“Button Juara F1 Kanada Penuh Drama Tabrakan” plus 2 more

Minggu, 12 Juni 2011

“Button Juara F1 Kanada Penuh Drama Tabrakan” plus 2 more


Button Juara F1 Kanada Penuh Drama Tabrakan

Posted: 12 Jun 2011 09:00 PM PDT

MONTREAL, KOMPAS.com - Jenson Button berhasil memenangkan GP F1 Kanada yang penuh drama tabrakan akibat hujan membanjiri sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal, Minggu (12/6) atau Senin subuh waktu Indonesia. Kemenangannya itu diraih pada lap terakhir, akibat dari kesalahan Sebastian Vettel.

Keberhasilan Button ini berkat perjuangan gigihnya yang dimulai dari posisi menengah. Bahkan ia sempat menjalani drive through penalty. Namun dengan sabar dan didukung performa mobil dan kesalahan Vettel, ia dapat memetik kemenangan pertamanya. Dengan hasil ini, posisinya berada diperingkat kedua sementara dengan 101 angka.

Pebalap Red Bull Vettel yang tingga setengal lap lagi memetik kemenangan keenamnya, pupus lantaran menikung terlalu melebar di tikungan ketiga. Kesalahan itu tidak disia-siakan oleh Button. Padahal, sejak start sampai lap 69, ia terus memimpin tanpa bisa dikejar lawan. Meski gagal, ia tetap memimpin klasemen dengan total 161 angka.

Sedang urutan ketiga direbut rekan setimnya Mark Webber. Pebalap Australia ini sempat bersaing ketat sama Schumacher bahkan dua kali memotong jalur di "chicane" sehingga ia bisa di depan Schumi. Tapi, di jalur lurusnya ia sempat memberinya kembali kepada Schumi. Tapi, jelang satu lap terakhir, ia dapat memastikan posisi ketiganya.

Hamilton korban agresivitasnya

Lomba menempuh 70 lap, diawali dengan para pebalap dipandu oleh safety car (SC) lantaran trek basah akibat hujan. Di sini mobil balap memakai ban basah dan tak ada yang berani gambling menggunakan jenis intermediate.

Saat mobil SC hendak masuk pit pada lap 5, Vettel mulai melambatkan kendaraan agar mobil-mobil yang dibelakangnya ikut mengurangi kecepatan. Begitu melintas di depan pit, dan Vettel melejit, Alonso coba menyalip dari sisi kiri dan kanan, tapi gagal. Sementara Rekan setim Vettel, Mark Webber diserundul Hamilton, sehingga melintir dan membuat posisi pebalap Australia itu melorot.

Begitu juga Button yang terlalu melebar masuk tikungan 6, memberi kesempatan kepada Schumacher melibasnya. Hamilton kembali menujukkan gaya mengemudi yang agresif dan ia hampir bersenggolan dengan Schumi saat hendak menyalip. Kecerobohan Hamilton harus dibayar mahal, di mana dirinya bersenggolan dengan rekan setimnya di lap 8 dan ban kiri belakang pecah akibat menghajar dinding pembatas.

Mobil SC pun masuk. Seandainya Hamilton tetap jalan, dewan juri sedang menginvestigasi dirinya yang menyeruduk Webber. Selain itu, ia sedang diselidiki melanggar kecepatan saat dipandu SC.

Kini, juri kembali menginvestigasi diri Hamilton dengan Button yang seperti sengaja menutup ruang gerak ke kiri. Bisa juga aksi Button itu benar karena ia akan masuk tikungan pertama. Akhirnya, Button diputuskan bersalah dan harus menjalani "drive through penalty" dan posisinya melorot ke-14.

Lepas lap 14, persaingan di depan pun mulai boring. Vettel meninggalkan Alonso 5 detik lebih yan diikuti Massa, Rosberg dan Schumi. Kecuali Button yang terus merangsek ke depan, begitu pula dengan Webber.

Ferrari keliru prediksi cuaca

Pada lap 18 Alonso dan Button sama-sama masuk pit. Keduanya ganti ban intermediate. Namun baru berjalan dua lap hujan kembali membahasi trek, dan keduanya kembali masuk pit tukar ban basah. Posisi Alonso mundur ke-8, tapi ada lima pebalap di depannya belum masuk pit ganti ban.

Bersamaan turun hujan, SC memandu pebalap pada lap 20 untuk ketiga kalinya. Kondisi ini dimanfaatkan Vettel untuk ganti ban, termasuk juga Webber yang sekalian ganti setir karena mengalami gangguan dengan gigi turunnya. Karena hujan tak kunjung henti, lomba dihentikan pada lap 25 dan bendera merah dikibarkan.

