“Tips Mengemudi Irit BBM ala GM” plus 2 more

Kamis, 10 Maret 2011

“Tips Mengemudi Irit BBM ala GM” plus 2 more


Tips Mengemudi Irit BBM ala GM

Posted: 10 Mar 2011 09:04 AM PST

Kamis, 10 Maret 2011 | 17:04 WIB

autoevolution/GM

Teknik penghematan asupan bensin dari GM

DETROIT, KOMPAS.com — Harga minyak yang terus naik membuat pemilik mobil ikut pusing. Pasalnya, harus merogoh kocek lebih dalam lagi. Ternyata kondisi tersebut juga menjadi kekhawatiran produsen mobil. General Motors, misalnya, membuat artikel khusus, yaitu mengemudi irit bensin.

Produsen mobil terbesar di Amerika Serikat tersebut memberikan langkah-langkah sederhana yang mungkin sering kita hiraukan pada kondisi harian. Padahal, jika dilakukan dengan benar,  bisa mengirit bensin dan tentu saja ikut mengurangi emisi karbon.

Berikut 10 tips hemat berkendara ala GM * Pastikan mesin mobil terawat dengan baik. Sensor oksigen dan saringan udara yang bersih bisa menghemat konsumsi bahan bakar hingga 4 persen. * Perhatikan tekanan ban! Mesti harus sesuai dengan  produsen mobil. Biasanya tertera pada stiker di dalam pintu depan. Jika dilakukan dengan baik, bisa menambah jarak tempuh sampai 3,3 persen dari 1 liter bensin. * Kurangi bawaan di dalam mobil. Setiap pengurangan bobot 45,3 kilogram menghemat konsumsi bensin 2 persen. * Jangan kebut-kebutan, kalau bisa berkendara dengan kecepatan di bawah 85 per jam (kpj). Pasalnya, setiap kecepatan naik 10 kpj di atas 100 kpj akan membutuhkan bensin tambahan yang berarti juga biaya tambahan. * Jangan menghidupkan mesin saat ketika berhenti.  Karena setiap 15 menit stasioner, mesin akan membakar sekitar 100 cc  bensin secara cuma-cuma. * Jangan berakselerasi dan mengerem secara  mendadak. Kalau cara ini dilakukan, bisa berhemat bensin sampai 33 persen di  jalan tol dan 5 persen di jalan perkotaan. * Matikan penyejuk udara (AC) bila udara di luar segar. * Gunakan  oli mesin yang direkomendasikan pabrik,  menghemat 1-2 persen. * Hindari jalan-jalan padat lalu lintas.

Penulis: Agung Kurniawan
Editor: Zulkifli BJ
autoevolution

Sumber :

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Premium Naik, Otomotif Nasional Masih Oke

Posted: 10 Mar 2011 06:44 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com — Harga minyak mentah dunia yang kini sudah menembus 117 dollar AS per barrel—acuan pemerintah dalam APBN Indonesia 80 dollar AS per barrel—membuat Pemerintah Indonesia sedikit "panik" sehingga berencana menelurkan opsi menaikkan harga premium dari Rp 4.500 menjadi Rp 5.000 per liter (naik Rp 500). Para pelaku industri otomotif mengaku tidak kaget dengan kebijakan itu dan masih relevan dibanding opsi lainnya.

Jongkie D Sugiarto, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), mengatakan, rencana kenaikan harga premium sebesar Rp 500 masih bisa diterima sektor otomotif karena masih dalam angka psikologis. Selain itu, penguatan kurs rupiah yang positif diharapkan masih bisa mendukung kondisi ekonomi nasional.

"Dengan harga premium Rp 5.000 per liter, saya rasa target minimal penjualan mobil 800.000 unit pada tahun ini masih bisa tercapai. Namun, kalau kenaikannya lebih dari itu (Rp 500), penjualan mobil bisa menukik ke tahun lalu, balik ke angka 700.000-an unit," ujar Jongkie kepada Kompas.com, Rabu (9/3/2011).

Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor, menambahkan, ada satu hal yang perlu diperhatikan pemerintah dalam mengambil kebijakan. Hal itu jangan bersifat jangka pendek. Khusus BBM, menurutnya, opsi kenaikan harga lebih tepat ketimbang pembatasan konsumsi yang semula dicanangkan. "Lebih baik dinaikkan saja, tetapi yang sesuai karena kalau pembatasan akan lebih rumit penerapannya di lapangan," ujar Johnny.

Suara dari pelaku industri roda dua juga menyambut kebijakan itu. Sigit Kumala, Senior General Manager Sales Division PT Astra Honda Motor—produsen sepeda motor terbesar di Indonesia—mengatakan, meski cuma naik Rp 500, ada pengaruh, khususnya biaya hidup. Namun meski premium naik, sepeda motor menurutnya masih yang paling ekonomis dibandingkan alat transportasi lain. "Sepeda motor masih jadi pilihan utama karena lebih irit. Target AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) yang dipatok 8,3 juta unit masih bisa dicapai," urai Sigit.

Vaibhav Gupta, General Marketing and Customer Satisfaction PT Bajaj Auto Indonesia, juga masih yakin terhadap pasar meski harga premium naik. Dia memprediksi, kenaikan harga BBM otomatis memicu terjadinya inflasi. Namun, hal itu tak berdampak terlalu besar dan diimbangi oleh terkereknya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate).

"Saat BI Rate ini naik, baru nanti ada pengaruhnya, tetapi juga tak besar. Lembaga perusahaan hanya akan memangkas jangka waktu cicilan lebih singkat dari sebelumnya; boleh kredit sampai lima tahun, jadi tinggal tiga tahun," komentar Vaibhav.

Loading...

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Hino Luncurkan Truk Hibrida Diesel

Posted: 10 Mar 2011 06:35 AM PST

Kamis, 10 Maret 2011 | 14:35 WIB

Hino Motors

Truk Hibrida Hino yang dipasarkan di Amerika Serikat: Kombinasi mesin diesel dan motor listrik.

NOVI, KOMPAS.comHino, produsen khusus truk dari Jepang yang berada di bawah kelompok Toyota, juga ikut meningkatkan jumlah kendaraan hibrida yang dipasarkan di berbagai negara, terutama di Jepang dan Amerika Utara. Kemarin, Hino mulai memperkenalkan truk hibrida untuk pasar Amerika, yang menggabungkan mesin diesel dengan motor listrik.

Versi truk hibrida yang diperkenalkan tersebut adalah cab over engine (COE) atau mesin berada di bawah kabin. Dua model yang ditawarkan dengan penggerak hibrida adalah 155h dengan tonase (gross vehicle weight atau GVW) 6,5 ton dan 195h bertonase 8,8 ton.  

Kedua truk tersebut menggunakan mesin J05E Hino berkapasitas 5 liter dan menghasilkan tenaga 157 kW (210 PS) dan torsi 597 Nm. Untuk memindahkan tenaga mesin dan motor listrik ke roda, Hino menggunakan transmisi otomatik 6-percepatan Aisin. Untuk baterai, mereka memakai NiMH.

Teknologi khusus yang ditambahkan untuk truk hibrida adalah Sistem Kontrol Adaptif Hibrida (Hybrid Adaptive Control System atau HACS) yang selalu berkomunikasi dengan komputer mesin atau engine control unit (ECU). Dengan cara ini, kondisi mengemudi dan jalan bisa dievaluasi sehingga konsumsi bahan bakar bisa dioptimalkan.  

Editor: Zulkifli BJ greencarcongress

Sumber :

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Diposkan oleh iwan di 15.08  

0 komentar:

Poskan Komentar