“Inilah Zona Pemakaian DRS di Trek Istanbul” plus 2 more

Kamis, 05 Mei 2011

“Inilah Zona Pemakaian DRS di Trek Istanbul” plus 2 more


Inilah Zona Pemakaian DRS di Trek Istanbul

Posted: 05 May 2011 12:06 PM PDT

Inilah Zona Pemakaian DRS di Trek Istanbul

Bastian | Kamis, 5 Mei 2011 | 19:06 WIB

espnf1

Tanda "hijau" merupakan areal kontrol dan penggunaan DRS

ISTANBUL, KOMPAS.com — FIA telah menentukan areal kontrol dan pemakaian drag reduction system (DRS) di sirkuit Istanbul, arena balapan F1 Turki, Minggu (8/5/2011). Di areal itulah pebalap berkesempatan menyalip lawan hanya dengan menyesuaikan sayap belakang untuk meningkatkan kecepatan.

Zona yang sudah ditentukan berada menjelang tikungan ke-11 dan berakhir sebelum masuk tikungan ke-12. Lintasan ini pernah menjadi tempat pebalap Vettel dan Webber bersenggolan. Adapun kontrol pemakaiannya dimulai dari tikungan ke-9 sampai ke luar tikungan ke-10.

Pengoperasian DRS dibenarkan ketika pebalap memfungsikan perangkat itu saat berada di belakang lawan yang posisinya lebih tinggi. Agar lebih jelas, bisa lihat gambar.

Kirim Komentar Anda


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Vettel Yakin Tampil di Istanbul

Posted: 05 May 2011 11:29 AM PDT

ISTANBUL, KOMPAS.com — Pebalap andalan tim Red Bull Racing (RBR), Sebastian Vettel, yakin kalau mobilnya (RB7) tak akan mendapat masalah dengan KERS saat balapan di Turki, Minggu (8/5/2011). Juara dunia 2010 itu mengaku kepada Auto Motor und Sport kalau sang guru, Adrean Neway, telah memodifikasi perangkat yang disediakan oleh Magnetti Mareli dan Renault tersebut.

Vettel yang asal Jerman ini yakin sekali bahwa ia tak akan menemui kesulitan saat tampil di sirkuit Istanbul nanti. Pasalnya, tim teknisi sudah menemukan problem yang dialami pada balapan kemarin. Begitu juga dengan penasihat tim RBR, Helmut Marko, yang menegaskan kalau Red Bull berhasil memecahkan masalah selama istirahat pada Paskah kemarin.

"Kami memang punya beberapa masalah. Namun, kami punya orang-orang yang bekerja sangat baik di tim. Itu sebabnya, saya tidak khawatir dengan balapan di Turki," sebut Vettel.

Vettel banyak menerima masukan dari tim mengenai perubahan yang sudah dilakukan untuk tampil di Turki. Hal itu antara lain mengenai paket aerodinamika, termasuk juga sistem pendinginan.

Perihal perubahan kemudian coba dipaparkan oleh pimpinan tim RBR, Christian Horner. "Fokus perhatian utama kami adalah mencoba mendapat yang paling atas dalam hal KERS karena ini (KERS) merupakan teknologi yang relatih masih baru bagi kami. Namun, semua orang di tim terus bekerja keras untuk mengetahui peranti itu dan sekarang sudah dapat diatasi," ungkap Horner.

Red Bull di Turki nanti tak ingin mengulang peristiwa buruk seperti tahun lalu. Kala itu, Vettel dan rekan setimnya, Mark Webber, bersenggolan keras. Kejadian itu membuat Vettel tak bisa melanjutkan lomba.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Great Wall Bidik Indonesia

Posted: 05 May 2011 10:50 AM PDT

SHANGHAI, KOMPAS.com — Great Wall Motor Company berencana menambah empat fasilitas produksi baru di luar China secara bertahap sampai 2015. Keempat lokasi yang dipilih meliputi kawasan Persemakmuran Negara-Negara Merdeka atau dikenal dengan Commonwealth of Independent States, Amerika Utara, Afrika Selatan, dan untuk Asia Tenggara diwakilkan Indonesia.

Wang Fengying, Chief Executive Officer Great Wall, seperti dilansir autonewschina, Rabu (4/5/2011), mengatakan, keempat pabrik ini merupakan tambahan setelah Great Wall memiliki 12 fasilitas produksi lain di luar China untuk saat ini. Pabrik-pabrik baru tersebut awalnya hanya sekadar berfungsi merakit, tetapi kemudian bertahap untuk bisa berkembang menjadi lebih besar lagi.

Wang menambahkan, Great Wall yang merupakan produsen kendaraan niaga terbesar di China masih mempertimbangkan skema pendirian keempat pabrik, apakah mereka akan menggandeng mitra lokal atau jalan sendiri. Wang cuma memastikan, ada tiga model baru yang sudah disiapkan untuk diproduksi di empat pabrik ini. Cuma, masih belum ada bocoran soal jenis atau nama kendaraan.

Seluruh kebutuhan komponen dan kendaraan terurai (CKD) model baru itu dipasok dari China ke beberapa negara, termasuk Rusia, Ukraina, Bulgaria, Indonesia, Filipina, Malaysia, Vietnam, Iran, Mesir, Senegal, Etiopia, dan Venezuela.

Tahun lalu, Great Wall menjual 500.000 mobil di China, termasuk 80.000 unit untuk ekspor. Tahun ini, target ekspor perusahaan dikerek jadi 150.000 unit. Beberapa negara yang sudah menjadi tujuan ekspor adalah Italia, Australia, Romania, Swedia, dan Spanyol.

Sekadar mengingatkan, Great Wall pernah masuk ke Indonesia pada 2008. Mereka hadir dengan menggandeng grup Indomobil untuk memasarkan pikap Wingle. Namun, produk ini kurang terdengar kelanjutannya di Indonesia.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Diposkan oleh iwan di 15.03  

0 komentar:

Poskan Komentar