“Kubica Tinggalkan Rumah Sakit 10 Hari Lagi” plus 2 more

Minggu, 24 April 2011

“Kubica Tinggalkan Rumah Sakit 10 Hari Lagi” plus 2 more


Kubica Tinggalkan Rumah Sakit 10 Hari Lagi

Posted: 24 Apr 2011 06:23 AM PDT

GENOA, KOMPAS.com - Kesehatan pebalap F1 Renault Robert Kubica terus berangsur membaik. Ia bahkan mengatakan sudah bisa meninggalkan rumah sakit dalam 10 hari kedepan, setelah sepuluh minggu menjalani perawatan akibat kecelakaan di arena reli di Italia yang hampir merenggut nyawanya.

kelahiran Cracow, Polandia, 7 Desember 1984, ini dirawat di RS Santa Corona dekat Genoa sejak Februari. Ia telah empat kali menjalani operasi pada tangan kanannya dan diakuinya, gerakan tangannya masih terbatas.

"Saya mulai merasa lebih baik sekarang. Pemulihan saya tinggal menggerakkan ke arah yang benar. Mobilitas tanganku terbatas, tapi masih terhitung normal dalam situasi seperti ini," ceritanya.

Kubica tidak menyebutkan kapan ia bisa balik ke arena balap jet darat. Yang pasti, katanya, begitu meninggalkan rumah sakit, ia langsung menuju rumahnya di Monaco untuk istirahat sejenak. Dari itu, dirinya pindah ke fasilitas Dr Ceccarelli di Italia untuk memuli program rehabilitasi yang mendalam.

Diakuinya, ia terus mengamati balapan tiga seri yang sudah berlalu. ia juga menjaga hubungannya dengan Renault. "Tim telah mengirim hasil balapan kepada saya, sehingga bisa up-date terus," uangkapnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Alonso Yakin Bisa Menang

Posted: 24 Apr 2011 06:00 AM PDT

SPANYOL, KOMPAS.com - Meski belum naik podium kemenangan setelah melewati tiga seri F1 2011, Fernando Alonso mengaku masih punya semangat untuk membawa Ferrari F150 meraih prestasi hebat. Walaupun setelah melewati tiga seri pertama, tak sekalipun masuk tiga besar dan kini pebalap Spanyol itu terpaut 42 angka sama pemimpin klasemen sementara Sebastian Vettel dengan 68 angka.

"Hasil ini bukan yang kami harapkan, juga tentu pendukung kami," komentar Alonso mengenai kegagalan memenangi salah satu dari tiga seri F1. tertinggal 50 angka, lanjutnya, memang tidak bagus, tapi kami menyadari segala sesuatu bisa berubah dengan cepat.

Alonso mengisahkan kalau Ferrari dalam beberapa tahun belakangan, dalam mengejar mahkota juara datang dari belakang dengan perjuangan tidak ringan. "Saya percaya dalam tim, mereka akan kerja keras memikirkan agar performa mobil bisa hebat," paparnya.

Mantan juara dunia 2005 dan 2006 ini pernah mengalami kondisi itu bersama Ferrari tahun lalu. Merangkak dari bawah ia berhasil membuka peluang merebut juara dunia di putaran terakhir yang diperebutkan bersama Vettel. Sayang, angka yang dibutuhkan tidak bisa menghantarnya juara dunia karena, pesaingnya dari Red Bull memenangi lomba.

Kelahiran Aviedo, Spanyol ini mengingatkan Ferrari untuk melakukan pembenahan. "Kita harus kerja keras bersama-sama. Kesuksesan bisa diraih jika semua elemen, mulai dari mobil, strategi, pitstop, pebalap dan semua kru bekerja denngan baik," tegasnya.

Ia mengambil contoh McLaren yang menunjukkan perubahan cepat. Dalam sesi tes sebelum lomba, MP4-26 begitu hebat dan setiap orang mengatakan McLaren akan naik podium. Nyatanya, baru di China kemenangan didapat. Sebaliknya Vettel, dikatakan pebalap Jerman itu akan terus menominasi kemenangan. "Kenyataannya, di China justru MClaren yang menang," urai Alonso.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

DRS Kemungkinan Dilarang di Monako

Posted: 24 Apr 2011 05:14 AM PDT

KOMPAS.com — Pelaksana balapan Formula Satu mempertimbangkan melarang penggunaan drag reduction system (DRS) ketika lomba di Monako yang menjadi seri keenam (29 Mei) setelah Turki dan Spanyol. Pertimbangannya, keselamatan pebalap karena karakteristik sirkuit sangat beda.

Sejumlah pebalap F1 menyatakan keberatannya pemakaian DRS kala berlaga di trek Monte Carlo. Alasannya, selain tidak punya lintasan panjang, ketika diizinkan pemakaiannya saat latihan dan kualifikasi bisa membahayakan keselamatan.

Di Sirkuit Monte Carlo, ada dua bagian yang bisa dimanfaatkan untuk DRS. Selain di depan garis start, satunya lagi ketika melintasi terowongan. Namun, tikungan yang akan dilalui setelah pakai DRS sangat berbahaya bagi keselamatan pebalap.

Setelah berjalan tiga seri, pemakaian DRS dinilai oleh para pebalap sebagai langkah maju dan trik yang pas membuat seru balapan. Terlebih dengan ditetapkannya satu zona diperbolehkannya memfungsikan DRS.

Kala balapan di Turki, Minggu (8 Mei), FIA akan mengadakan rapat sama pebalap dan tim dengan pembahasan, di antaranya soal boleh tidaknya DRS di Monako. Di Turki, DRS diperbolehkan selepas tikungan ke-10 sampai ke-12 meski belum diketahui berapa jauh lintasannya.

"F1 telah melakukan pekerjaan yang brilian. Tidak seorang pun mengatakan kalau pebalap telah boring. Sekarang bisa menyalip di kiri, kanan, atau tengah," puji pebalap Mercedes, Nico Rosberg.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Diposkan oleh iwan di 15.40  

0 komentar:

Poskan Komentar