak di dapat. Namun Sarwono memberitahu kalau maksimum gigi II 68 km perjam dan III 88 km per jam serta konsumsi bahan bakarnya 60,9 km per liter.

Jadi, saat jalan santai dengan gigi III kemudian ingin ngebut, bila dilakukan dengan cara membentot gas, jangan kaget tenaga kurang respon. Lain hal, jika cepat diturunkan ke gigi II dan buka dengan 5.000 sampai 6.000 rpm, motor pun dengan galak melejit.  

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Alonso Pasrah soal Peluangnya

Posted: 30 Jun 2011 04:13 PM PDT

KOMPAS.com — Fernando Alonso begitu pasrah mengenai peluangnya menggondol juara dunia, gelar tertinggi di F1 tahun ini. Selain itu, sekarang ini ia tertinggal sampai 99 angka dibanding pemimpin klasemen sementara, Sebastian Vettel. Ia tidak yakin kapan Ferrari bisa menang lagi, meski dalam penampilan di Valencia baru-baru ini, performa F-150 Italia menunjukkan kemajuan.

Pebalap Spanyol itu berharap, kemajuan lebih banyak dari tim. Sementara itu, dia pun mengakui bahwa Sirkuit Silverstone bukan trek yang pas buat Ferrari karena membutuhkan banyak downforce.

"Itu (Silverstone) adalah sesuatu yang penting dalam musim ini. Dalam tiga balapan terakhir, baik di Monaco, Montreal, maupun Valencia, dengan karakter sirkuit berbeda, Ferrari memang terlihat memiliki kemajuan. Namun, sirkuit itu justru lebih cocok untuk saingan utama kami," ungkap Alonso.

Dia menyebutkan, tim akan mempunyai beberapa komponen baru. "Namun dalam hal tersebut kemungkinan kami akan punya perbedaan. Kita harus realistis dan menerima bahwa tidak mungkin kami bisa menutup celah dalam waktu kurang dari dua bulan sejak balapan di Barcelona. Kami harus bekerja keras terus untuk meningkatkan performa mobil. Dengan begitu, saya yakin kemenangan akan datang," ungkap juara dunia 2005 dan 2006 ini.

Mengenai peluang di Inggris bahwa tim tidak akan mendapatkan hasil yang baik jika tidak didukung Pirelli, pihak produsen ban Italia tersebut memastikan bahwa tim akan memakai ban kompon keras.

"Pada Grand Prix Inggris, kami akan memakai ban kompon lunak dan keras, sama seperti pada tahap awal kejuaraan. Bagi kami, jelas itu merupakan tantangan," tutupnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Ecclestone: Vettel Mendominasi, F1 Tambah Menarik

Posted: 30 Jun 2011 02:19 PM PDT

KOMPAS.com -- Ucapan yang dilontarkan bos F1 (Bernie) di atas jelas menimbulkan banyak pertanyaan karena ia seperti lupa bahwa pertunjukkan "sirkusnya" sudah tidak menyuguhkan tontonan menarik. Bernie seolah berenang melawan gelombang opini yang lagi hangat dengan pernyataannya, di mana dominasi pebalap Jerman (Vettel) saat ini dituding telah membuat balapan tidak seru, ia justru mengatakan kondisi itu sangat menarik bagi penggemar F1.

Bernie tampak membela Vettel yang dianggap sebagai magnet di arena balap jet darat. Ia menegaskan, kenapa tidak boleh ada era Red Bull saat ini, sama seperti Michael Schumacher ketika bersama Ferrari.

Vettel memang sangat dominan sekali hingga seri kedelapan ini. Prestasinya, memenangkan 6 seri dan dua seri lainnya finish kedua pada musim ini, total nilainya  186 angka dan unggul jauh 89 angka sama Jenson Button (McLaren) dan Mark Webber (Red Bull). Dengan kondisi seperti ini, katakan Lewis Hamilton (McLaren) dan Fernando Alonso yang bergantian memenangkan balapan, sementara Vettel terus finish kedua, maka juara dunia dengan mudah dipertahankannya.

Menurut Ecclestone, "Anda tidak bisa menyembunyikan bakat. Dia memiliki peluang yang mudah untuk menang karena memiliki segala yang ada di tangannya untuk melakukannya. Mungkin kondisi seperti vettel sekarang, orang lain tak punya."

Vettel, lanjut Ecclestone kini dalam posisi sama seperti Schumi - panggilan akrab Schumacher -  dan terbaik sekarang. Itulah, mengapa ia mendominasi dan membuatnya begitu menarik bagi para penggemarnya.

Soal para juara dunia, khususnya, yang saat ini kurang bersinar, Ecclestone mengatakan, "Mereka (para juara dunia) itu hanya memperlihatkan keberhasilannya, uang dan kepopulerannya. Itulah mengapa saya mengeluh tentang Fernando Alonso, yang dalam pandangan saya ia tidak mewakili F1 cukup baik."

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Diposkan oleh iwan di 15.01  

0 komentar:

Poskan Komentar