“Aprilia SR Max dengan Penghangat Kaki” plus 2 more

Selasa, 28 Juni 2011

“Aprilia SR Max dengan Penghangat Kaki” plus 2 more


Aprilia SR Max dengan Penghangat Kaki

Posted: 28 Jun 2011 11:19 AM PDT

LONDON, KOMPAS.com - Piaggio Group meluncurkan Aprilia SR Max di London, Inggris awal minggu ini, berselang sepekan setelah peluncuran perdananya di Italia. Skuter ini  disebut sebagai hasil perpaduan dinamika Moge (motor gede) dengan kenyamanan skuter otomatik.

Dari penampilan, Aprilia SR Max ini dipasangi ban berdiameter besar, sasis yang kokoh dan garpu depan 35 mm, sama dengan  ukuran setang sepeda motor "batangan". Untuk memperlambat laju, digunakan cakram 260 mm, kaliper dua piston di depan dan 240 mm di belakang). Aprilia juga menyatakan, desain skuter ini terinspirasi dari sosok RSV4 yang menjuarai kompetisi Superbike tahun lalu.

SR Max ditawarkan dalam dua varian. Pertama dengan mesin 125cc, satu silinder, 4-tak bertenaga 15PS pada putaran 9.250rpm. Kedua, mesin 300 cc, satu silinder, 22PS dengan  torsi maksimum 23Nm, menawarkan keseimbangan antara tenaga besar dan bahan bakar yang irit. Kedua skutik sudah mencapai  standar emisi Euro 3.

Paling menarik, kedua skuter dilengkapi dengan radiator untuk mendinginkan mesin,  saluran buang di belakang sepatbor depan yang berfungsi sebagai penghangat otomatis.  Di Inggris, kedua varian dibandrol 3.599 pound (Rp49,6 juta) dan 3.899 pound (Rp53,75 juta) on the road.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Toyota Camry Mobil Paling "Amrik"

Posted: 28 Jun 2011 11:03 AM PDT

LOS ANGELES, KOMPAS.com - Tiga raksasa produsen mobil Amerika, yakni General Motors, Ford dan Chrysler boleh "sakit hati" lantaran Toyota Camry dicap mobil paling "Amrik" versi Cars.com, seperti dilansir autonews (28/6). Ini untuk ketiga kali secara berturut-turut sedan midsize itu menyandangnya dengan penilaian dilihat dari tingkat kandungan lokal dan penjualan.

Camry berada  posisi puncak dari total 10 mobil terbaik di AS karena punya kandungan lokal tinggi mencapai 75 persen. "Camry masih tetap mobil paling populer, paling laris, dan banyak menyerap banyak tenaga kerja di AS. Semua ini jadi penyumbang pada rangking Toyota," ujar Patrick Olsen, editor Cars.com.

Pada peringkat kedua, Honda Accord disusul Chevrolet Malibu (3), Ford Explorer (4), Honda's Odyssey (5), Toyota Sienna (6), Jeep Wrangler (7), Chevy Traverse (8), pikap Tundra (9) dan GMC Acadia (10). Toyota dan GM sama-sama mengumpulkan tiga model pada daftar 10 mobil terbaik di AS.

"Meski bencana alam di Jepang dan GM segera menyalip Toyota sebagai produsen mobil terbesar di dunia, kami tak terkejut melihat prestasi Camry jadi posisi satu lagi, dia tetap jadi mobil paling populer di sini (AS)" jelas Olsen.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Temporary Auto Pilot, Mengemudi Tanpa Tangan di Setir!

Posted: 28 Jun 2011 10:48 AM PDT

WOLFSBURG, KOMPAS.com –  Kemacetan lalu lintas yang makin parah menyebabkan pengemudi sering jadi bete. Pasalnya, situasi yang dihadapi selalu sama atau monoton. Kalau dibiarkan, apalagi stress juga makin tinggi, berpotensi menyebabkan kecelakaan!

Kondisi tersebutlah yang diantisipasi para ahli otomotif dan produsen mobil Eropa.  Bekerjasama dengan HAVEit ((Highly Automated Vehicles for Intelligent Transport), lembaga riset yang danai oleh Uni Eropa, sedang  mengembangkan sistem yang disebut "Temporary Auto Pilot" (TAP). Ya, mobil melaju dengan pengemudi tidak perlu memegang atau mengendalikan setir! Kendati demikian, pengemudi tetap dituntut untuk memperhatikan kondisi di sekitar, terutama di depan dan samping mobilnya.

Menurut, Prof. Dr. Jürgen Leohold, Executive Director Volkswagen Group Research (salah satu perusahaan mobil yang ikut dalam pengembangan), TAP  sebenarnya diarahkan untuk mencegah rasa bosan pengemudi, baik ketika sedang menghadapi kemacetan berat maupun ketika meluncur di jalan tol.

Dengan TAP, mobil yang menggunakannya akan mengikuti kendaraan yang meluncur di depannya. Termasuk mempercepat laju, deselerasi (memperlambat) ketika akan membelok dan sebagainya. Dijelaskan pula, alat ini bisa bekerja sampai kecepatan 130 km/jam.

Sebenarnya, konsep ini bukan baru. Sebelumnya sudah ada alat untuk mengontrol kecepatan mobil yang disebut cruise control (melaju pada kecepatan konstan) atau yang lebih canggih lagi adaptive cruise control. Versi terakhir, sudah bisa mengatur kecepatan, cepat atau lambat berdasarkan kendaraan di depannya.

Namun TAP, menurut Prof. Dr. Jürgen Leohold, TAP merupakan alat transisi untuk menuju ke sistem mengemudi otomatik penuh. Sistem merupakan gabungan dari Adaptive Cruise Control dan Lane Assist.

Dengan mengaktifkan "Pilot Mode", mobil akan melaju dengan jarak aman dari kendaraan  di depannya. Diakui, sistem ini belum sempurna, namun diharapkan bisa mengurangi kecelakaan.

Keunggulannya- dibandingkan dengan sistem pengemudi otomatis yang dikembangkan Google dan Audi – komponen pemantau yang digunakan, yaitu sensor –sensor sudah diproduksi secara massal. Komponen pemantau jarak dan lingkungan digunakan antara lain kamera, sensor ultrasonik, laser untuk memindah dan horizon elektronik. Dengan ini pula, Leohold yakin TAP bisa digunakan dalam waktu dekat!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Diposkan oleh iwan di 15.54  

0 komentar:

Poskan Komentar