“Komponen Otomotif Indonesia 15 Persen dari Jepang” plus 2 more

Jumat, 08 April 2011

“Komponen Otomotif Indonesia 15 Persen dari Jepang” plus 2 more


Komponen Otomotif Indonesia 15 Persen dari Jepang

Posted: 08 Apr 2011 11:41 AM PDT

BANDUNG, KOMPAS.com - Industri otomotif di Indonesia belum mandiri, terutama di sektor komponen masih bergantung pada negara prinsipal. Kondisi itu bisa dilihat dari kejadian bencana alam yang menimpa Jepang, membuat hampir seluruh industri otomotif dunia pincang, tak terkecuali Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi dalam acara Workshop Pendalaman Kebijakan Industri untuk Wartawan di Hotel Grand Aquila, Bandung, hari ini (8/6).

Budi menjelaskan, kendaraan bermotor Indonesia sudah punya kandungan lokal antara 50-70 persen. Tapi, komponen lainnya masih didatangkan dari negara-negara di ASEAN 15 persen dan 15 persn lagi dari Jepang. Kondisi ini terbilang wajar karena sesuai konsep multi sourching pengembangan industri otomotif dunia. Jadi, semua industri otomotif tak berpusat di satu tempat saja agar bisa meringankan biaya produksi. Tapi ada kelemahannya, kalau salah satu mata rantai terganggu, maka mempengaruhi semua rangkaian produksi," beber Budi.

Sampai hari ini, lanjutnya, industri kendaraan bermotor dan komponennya di Jepang masih belum beroperasi optimal. Tapi, stok yang dimiliki industri perakitan Indonesia masih aman sampai April. Namun, pelaku industri saat ini melakukan pembicaraan dengan prinsipal mengenai dilakukan penggantinya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Menikmati Sensasi BMW X3 xDrive53i

Posted: 08 Apr 2011 11:21 AM PDT

KOMPAS.com - Kendati baru diluncurkan kemarin lusa, minggu lalu KOMPAS.com sudah diberi kesempatan mencoba langsung All-New atau Generasi Ke-2 SUV menengah BMW X3. BMW pun langsung menyediakan dua varian yang dipasarkan berdasarkan mesin,  yaitu bensin atau  xDrive35i dan diesel, xDrive20d Business.

Kesempatan pertama, langsung mencoba  xDrive35i dari Palmerah Selatan, menuju Bandung, lewat jalan tol Jakarta-Cakampek- Bandung. Tes lebih fokus  untuk mengetahui, respon mesin terhadap injakan pedal gas, pengendalian dan sebagainya. Semua berdasarkan "feeling" atau tidak menggunakan alat ukur standar.

Mewah
Soal, kemewahan, tidak bisa dipungkiri. Untuk menyetel jok pengemudi, dilakukan hanya dengan menekan tombol. Sedangkan untuk menghidupkan mesin, tekan  pedal rem kaki, pencet tombol "Start/Stop" dengan tangan kiri di belakang setir, mesin pun langsung "brooomm...".

Bagi pemilik baru, yang perlu dipelajari adalah pengoperasian tombol "P" parkir, dan "Auto-Hold". Apalagi yang terbiasa menggunakan mobil dengan rem tengan model tuas di konsol tengah. Pada X3, rem parkir dioperasikan melalui tombol di bagian atas tongkat transmisi ("shifter") dan tombol "P" lainnya di konsol box tengah.

Satu lagi tombol di bagian ini adalah "Auto H (old) berfungsi menjaga kendaraan  tidak bergerak atau diam di tempat kendati transmisi berada di "D".  Kondisi juga sangat membantu saat berhenti di tanjakan karena, X3 juga dilengkapi dengan "Hill Decent Control". Untuk jalan kembali, cukup  menekan pedal gas. Sangat menyenangkan!

Interior mewah! Jok dan bagian dalam dilapisi (trim) dengan kulit yang nyaman diduduki. Kebetulan  xDrive 35i yang dicoba  interiornya (termasuk jok) berwarna cerah, coklat merah (red brown). Versi ini juga dilengkapi dengan glass-roof.

