“Giliran Suzuki Kembali ke Era 100cc” plus 2 more

Selasa, 15 Maret 2011

“Giliran Suzuki Kembali ke Era 100cc” plus 2 more


Giliran Suzuki Kembali ke Era 100cc

Posted: 15 Mar 2011 10:13 AM PDT

Selasa, 15 Maret 2011 | 17:13 WIB

Suzuki

Slingshot 125cc, saat in mengisi segmen terendah Suzuki di India

NEW DELHI, KOMPAS.com - Setelah Honda Motorcycles & Scooters India Limited (HMSI) menyatakan kembali menggarap segmen sepeda motor 100cc, hal yang sama juga dikemukan oleh  Suzuki Motorcycle India (SMI). Rencana ini disampaikan langsung oleh Wakil Presiden  Pemasaran dan penjualan  Suzuki Motorcycle India's, Atul Gupta, diberitakan oleh  indiancarbikes.com, kemarin.

"Kami saat ini berupaya meningkatkan volume. Sekarang, kami mulai beranjak memperluas dan memperkenalkan produk baru untuk mendongkrak penjualan di segmen 100cc," ujar Gupta. Ditambahkan,  segmen murah  masih paling  besar di India dengan total volume 5 juta unit atau 50 persen dari total pasar. Sampai kini, baru dua merek menikmati segmen 100cc di India, yakni Hero Honda dan Bajaj Auto.

Penulis: Agung Kurniawan
Editor: Zulkifli BJ

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Bikin Rangka Bodi Mobil Hanya 1 Menit

Posted: 15 Mar 2011 10:01 AM PDT

TOKYO, KOMPAS.com — Ingin bikin mobil konsep dalam satu menit? Teknologi yang baru saja dikembangkan oleh Teijin ini akan sangat membantu. Pasalnya, dengan menggunakan carbon fiber reinforced plastic termoplastik dan pres (mesin cetak), proses hanya berlangsung satu menit. Demikian dijelaskan oleh perusahaan asal Jepang tersebut minggu lalu.

Teijin pun memperlihatkan rangka bodi yang disebut "white body" seukuran kendaraan kecil dan dibuat dengan proses carbon fiber reinforced plastic (CFRP) termoplastik. Contoh rangka kabin ini sudah dipasangi motor listrik, suspensi, jok, dan ban dan bisa dikebut 60 kpj. Hebatnya lagi, beratnya hanya 47 kg atau seperlima bobot rangka kabin yang dibuat dari pelat. Jumlah komponen juga tidak banyak, hanya 20 benda!

Komponen massal
Dijelaskan pula, teknologi baru ini tidak hanya untuk membuat rangka kabin, tetapi juga komponen mobil lainnya. "Terutama komponen yang harus diproduksi secara massal dan butuh waktu cepat," urai perusahaan tersebut dalam rilisnya. Teknologi ini menggabung proses cetak injeksi (injection molding) CFRP termoplastik dengan cetak tekan (press molding).

Jenis resin lain, yaitu polypropylene (PP) dan polyamide (PA), juga bisa digunakan. Komponen pada contoh model rangka bodi mobil yang diperlihatkan Teijin dibuat dari PP dan PA yang dibentuk dengan cetak tekan dan cetak injeksi.

Pada cetak tekan, material diproses dengan mencampurkan serat karbon bersama resin termoplastik. Untuk ini, digunakan dua cara. Pertama, material dasar disusun searah untuk membuatnya sangat kuat pada arah terbatas. Cara kedua, bahan dasar isotropik, kekuatan yang dihasilkan sama pada semua arah dan membuat bahan mudah ditekuk untuk berbagai bentuk.   

Proses cetakan injeksi mencakup penggunaan serat panjang berisi pelet (long thermoplastic pellet atau LTP) yang digunakan untuk proses terhadap material. Kendati kekuatannya tidak sekuat bila dibuat dengan cetak tekan, LTP cocok untuk membuat komponen dengan bentuk rumit seperti sambungan. Bahkan proses itu bisa dilakukan dengan menggunakan mesin cetak injeksi yang ada sekarang.

Untuk sambungan CFRP, Teijin masih menggunakan kelim (rivet) metal untuk protipe rangka bodi yang mereka buat. Nantinya akan dikembangkan teknologi sambungan agar proses pembuatan komponen lebih cepat lagi, di bawah satu menit. 

Untuk yang terakhir, proses tidak dijelaskan secara detail. Teijin hanya mengatakan, itu sama dengan pengerjaan menggunakan las alias tidak menggunakan lem sama sekali. Cara ini juga bisa digunakan untuk menggabungkan bahan berbeda, misalnya CFRP dengan logam. Selain untuk komponen mobil, proses tersebut juga bisa dipakai untuk membuat komponen perkakas dan robot.

Loading...

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Horex VR6, Sepeda Motor Bermesin Radikal

Posted: 15 Mar 2011 08:31 AM PDT

JERMAN, KOMPAS.com - Salah satu merek sepeda motor Jerman, Horex kembali masuk jalur pasar (setelah berhenti pada 1950-an) akan memasarkan produknya akhir 2011 yang kini sedang menjalani tes. Mesin yang digendong kendaraan berotot ini cukup radikal, berkonvigurasi "V" dan punya tenaga 200 HP, juga lagi dalam pengembangan.

Kenapa dikatakan radikal? Karena, jantung pacu Horex berkapasitas 1.218 cc V6 (bore 68 mm dan stroke 55 mm) dilengkapi supercharged ini, terinspirasi dari kesuksesan mesin VR6 VW. Jika dilihat dari luar penampilannya seperti tiga silinder, padahal multisilinder segaris.

Mesin ini digarap oleh insinyur Jerman Clemens Neese bersama mitra bisnisnya, Frank Fischer. Pengembangannya sudah dilakukan selama lima tahun terakhir secara rahasia. "Ini mesin 6 silinder yang halus, tapi hentakannya ganas dengan mengeluarkan suara yang khas," bangga Fischer.

Sedang desain motor dikerjakan oleh Peter Naumann dengan karya besarnya seperti Moto Guzzi MZ 1000 dan 1000SF. Dan paling fenomenal skuter BMW C1 dan konsep tiga roda Clever dengan kedua roda depan dimiringkan saat hendak membelok.

"Dalam fase uji coba itu kami ingin mengetahui konfigurasi suspensi, dasar geometri dan penyetelan mesin yang sesuai dan cocok," jelas Hennes Fischer, Kepala Pengembangan Horex. Ditambahkan oleh Hennes, pihaknya menggunakan dua unit prototipe dengan spesifikasi yang berbeda untuk tes independen.

Jadi, lanjutnya, ini satu-satunya cara bisa mengevaluasi respon mesin di semua kondisi, dan mengetahui bagaimana kerja per dan kerangka dengan beban yang berbeda di jalanan aspal. Kemudian, untuk menekan efisiensi (biaya), banyak komponen komersil dipakai saat pengujian, kecuali sistem exhaust yang tampaknya belum siap diproduksi. Para insinyur Horex memberi teknologi "tough rubber belt" untuk mengirim daya yang disalurkan ke roda belakang.

Horex akan dipasarkan akhir 2011 dengan harga diperkirakan Rp234 juta, masih lebih murah ketimbang pesaingnya Yamaha V-Max yang dibenderol Rp254 juta. Tapi, untuk saat ini fokus perusahaan membangun jaringan dealer di Swiss, Jerman dan Austria.

Loading...

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Diposkan oleh iwan di 15.04  

0 komentar:

Poskan Komentar