“Burung Saline Penakluk "Les Tripelettes de Bonnville"” plus 2 more

Jumat, 15 April 2011

“Burung Saline Penakluk "Les Tripelettes de Bonnville"” plus 2 more


Burung Saline Penakluk "Les Tripelettes de Bonnville"

Posted: 15 Apr 2011 11:02 AM PDT

PERANCIS, KOMPAS.com - Sepeda motor konsep ini dirancang oleh desainer Charles- Edouard Berche, Ugo Spagnolo, Adrien Fuinesl, Frederic Dobbelstein, dan Jean-Phillipe Paries dari ISD di Valenciennes, Perancis. Mereka menamakan karyanya itu Saline Bird yang dibikin untuk mengukir rekor kecepatan "Les Tripelettes de Bonneville".

Keunikan kendaraan roda dua ini tak cuma dari segi bentuk dengan sadel mirip sepeda balap dipadu sokbreker tunggal di bawah sadel. Motor ini digerakkan oleh mesin bertekanan udara yang disuplai dari tiga unit tangki berkapasitas 27 liter.

Posisi tangki cukup unik. Dua unit sejajar dengan sadel, sedangkan satunya lagi berada di bawah kedua tangki dengan posisi menukik. Kerangka untuk meletakkan tangki udara terbuat dari bahan serat karbon. Panel-panel bodi diganti dengan bahan kulit.

Trus, pengendara ketika membesut, posisinya dibentuk seperti orang lagi bermain ski. Tujuannya, mengurangi hambatan angin. Uniknya, kalau ingin dibawa ke jalan raya, setangnya bisa diganti.

Ada satu yang tidak diungkapkan para penciptanya. Berapa tenaga burung Saline ini.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Mesin Diesel Volvo Makin Bertenaga dan Irit

Posted: 15 Apr 2011 10:18 AM PDT

GOTHENBURG, KOMPAS.com - Di Eropa, mesin diesel kini menjadi primadona. Hampir seluruh produsen, dari mobil kota sampai mewah, menawarkan produk bermesin diesel. Penyebabnya, mesin diesel moderen dengan teknologi "common rail" lebih ramah terhadap lingkungan, konsumsi bahan bakar lebih irit, suara mesin yang tidak lagi kasar dan getaran makin halus.  

Di samping itu, untuk perawatan, tidak terlalu ribet sehinga lebih praktis dan ekonomis. Karena itu pula, makin banyak produsen mengembangkan mesin diesel dengan kemampuan yang makin baik.

Salah satu produsen Eropa yang gencar mengembangkan  mesin diesel adalah Volvo. Terakhir produsen mobil Swedia yang sekarang  menjadi milik Geely, China, memodifikasi untuk meningkatkan  kemampuan kerja mesin diesel yang digunakan untuk V70, XC70 dan S60, yaitu mesin silider D5, 5-silinder dan dan D3 turbo diesel.

Injektor Piezo-elektrik
Untuk mesin D5, kemampuan ditingkatkan lagi untuk menghasilkan tenaga dan torsi dari 205PS/420Nm menjadi 215 PS dan 440 Nm. Secara bersamaan konsumsi bahan bakar makin irit sampai 8 persen.

Dengan mesin baru ini, konsumsi bahan bakar Volvo S80  transmisi manual  yang dipasangi sistem start/stop sistem, konsumsi bahan bakarnya (kombinasi) -  berdasarkan standar tes Eropa   -  4.9 literl/100 km atau 20,4 km/liter.

Diejelaskan pula, kalau teknik mengemudinya lebih baik lagi, akan membuat konsumsi bahan bakar dan polusi makin rendah. Untuk ini Vovo mengembangkan bagian tertentu dari mesin, dengan target menurun hambatan geseknya.

"Sebenarnya pengembangan pada beberapa bagian mesin yang  dilakukan secara bersamaan membuat mobil makin mantap dikemudikan. Biaya operasional juga makin murah/ Butuh waktu cukup lama  untuk menentukan dan memperbaiki detil kecil agar kerja mesin lebih efisien," kata Derek Crabb, Wakil Presiden Powertrain Engineering Volvo Cars.

