“Dorsoduro 1200 "Maxi-Motard" Aprilia” plus 2 more

Rabu, 09 Maret 2011

“Dorsoduro 1200 "Maxi-Motard" Aprilia” plus 2 more


Dorsoduro 1200 "Maxi-Motard" Aprilia

Posted: 09 Mar 2011 10:08 AM PST

Rabu, 9 Maret 2011 | 18:08 WIB

ITALIA, KOMPAS.com - Senin (7/3), ketika Ducati memperkenalkan produk terbarunya Multistrada 1200 Pikes Peak sebagai edisi spesial, Aprilia juga meluncurkan Dorsoduro 1200 yang bentuknya punya kemiripan pada bagian tertentu. Terutama dari kode angka menandakan kesemaan dalam kapasitas mesin, yakni 1.200 cc, tapi Dorsoduro punya tiga tenaga pilihan (sport, turing dan hujan).

Makanya, Aprilia menyebut Dorsoduro ini sebagai "maxi-motard", meski pemakaian nama Dorsoduro bagi masyarakat Italia paling jelek di planet ini. Selain hebat di tenaga dengan 130 HP yang dikeluarkan dari mesin V-Twin, moge ini dilengkapi sistem traksi kontrol dan ABS.

Ketika merancang Dorsoduro, Aprilia tak ingin sama seperti umumnya sepeda motor di kelasnya. Spesifikasinya harus berada di atas, maka keberhasilan pebalap max Biaggi menyandang juara dunia di arena kejuaraan dunia superbike (WSBK) 2010, dijadikan inspirasi di sektor mesin.

Termasuk juga sasisnya model ganda diaplikasikan dari Aprilia yang telah banyak memenangkan balapan. Menariknya lagi, lengan ayun ganda dipadu dengan desain ujung knalpot yang seperti menempel di ujung sadel dengan menghadap ke atas dan diberi perisai, membuat tampilan Dorsoduro lebih kekar.

Tenaga yang besar itu tak usah khawatir motor tidak berhenti ketika direm. Aprilia sudah meningkatkan performa penghenti laju dengan pemakaian kaliper yang radikal dari Brembo. Unsur kenyamanan saat berkendara juga sudah diprioritaskan, seperti teknologi ride-by-wire ditambah kopling hidrolik.

Editor: Bastian aprilia

Sumber :

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Penumpang Turun 5 Persen, Komersial 0,5 Persen

Posted: 09 Mar 2011 08:20 AM PST


Penjualan Mobil Februari 2011
Rabu, 9 Maret 2011 | 16:20 WIB

ilustrasi: KOMPAS.com/Zulkifli BJ

Penjualan kendaraan penumpang dan komersial 2011

JAKARTA, KOMPAS.com – Berdasarkan data paling akhir yang diperoleh KOMPAS.com dari salah satu anggota GAIKINDO,  penurunan penjualan pada Februari – bandingkan dengan Januari 2011 -  tidak terlalu besar.  

Untuk ritel, penurunan hanya 5,6 persen, yaitu dari 69.888 unit menjadi 65.939 unit. Sedangkan wholesales (WS) 5,9 persen, yaitu dari 73.866 unit menjadi 69.489. Kendati demikian, penjualan selama Februari 2011, lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Untuk WS penurunan terbesar dialami oleh kendaraan penumpang, dalam hal ini adalah sedan dan non-sedan (MPV dan SUV). Sedangkan komersial, lebih tinggi dibandingkan dengan Januari. Kendati demikian,  untuk ritel kedua kategori mengalami penurunan: penumpang  5 persen sedangkan komersial 0,5 persen (lihat tabel).

Rata-rata merek mengalami penurunan tipis termasuk Toyota, pada Januari masih tetap naik. Kendati demikian yang juga ada merek masih tetap memperoleh kenaikan (tipis), antara lain Honda, Isuzu, Ford, Mazda, Chevrolet, Hyundai, Kia dan BMW.

Dua bulan pertama 2011, total penjualan sudah mencapai 135.827 unit untuk ritel dan 143.355 unit untuk wholesales.

Ritel kendaraan penumpang dan komersial  2011

Jenis Januari Februari Total
Penumpang 48.721 46.253 94.974
Komersial 21.167 19.686 40.853
Total 69.888 65.939 135.827

 Wholesales kendaraan penumpang dan komersial 2011

Jenis Januari Februari Total
Penumpang 52.595 48.106 100.701
Komersial 21.271 21.383 42.654
Total 73.866 69.489 143.355

Ritel ritel 16 merek  2011

Pos. Merek Januari Februari Total
1. Toyota 26.355 25.560 51.915
2. Daihatsu 11.008 10.018 21.026
3. Mitsubishi 10.694 9.196 19.890
4. Suzuki 6.253 5.722 11.975
5. Nissan 4.131 3.951 8.082
6. Honda 4.027 4.044 8.071
7. Hino 2.292 1.848 4.140
8. Isuzu 1.938 1.951 3.889
9. Ford 882 922 1.804
10. Mazda 505 560 1.065
11. Chevrolet 356 476 832
12. Hyundai 334 454 788
13. Mercedes 273 285 558
14. Kia 174 302 476
15. Proton 129 68 197
16. BMW 91 100 191

Penulis: Zulkifli BJ
Editor: Zulkifli BJ

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Hyundai Kirim 500 Unit H1 ke Thailand

Posted: 09 Mar 2011 08:04 AM PST

Rabu, 9 Maret 2011 | 16:04 WIB

KOMPAS.COM/AGUNG KURNIAWAN

Bebin dari produk Jepang beralih ke Korea

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) sudah mengekspor 500 unit H1 ke Thailand tahun lalu dan merupakan prestasi tersendiri. Karena, baru Indonesia yang mendapatkan lampu hijau dari prinsipal Hyundai Motor Company di Korea memasok unit ke negara lain.

"Kita sudah mulai sejak November sampai Desember 2010 dengan mengirim 240 unit, kemudian Januari-Februari 2011 sudah 250 unit," jelas Erwin Djajadipurta, Senior Vice President Marketing, Sales and Marketing HMI di sela peluncuran di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta Selatan, hari ini (9/3).

Sepanjang tahun ini, HMI menargetkan ekspor 2.000 unit H1 ke Thailand dan mulai menjajaki Malaysia sebagai negara tujuan berikutnya. Adapun model yang diekspor CRD-i. "Kalau Malaysia mungkin baru pertengahan tahun, jumlahnya tak banyak," tambah Erwin tanpa mau mengatakan berapa jumlah pastinya.

Dalam acara gathering itu, HMI mengumumkan bergabungnya Bebin Djuana sebagai Marketing Vice President Director. Sebelumnya, ia menjabat Overseas Sales & Marketing di PT Suzuki Indomobil Motor. "Hyundai merupakan merek besar di dunia dan menjadi salah satu pemain global. Selain itu, Hyundai juga sering mengembangkan model-model global," komentarnya.

Penulis: Agung Kurniawan
Editor: Bastian

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Diposkan oleh iwan di 15.02  

0 komentar:

Poskan Komentar