“Pabrik Toyota, Honda, dan Nissan Rusak” plus 2 more

Jumat, 11 Maret 2011

“Pabrik Toyota, Honda, dan Nissan Rusak” plus 2 more


Pabrik Toyota, Honda, dan Nissan Rusak

Posted: 11 Mar 2011 09:39 AM PST

TOKYO, KOMPAS.com — Gempa yang memicu Tsunami melanda Sendai, Jepang timur, membuat tiga produsen otomotif, yakni Toyota Motor Corporation, Honda Motor Company, dan Nissan Motor Company terkena dampak. Seluruh kegiatan produksi di ketiga produsen tersebut terpaksa berhenti total.

Juru bicara Toyota Motor Corporation (TMC), seperti dilansir bloomberg, Jumat (11/3/2011), mengatakan, seluruh kegiatan produksi Toyota dihentikan di Miyagi Prefecture, terhitung hari ini. Kapasitas pabrik ini mencapai 120.000 unit per tahun dan Toyota tengah memproduksi hatchback Yaris. Kondisi ini membuat TMC langsung menghentikan aktivitas ekspor Yaris, Scion Xb, dan Scion XD ke Amerika Serikat.

Toyota terus mengevakuasi pekerjanya di pabrik yang terkena dampak gempa bumi, termasuk perusahaan mitranya, Kanto Auto Works Limited dan Central Motors Company. "Sampai kini situasi masih bergejolak dan kami masih mengumpulkan informasi terkini," ucap Dion Corbett seperti dilansir autonews, hari ini.

Selain TMC, beberapa pemasok komponen otomotif, termasuk Toyota Boshoku Corporation dan Denso Corporation (produsen komponen otomotif terbesar di Jepang) juga melakukan hal yang sama. Goro Kanemasu, juru bicara Denso Corporation, di Jepang mengatakan, pabrik yang masih dalam proses pembangunan di sebelah selatan Miyagi itu rusak. Namun, semua karyawan pabrik berhasil diungsikan ke lokasi yang aman.

Sementara itu, seorang pria dan wanita karyawan Honda Motor Company dilaporkan tewas di pabrik Tochigi, wilayah Kanto, dekat Utsunomiya. Aktivitas pabrik dihentikan. Di sana Honda memproduksi baterai untuk mobil hibrida serta merupakan pusat penelitian dan pengembangan. Adapun Nissan Motor Company masih mengumpulkan data kerusakan.

Loading...

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

"Twitt" Agen Promosi Bikin Chrysler Dongkol

Posted: 11 Mar 2011 09:03 AM PST

Jumat, 11 Maret 2011 | 17:03 WIB

lovelyish.com

Pesan Chrysler yang bermasalah di Twitter

DETROIT, KOMPAS.com — Emosi Chrysler Group lagi di ubun-ubun akibat ulah salah satu karyawan perusahan agen promosi yang mengirim pesan lewat situs jaringan sosial Twitter kepada 8.000 pengikutnya (followers). Isinya mencoreng nama baik produsen mobil terbesar ketiga di Amerika Serikat itu karena menggunakan kata-kata kotor. Demikian dilaporkan autonews, Jumat (11/3/2011).

Saking dongkolnya, Chrysler langsung memutus kontrak hubungan kerja dengan New Media Strategies (NMS), tempat si agen bekerja dan bertanggung jawab menangani promosi beberapa merek, seperti Chrysler, Dodge, Jeep, Ram Truck, dan Fiat, melalui situs jaringan sosial global (Facebook, Twitter, MySpace, dan lain-lain).

Lalu seberapa parahkah kalimat yang menimbulkan permasalahan itu? Berikut kutipan langsungnya: "I find it ironic that Detroit is known as the #motorcity and yet no one here knows how to f****** drive." Cuma berselang beberapa saat, kalimat tersebut kemudian diganti dengan permintaan maaf bertuliskan: "Our account was compromised."

"NMS telah sepakat tetap mendukung kami sampai perusahaan memutuskan untuk menunjuk agensi baru. Kami berterima kasih pada mereka terhadap semua yang pernah dilakukan dan berharap yang terbaik ke depan," tulis Chrysler dalam sebuah pernyataan.

"NMS mengaku menyesal atas kejadian yang tak mencerminkan kerja keras kami selama ini untuk Chrysler. Kami hargai keputusan mereka dan bekerja dengan mereka sampai menemukan pengganti," urai Pete Snyder, Direktur Utama sekaligus pemilik NMS.

Penulis: Agung Kurniawan
Editor: Bastian
autonews

Sumber :

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Mobil Hybrid Karya Seniman Perancis

Posted: 11 Mar 2011 08:24 AM PST

Jumat, 11 Maret 2011 | 16:24 WIB

CARSCOOP

Desain pelek yang unik sekaligus jadi fan untuk mengisi baterai

CARSCOOP

carscoop

Bagian dari Ventile dengan bobotnya

carscoop

PERANCIS, KOMPAS.com - Saat ini para prinsipal otomotif dunia, baik di Asia, Eropa dan Amerika lagi gencar-gencarnya mengarahkan ke teknologi ramah lingkungan untuk kendaraannya. Baik model hybrid (termasuk plug-in), listrik, fuel cell muapun hydrogen yang lagi dikembangkan bertujuan mengurangi pemanasan global.

Namun, teknologi yang disodorkan membuat harga mobil saat ini (hybrid) bisa tiga kali lipat dari mesin bensin. Pantas, bila pemasarannya masih butuh bantuan pemerintah dan jumlahnya pun jauh di bawah mesin bensin.

Nah, seniman dan guru dari Perancis Thierry Dumaine coba membuat konsep mobil hybrid dari imajinasinya yang disebutnya Ventile yang bobot maksimum lebih 350 kg. Prinsip dan sistem kerjanya hampir sama dengan teknologi hibrida, malah ini sangat sederhana.

Jadi, bila di mobil hybrid, pengisian baterai yang berfungsi menggerakkan motor dari deselerasi dan saat dilakukan pengereman. Sedangkan pada Ventile, keempat roda terdapat sirip-sirip yang melingkar di pelek, tapi tidak ditempelkan ke roda berputar sesuai dengan pelek menyerupai kincir angin.

Tak cuma itu. Pada bagian tengah terdapat fans besar yang diputar oleh dorongan angin yang disalurkan dari depan. Baterai yang sudah terisi akan menggerakkan dua motor listrik untuk menjalankan kedua roda belakang.

Hanya, imajinasi Dumaine ini diragukan keampuhannya saat diterapkan pada dunia nyata.

Editor: Bastian carscoop

Sumber :

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Diposkan oleh iwan di 15.02  

0 komentar:

Poskan Komentar