Berarti peluang Alonso untuk kembali ke posisi 2, masih terbuka. Pasalnya, beberapa pebalap di depannya sepewrti Kobayashi, Heidfeld, Petrova belum masuk pit mengganti ban.

Setelah tertahan 1 jam 14 menit, belum juga ada tanda-tanda lomba akan dimulai. Sementara hari sudah jelang petang. Mendekati penantian hampir 2 jam, mobil sudah diinstruksikan pakai ban basah (wet), berarti balap akan dimulai.

Tertunda 2 jam 04 menit

Tepat jam 15.50 (waktu setempat) atau tertunda 2 jam 04 menit, lomba dimulai dengan dipandu SC. Alonso (8) dan Webber (7) harus tampil maksimal jika ingin naik podium.

Balapan dimulai begitu SC masuk pit lap ke-35. Dan baru menempuh 2 lap, SC masuk lagi akibat terjadi insiden di tikungan tiga. Alonso yang coba menyodok Button dari sisi luar, saat masuk tikungan diserundul McLaren. Ferrari pun melintir, lalu nyangkut di kerb dan Alonso tidak dapat melanjutkan balapan. Sedang ban kiri depan Button pecah. Ia segera masuk pit ganti ban dan moncong mobil. Balapan dilepas kembali lap 41 dengan menyuguhkan adegan "ciuman" antara Heidfeld dan di Resta yang diinvestigasi juri, sedang Sutil kena penalti drive through penalty karena menylip SC.

Masuk lap 50, Vettel semakin jauh di depan. Sementara Massa yang coba menggeser Kobayashi dengan menikung bareng, justru Schumacher memanfaatkan ruang dari kiri dan menyodok kedua. Namun pada lap 53, Schumi ganti ban dan posisinya turun jadi keempat.

Apes menghampiri Massa pada lap ke53 ketika ia menyalip pebalap di trek lurus, mobil kehilangan kendali akibat pakai ban slick dan menghajar dinding pembatas. Beruntung ia bisa mengatasi mobil dan dapat melanjutkan, meski bagian depannya rusak dan segera masuk pit ganti ban dan bagian depan.

Selang empat kemudian, Heidfeld yang berusaha melibas Kobayashi di tikungan kedua, tapi moncong mobilnya menabrak bagian belakang pebalap Jepang itu. Sebelum masuk tikungan ketiga, sayap mobil Heidfeld lepas masuk kolong dan mobil pun seperti terbang dan menghajar dinding.

SC pun masuk dengan formasi Vettel diikuti Schumacher, Webber. Button yang saling menempel ketet. Persaingan merebut posisi kedua cucuk ketat di antara ketiga pembalap. Bila Schumi bisa mempertahankan posisi keduanya yang tinggal 8 lap, ini merupakan podium pertamanya.

Hasil lomba

1. Button McLaren-Mercedes 1h23:50.995
2. Vettel Red Bull-Renault + 2.709
3. Webber Red Bull-Renault + 13.828
4. Schumacher Mercedes + 14.219
5. Petrov Renault + 20.395
6. Massa Ferrari + 33.225
7. Kobayashi Sauber-Ferrari + 33.270
8. Alguersuari Toro Rosso-Ferrari + 35.964
9. Barrichello Williams-Cosworth + 45.100
10. Buemi Toro Rosso-Ferrari + 47.000
11. Rosberg Mercedes + 50.400
12. de la Rosa Sauber-Ferrari + 1:03.600
13. Liuzzi HRT-Cosworth + 1 lap
14. Karthikeyan HRT-Cosworth + 1 lap
15. D'Ambrosio Virgin-Cosworth + 1 lap
16. Glock Virgin-Cosworth + 1 lap
17. Trulli Lotus-Renault + 1 lap
18. Di Resta Force India-Mercedes + 3 laps

Pebalap tidak finish
Maldonado Williams-Cosworth 62
Heidfeld Renault 57
Sutil Force India-Mercedes 50
Alonso Ferrari 44
Kovalainen Lotus-Renault 36
Hamilton McLaren-Mercedes 8

Peringkat sementara

Pebalap                                   Konstruktor
1. Vettel                  161          1. Red Bull-Renault            255
2. Button                101          2. McLaren-Mercedes        186
3. Webber                94          3. Ferrari                             101
4. Hamilton              85         4. Renault                             60
5. Alonso                 69         5. Mercedes                         52
6. Massa                  32         6. Sauber-Ferrari                   27
7. Petrov                  31        7. Toro Rosso-Ferrari             12
8. Heidfeld              29        8. Force India-Mercedes           10
9. Schumacher        26         9. Williams-Cosworth               4
10. Rosberg            26
11. Kobayashi         25
12. Sutil                  8
13. Buemi               8
14. Barrichello        4
15. Alguersuari       4
16. Di Resta            2
17. Perez                2

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

F1 Kanada Dihentikan Sementara

Posted: 12 Jun 2011 05:45 PM PDT

F1 Kanada Dihentikan Sementara

Bastian | Senin, 13 Juni 2011 | 00:45 WIB

ESPNF1

MONTREAL, KOMPAS.COM - Balapan F1 Kanada di sirkuit Montreal yang menempuh 70 lap dihentikan pada lap 25 akibat turun hujan. Bagian tertentu dari lintasan ada yang tertutup air dan pandangan pebalap pun tidak bisa jauh.

