“Astra Honda Motor Hijaukan Gunung Kidul” plus 2 more

Kamis, 12 Mei 2011

“Astra Honda Motor Hijaukan Gunung Kidul” plus 2 more


Astra Honda Motor Hijaukan Gunung Kidul

Posted: 12 May 2011 11:53 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Yayasan Astra Honda Motor (AHM) bersama Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul melalukan program penghijauan dengan menanam 6.000 pohon, terdiri atas 3.800 pohon jati, 1.000 akasia, 400 mangga, 300 rambutan, 420 petai, serta 280 pohon alpukat dan melinjo di atas tanah seluas 19 hektar di area perbukitan di Desa Pucang Anom, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (10/5/2011). Penanaman ini bukan yang pertama dan sudah dilakukan pada Februari lalu bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Gunung Kidul dan Main Dealer Honda Wilayah Yogyakarta, PT Astra International Tbk-Honda Sales Operation (AI-HSO) Yogyakarta.

"Kami memiliki komitmen dan kepedulian terhadap masalah-masalah lingkungan, seperti yang kami lakukan kali ini melalui program penghijaun di Kabupaten Gunung Kidul," ujar Wakil Ketua Yayasan AHM Kristanto di sela-sela acara penanaman pohon secara simbolis di Kecamatan Rongkop, Gunung Kidul. Acara dihadiri Bupati Gunung Kidul Hj Badingah, S.Sos.

Kristanto menyatakan, penanaman pohon merupakan salah satu upaya Yayasan AHM untuk mengajak masyarakat di Gunung Kidul dan sekitarnya merevitalisasi tanah kritis sehingga menjadi tanah produktif. Melalui program ini, Yayasan AHM berharap tidak hanya dapat memberikan dampak penghijauan saja, tetapi juga kontribusi secara ekonomi kepada masyarakat di sekitar dalam jangka panjang.

"Kami berharap program ini juga dapat mendorong kelompok masyarakat tani untuk lebih aktif membangun budaya peduli lingkungan. Karena itu, pemeliharaan jenis-jenis pohon yang ditanam harus dapat memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Pemberdayaan masyarakat seperti ini kami harapkan dapat membuat masyarakat lebih produktif," ujar Kristanto.

Bupati Gunung Kidul Hj Badingah berterima kasih kepada Yayasan AHM yang turut membantu program penghijauan. "Kami menyadari bahwa Gunung Kidul adalah daerah yang tandus. Namun, dengan upaya terus-menerus dan konsiten dalam bidang penghijauan, insya Allah Gunung Kidul dapat kita hijaukan kembali," katanya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Peugeot 207 Sedan Lebih Murah dari Hatchback

Posted: 12 May 2011 09:49 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — Inilah untuk kali pertama di Indonesia, sedan Peugeot 207 dengan harga lebih murah dari versi hatchback-nya. Mobil yang diluncurkan hari ini oleh Peugeot Indonesia (PT Astra International) tersebut dijual dengan harga Rp 243 juta (off the road di Jakarta). Harga on the road mobil ini—dengan pajak 11,5 persen—diperkirakan Rp 273 juta.  

Versi hatchback 207 sebelumnya dijual Rp 276,5 juta. Padahal, kapasitas mesin sedan 207 ini lebih besar dari versi hatchback. Bila 207 sedan menggunakan mesin berkapasitas 1,6 liter, versi hatchback 1,4 liter. Kok bisa? 

"Versi 207 hatchback langsung diimpor dari Perancis, sedangkan 207 sedan dirakit atau diimpor dari Malaysia. Hasilnya, pajak atau bea masuknya lebih murah. Harga lebih terjangkau," ungkap Constantius Herlijoso, CEO PT Astra International Tbk-Peugeot.

Sementara itu, pemasaran versi hatchback pun dihentikan untuk sementara. "Terjadi perubahan di Perancis. Peugeot 207 hatchback nantinya akan menggunakan mesin 1,6 liter," tambah Herlijoso.

