“Mitsubishi Berencana Merakit SUV di Indonesia” plus 2 more

Rabu, 02 Maret 2011

“Mitsubishi Berencana Merakit SUV di Indonesia” plus 2 more


Mitsubishi Berencana Merakit SUV di Indonesia

Posted: 02 Mar 2011 10:10 AM PST


Korporasi
Rabu, 2 Maret 2011 | 18:10 WIB

KOMPAS.com/Zulkifli BJ

Di kategori komersial, truk 2-ton, Mitsubishi sangat dominan di Indonesia dan belum bis didekati oleh kompetitornya.

JAKARTA, KOMPAS.com — Mitsubishi Corporation,  induk Mitsubishi Motor Corporation, menyatakan  menyiapkan dana 20 miliar dollar AS (Rp 176,2 triliun) untuk investasi 5-10 tahun ke depan. Dana itu digunakan untuk menggarap berbagai proyek, infrastruktur, dan industri otomotif. Dijelaskan pula, Mitsubishi berencana mendirikan perakitan sport utility vehicle (SUV) di Indonesia.

Hal tersebut diutarakan Gita Wirjawan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) seusai mengadakan pertemuan bisnis bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pemimpin Mitsubishi Ken Kobayashi di Jakarta, Indonesia, hari ini.

Selain otomotif, Mitsubishi juga berencana menggarap beberapa proyek lain termasuk proyek kereta api, bandara, dan pembangunan pembangkit tenaga listrik, setelah sebelumnya masuk ke sektor minyak dan perkapalan di Indonesia.

Rizwan Alamsjah, Direktur Pemasaran PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), wakil Mitsubishi Motor di Indonesia, mengakui hal tersebut, "Semua merupakan rencana jangka menengah dan panjang Mitsubishi di Indonesia. Mudah-mudahan terwujud," ujarnya ketika dikonfirmasi Kompas.com. Namun, Rizwan mengaku tak mengetahui berapa alokasi khusus  untuk otomotif di Indonesia.

Rizwan menjelaskan, KTB sudah menghentikan produksi mobil penumpang (passanger car) di Indonesia sejak 2005 dan fokus menggarap kendaraan komersial saja termasuk truk dan minibus. "Kami sudah hadir di otomotif Indonesia sejak 70 tahun lalu dan menjadi salah satu pemain utama," ujarnya.

Penulis: Agung Kurniawan
Editor: Zulkifli BJ
AFP

Sumber :

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

BMW Vision ConnectedDrive, Visi Mobil Masa Depan

Posted: 02 Mar 2011 09:51 AM PST


Geneva International Motorshow 2011
Rabu, 2 Maret 2011 | 17:51 WIB

UnitedPictures

Penampilan BMW Vision Connected Drive di Jenewa

UnitedPictures

Penampilan superspor car BMW Vision Connected Drive didominasi dengan bodi metalik. Hanya lampu belakang dengan warna oranye

UnitedPictures

Penumpang dan pengemudi punya layar informasi sendiri-sendiri

UnitedPictures

BMW Vision ConnectedDrive

JENEWA, KOMPAS.com - Mobil konsep BMW yang menarik perhatian pada Pameran Mobil Jenewa  kali ini adalah Vision ConnectedDrive. Penampilan sosok mobil "merangsang"  karena desain yang beda dan unik plus dominasi warna metalik seluruh bodinya.

Hanya belakang, dikombinasikan dengan tutup lampu oranye. Sedangkan interior, kursi pengemudi dan penumpang  dirancang dengan unik. Kokpit punya dua layar monitor, masing untuk pengemudi dan penumpang.

Sebelum tampil di pameran ini, BMW sudah menyatakan, Vision ConnetedDrive sebagai supercar masa depan dan menjadi bagian dari jejaring  internet dunia. Karena itu pula, mobil konsep ini dinilai sebagai cerminan mobil masa kini dan yang akan datang. Faktor tersebutlah yang menyebabkan BMW dinamakan  Vision ConnetedDrive.

Kokpit menggunakan layar monitor yang dapat menghasilkan gambar dengan efek 3D dan menampilkan ikon, seperti mengoperasikan komputer tablet atau smartphone. Hebatnya, instrumen ini bisa diprogram. Informasi yang dihasilkan  juga dapat diproyeksikan ke bagian bawah kaca di depan pengemudi dan menghasilkan tayangan informasi yang dikenal dengan Head-Up Display (HUD).  

Layar monitor penumpang dapat dimanfaatkan sebagai navigator pintar. Penumpang, yang juga bertugas sebagai co-pilot, bisa mengevaluasi informasi dan mendapatkan detil sistem navigasi yang diterimanya secara "oline". Setelah disaring dapat di'"forward" alias diteruskan ke instrumen pengemudi bila perlu.

Kemampuan tersebutlah yang disebut BMW dengan sebagai interaksi antara pengemudi dan penumpang. Sedangkan penumpang dengan jejaring sosial dan lingkungan. Bahkan juga disediakan "Emotional Browser" yang menghadirkan banyak pilihan informsi sesuai dengan selera penumpang dan pengemudinya.

Editor: Zulkifli BJ

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Subaru Boxer Diproduksi 2012

Posted: 02 Mar 2011 07:17 AM PST

Rabu, 2 Maret 2011 | 15:17 WIB

WCF

Dimensi lebih pendek dari Toyota FT-86 II

WCF

GENEVA, KOMPAS.com - Toyota dan Subaru sama-sama memajang konsep sportcar FT-86 II di Jenewa, hasil kolaborasi mereka. Keduanya menunjukkan peran masing-masing yang terlihat dari tampilan sedan sport berpenggerak roda belakang tersebut.

Toyota yang menggarap bodi menampilkan secara utuh FT-86 II, sementara Subaru dengan model transparan, sehingga mesin dan kaki-kaki terlihat dengan jelas. Dalam proyek ini, Subaru menyuplai mesin normal BOXER berkapasitas 2.000 cc yang dipasang horizontal dekat bagian depan.

Boxer menggunakan bahan aluminium untuk menekan bobot. Dibanding dengan Subaru AWD (All Wheel Drive), menurut pihak Subaru, "Posisi mesin sekarang ini letaknya lebih rendah dan menghasilkan keseimbangan yang lebih baik, handling bagus dan pusat gravitasi lebih rendah."

Dari segi dimensi, keduanya berbeda. Jika punya Toyota memiliki panjang 4.235 mm, lebar 1.795 mm, tinggi 1.270 mm dengan wheelbase 2.570 mm. Sedang Subaru, tingginya lebih rendah 200 mm dan panjangnya lebih pendek 350 mm.

Editor: Bastian worldcarfans

Sumber :

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Diposkan oleh iwan di 15.02  

0 komentar:

Poskan Komentar