Tenaga Hebat
Bagi yang sukat ngebut, X3 bensin atau xDrive35i sangat pas. Tenaga dan torsi yang dihasilkannya sangat besar. Mulai dari putaran rendah sampai atas, diperoleh terus. Bila ingin mendahului kendaraan lain, cukup menekan pedal gas lebih dalam. Tak ada lagi kesan bodi besar.

Tarikan mesin yang galak seakan,  membuat kita seperti menggemudikan  mobil kecil. Begitu   pedal gas ditekan lebih dalam dengan cepat  - transmisi tetap di "D" - terasa sekali sensasi  tarikan   mesin yang sangat bertenaga.

Bahkan, ketika  dicoba start di tanjakan  - di jalanan perbukitan di utara Bandung -  mesin bensin 3,0 liter dengan turbo ganda   pada  xDrive35i  ini langsung "menclat".

Kenyamanan
Untuk kenyamanan sangat mantap. Di samping , ketika diajak menikung atau membelok pada kecepatan tinggi, terasa stabil. Semua berkat fitur seperti Cornering Brake Control dan sistem traksi. Begitu ketika membelok atau pindah jalur, kendati posturnya cukup tinggi, namun X3 ini mampu bermanuver dengan mantap dan meyakinkan!

Sistem infotaiment, utamanya  koneksi Bluetooth diutak-atik dengan iPod Touch dan smartphone Android. Semua berjalan lancar! Rem juga oke! Kendati ditekan sedikit, terasa langsung bekerja!

Start-Stop
Selama perjalanan, terutama di dalam kota, diperhatikan  kerja sistem "Start & Stop" ketika dioperasikan (sistem bisa dimatikan). Setelah melaju pada kecepatan di atas 10 km/jam, dan kemudian berhenti, dalam hitungan detik, mesin langsung mati! Untuk ini, juga ada tanda pada panel instrumen. Kondisi ini bisa dirasakan oleh pengemudi. Untuk jalan, pengemudi tak perlu repot, tinggal tekan pedal gas! X3 langsung  melaju!

Konsumsi BBM
Selama perjalanan sempat juga diperhatikan konsumsi bahan bakar. Maklum mobil ini sudah dilengkap dengan pembaca konsumsi bahan bakar yang dihitung dengan satun km/liter. Selama dites selalu menggunakan "D" (tidak mengoperasikan gigi secara manual), dalam kota 7,4 km/liter. Sedangkan di jalan tol 10,7 km/liter. Sementara klaim BMW adalah 11,4 km/liter.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Mengubah Wrangler Bergaya Pikap

Posted: 08 Apr 2011 09:23 AM PDT

AMERIKA, KOMPAS.com - Anda punya Jeep Wrangler empat pintu dan ingin mengubahnya jadi dua pintu atau model pikap, produsen mobil Amerika itu menyediakan paket baru yang dinamakan JK-8 Independence dari Mopar. Jip ini akan tampil dalam Moab East Safari di Utah, Amerika yang berlangsung 16 sampai 24 April.

Kit bodi yang disediakan oleh Mopar itu bisa dikerjakan sendiri dengan dua tempat duduk. Sedang bagian belakang (bak) bsai dijadikan tempat tidur dengan ukuran panjang 50 inci dan lebarnya sekitar 44 inci.

Paket yang ditawarkan Mopar sudah termasuk komponen-komponen dan perlengkapan yang dibutuhkan seperti lantai tempat tidur, panel bodi dalam dan luar, separuh bagian atas (hardtop) dan sekat yang baru.

Contoh modifikasi yang sudah dilakukan Jeep pada Jeep Scrambler CJ-8 buatan 1980-an. Pada jip tersebut, tak cuma bodi yang diganti. Keempat roda memakain ban 37 inci BF Goodrich Mud Terrarin KM2. Trus, gardan depan dipasangi Dynatrac ProRock 44 dan belakang Danas 44 dengan gigi rasio 4,88.

Untuk kaki-kaki dipasangi kit suspensi lengan panjang 4,5 inci, plus bemper off-road depan dan belakang 4x4.

Kepala penjualan dan pemasaran Mopar Jim Sassorossi mengatakan, bagi mereka yang suka akan jip dan mau ganti bentuk, pengerjaannya bisa dilakukan di akhir pekan.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Diposkan oleh iwan di 15.04  

0 komentar:

Poskan Komentar