Dibandingkan kompetitor terdekatnya, yaitu Toyota Vios dan Honda City, harga Peugeot 207 sedan ini sedikit di atas Vios yang dijual seharga Rp 238 juta (on the road) dengan mesin 1,5 liter dan tenaga 109 PS. Adapun jika dibandingkan Honda City yang juga bermesin 1,5 liter (120 PS), kisaran harga jualnya sama.

Sedan ini termasuk kompak dengan panjang 4.235 mm, lebar 1.669 mm, tinggi 1.447 mm dan berjarak sumbu roda 2.443 mm. Ruang interior cukup untuk ukuran orang Indonesia, baik depan maupun belakang. Kesan sport menonjol pada panel instrumen yang bulat dengan warna dasar putih.

Kemampuan 207 sedan berakselarasi—saat dicoba oleh Kompas.com dengan mode transmisi "S" atau sport—sangat agresif di kelasnya. Sementara itu, kemampuan dengan mode transmisi "D" atau ekonomi cukup baik. Pada mode "D" perpindahan gigi berlangsung pada putaran mesin lebih rendah dengan tujuan untuk mengirit bensin.

Pada mode S, perpindahan gigi terjadi pada putaran lebih tinggi dan terasa sangat bertenaga dan agresif, walau cenderung boros bahan bakar. Ciri lain dari transmisi otomatis ini adalah bisa dioperasikan juga secara manual. Bila pedal ditekan terus sampai garis merah, 6.200 rpm, gigi akan pindah dengan sendirinya ke posisi lebih tinggi. Tambahan lain dari 207 versi sedan, transmisi juga bisa dioperasikan pada mode "wet" untuk mencegah roda berputar di tempat atau selip ketika melaju di jalan basah.

Fitur lain yang disertakan pada mobil yang ditargetkan terjual sebanyak 100 unit pada tahun ini di Indonesia adalah anti-lock braking system (ABS), electronic brake force distribution (EBD), emergency brake assist (EBA), dan lampu depan otomatik.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Dodge Limo Pemuas Impian

Posted: 12 May 2011 07:03 AM PDT

CALIFORNIA, KOMPAS.com — Sebuah minibus limusin Dodge tahun 1970-an masih berkeliaran dan tampil dari satu ajang pameran ke ajang pameran lain di Amerika. Minibus atau van tersebut ibarat prasasti berjalan karena masih merekam gaya modifikasi lawas lengkap dengan mural Star Wars yang populer pada masanya.

Tom dan Pam Chronister dari Garden Grove, California, AS, membeli Dodge Tradesman 200 tersebut dalam kondisi baru pada tahun 1977. Mereka menambahi bagian belakang dengan potongan Dodge Van 1973.

Mereka kemudian memasangkan mesin V8 fuel injected sebagai penggerak. Namun, gardannya hanya sampai roda belakang pertama, seperti bentuk aslinya. Sementara itu, dua roda di belakang tidak terkait ke mesin dan hanya difungsikan untuk menyangga beban badan tambahan.

Rasa retro terlihat pada bukaan pintu ala gullwing atau ke atas, khususnya untuk pintu tengah dan belakang.

Aura 1970-an turut terasa di dalam kabin karena bagian interior dipasangi dinding-dinding bagian dalam kancing-kancing ala bantal yang nyaman. Kokpitnya tak ketinggalan ditambahi pelapis bantal dengan pegangan gelas sebanyak empat buah.

Bagian tengah ke belakang terdapat lemari-lemari kabinet dari bahan stainles steel. Bagian buntut pun dibuat lowong untuk rebah-rebahan. Di dalamnya juga terdapat TV, video, video game, hingga microwave.

Soal ban, empat di belakang memiliki lebar 10 inci dengan merk BF Goodrich T/A Radials, sedangkan dua ban di depan memiliki lebar 8 inci dengan merek yang sama.

Boleh saja orang menilai mobil ini norak, punya kabin yang bikin gerah, dan lainnya. Namun tetap, mobil ini punya penggemar, khususnya mereka yang tumbuh di era mobil tersebut pernah dibuat. (Dimas)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Diposkan oleh iwan di 15.37  

0 komentar:

Poskan Komentar