Bahkan ketika start pun, para pebalap dituntun oleh safety car sampai lap5. Kemudian masuk kembali pada pada lap 8 setelah terjadi insiden senggolan sesama McLaren.

Hujan sempat berhenti dan lintasan tidak terdapat genangan air. Namun pada lap ke-20 curah hujan turun lagi. Siatuasi ini sempat membuat Alonso mengambil inisiatif ganti ban intermediate, namun baru jalan dua lap harus masuk pit lagi ganti ban basah.

Karena kondisi lintasan tak memungkinkan, SC pun masuk lagi dan pada lap 25 lomba dihentikan. Namun ketika bendera merah dikibarkan, menurut laporan Autosport, ada beberapa pebalap tidak menghentikan mobilnya.

Menurut laporan radar hujan akan berhenti  20 menit kemudian, dan lintasan bersih pada 45 menit berikutnya.

Sumber :

Autosport,ESPNF1


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Mercedes Indonesia Bawa G-Class ke Medan Off-road

Posted: 12 Jun 2011 04:42 AM PDT

LIDO, KOMPAS.com - Untuk apa jip Mercedes seharga Rp1,6 miliar diajak menerjang medan off-road? Menaklukkan tanjakan terjal dan menerabas genangan lumpur. Apa enggak sayang, bodi dan kaki-kaki pada rusak? Itulah pertanyaan yang terlintas dalam benak Kompas.com ketika mengikuti acara "The Mercedes-Benz G-Experiance" di Lido Resort, Sukabumi, Jawa Barat, kemarin (11/6).

"Kalau kami pajang di pameran seperti di IIMS, pasti komentarnya, mahal amat. Apa istimewanya?" jelas Yuniadi H. Ratono, Deputy Director Marketing MBI menjawab pertanyaan Kompas.com. Melalui acara ini, lanjutnya, pihaknya ingin menunjukkan keistimewaan dan sekaligus membuktikan ketangguhan MB G-Class.

Selain itu, model G-Class itu sendiri sudah ada sejak lama di Indonesia. Kebaradaannya 30 tahun lebih dan sudah terjual 1.150 unit. Pemasarannya, lanjut Yuniadi, sempat terhenti akibat krisis (1998) dan kini muncul lagi. Jadi, acara ini untuk mengingatkan kembali.

Untuk membuntuktikan itu, pihak MBI membawa delapan unit G-Class terdiri dari tiga varian, yakni G 300 CDI Professional (station wagon), G300 CDI pickup dan G55 AMG yang ekslusif.

G300 station wagon dan pickup dibekali mesin 2.987 V6 yang mempunyai tenaga maksimum 135kW pada 3.800 dan torsi puncak 400Nm pada 1.600-2.000 rpm. Mampu melesat dengan kecepatan tertinggi 160 km per jam. Sedang yang G55 dimodalkan mesin 5.5liter V8 supercharger bertenaga 373 kW dengan tersi 700Nm pada 2.700-4.000 rpm. Kecepatan maksimum dicapai 210 km perjam dengan akselerasi 0-100 km per jam dicapai hanya 5,5 detik.

Menariknya, acara bernuasa off-road tak hanya diperuntukkan bagi media nasional yang berjumlah 21 orang. Tapi, juga diikuti 200 penggemar off-road dari Asia tenggara seperti India, Nepal, Thailand, Malaysia, Philipina, Brunei, Kamboja, Srilanka dan Bangladesh. "Kebetulan kita dapat dukungan dari prinsipal (pusat) dan beberapa negara yang kita undang tidak punya jaringan pemasaran," jelas Yuniadi.

Makanya, kegiatan ini berlangsung cukup panjang, sejak 5 Juni dan berakhir 14 Juni ini. Untuk G 55 yang harganya Rp3 miliar, menurut Yuniadi sudah terjual sekitar 10 unit. Sedang varian G300 CDI station wagon diharapkan dari fleet dan penyukan off-road.

Seperti apa kehebatan G300 CDI Professional itu, bisa disimak pada rubrik test, Senin (13/6)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Diposkan oleh iwan di 15.29  

0 komentar:

Poskan Komentar