Sekuensial Turbo
Sebelum dikembangkan lagi, mesin D5 dinilai sebagai mesin diesel terbaik di kelasnya. Pasalnya, mesin ini menggunakan teknologi twin-turbo sekuensial (berurutan), busi pijar keramik dan injeksi bahan bakar piezo-elektrik.

Fitur baru  yang dikembangkan pada mesin twin-turbo adalah dua turbocharger dengan ukuran berbeda,  bekerja secara tandem untuk menambah tenaga pada rentang putaran mesin yang lebih besar. Hasilnya, mesin jadi lebih responsif dan bertenaga serta makin mantap dikebut pada putaran tinggi. Teknologi  injektor piezo elektrik  membuat distribusi bahan bakar ke ruang bakar semakit akurat.  

Sementara itu mesin D3 yang menghasilkan tenaga 183 PS dan torsi 400 Nm diperkenalkan pada Vovlo S60 dan V60 pada 2010 dasarnya sama dengan D5. Hanya langkahnya lebih pendek sehingga  kapasitasnya turun menjadi 2,0 liter.

Kedua mesin menggunakan injektor yang sama,  yaitu piezo-elektrik. Dengan akurasi dan tekanan kerja yang tinggi, injektor ini bekerja lebih  menghasilkan pembakaran yang efektif. Selanjut, mobil bermesin diesel mantap dikebut pada berbagai kecepatan dan putarn mesin.

Faktor lain yang juga membuat mesin diesel ini makin hebat, urbocharger yang digunakan adalah tipe  geometri yang bisa berubah-ubah alias VGT (variable geometry turbocharger). Sudut daun turbo atau sudu-sudunya pada turbin berubah-ubah sesuai dengan putaran mesin atau tekanan gas buang dikeluarkan oleh mesin.

Tenaga dan torsi mesin D3 tidak berubah. Kendati demikian, kemampuan mesin ini membuat mobil yang menggunakannya makin enak dikemudikan.

"Mesin diesel moderen, torsi lebih besar dari tenaga. Dengan torsi besar, akselerasi jarak pendek lebih baik dari mesin bensin," jelas Derek Crab.

 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Distribusi Mitsubishi ke Dealer Turun

Posted: 15 Apr 2011 09:55 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Dampak dari bencana alam yang menimpa Jepang mulai dirasakan oleh  PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB). ATPM Mitsubishi di Indonesia ini mengalami penurunan produksi, sehingga pengiriman ke dealer-dealer pada April ini diperkirakan turun sampai 23,3 persen menjadi 10.000-an unit dari sebelumnya 13.047 unit.

"Situasi ini dilema, disaat pasar sedang bagus-bagusnya di Indonesia, pasokan unit baru justru berkurang," ujar Rizwan Alamsjah, Direktur Pemasaran KTB di Kantor KTB, Pulo Mas, Jakarta Timur, hari ini (15/4). Jumlah yang 10.000-an itu, lanjutnya  terbilang masih lumayan daripada prediksi awal perusahaan yang diperkirakan anjlok lebih rendah mencapai 7.000 unit. Tapi,  prinsipal di Jepang makin lama terus menghembuskan kabar positif membuat pasokan komponen bisa lebih tinggi.

Rizwan sendiri, katanya sudah menerima laporan dari prinsipal di jepang kalau Mitsubishi  tetap mencari pemasok alternatif dari Jepang. Tidak seperti merek lain, ada yang disuplai dari negara lain.

Sampai kini, rata-rata produk Mitsubishi yang dirakit di Indonesia baru mengandung 50 persen komponen lokal dan sisanya masih diimpor dari Jepang. Karenanya, KTB masih sangat bergantung pada prinsipal. "Saya rasa penurunan pasar akan terjadi dalam satu sampai dua bulan ke depan. Mudah-mudahan setelah Juni 2011 kondisi sudah membaik.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Diposkan oleh iwan di 15.01  

0 komentar:

Poskan Komentar