“VW Passat Dirakit di Malaysia” plus 2 more

Minggu, 13 Februari 2011

“VW Passat Dirakit di Malaysia” plus 2 more


VW Passat Dirakit di Malaysia

Posted: 13 Feb 2011 03:43 AM PST

Minggu, 13 Februari 2011 | 11:43 WIB

autoevolution

MALAYSIA, KOMPAS.com - Indonesia bakal kedatangan Volkswagen Passat, paling cepat 2012. Memang, belum ada pernyataan dari ATPM VW di Indonesia, tapi indikasi lainnya bahwa sedan premium VW itu akan dirakit di Malaysia, November 2011 dilakukan oleh divisi VW Malaysia yang bekerja sama dengan RB-Hicom yang menyediakan fasilitas pabrik.

Kepastian itu disampaikan langsung Menteri perdagangan Internasional dan Perindustrian Malaysia Datuk Seri Mustapa Mohamed di lokasi pabrik DRB Hicom di komplek otomotif di Pekan, Pahang, awal Februari lalu.

"Ini hasil kolaborasi DRB-Hicom dan VW yang sudah disepakati Desember 2010. Saat kini, sudah ada 20 tenaga ahli dari VW melakukan diskusi dan menentukan finalisasi produksi di kantor pusat VW malaysia," jelas Mustapa.

Sedan yang dirakit bermesin 1,8 liter TSI mempunyai tenaga 160 HP dengan torsi 250 Nm pada 1.500-4.200 rpm. Ketika dilakukan akselerasi 0-100 km ditempuh 8,5 detik, sementara kecepatan maksimum mencapai 220 km per jam.

Jantung pacu empat silinder yang menggunakan girboks DSG 7-speed ini sudah dikembangkan efisiensinya dari 6,91 liter per 100 km menjadi 7,4 liter per 100 km.

Penulis: Sabastian
Editor: Bastian

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Jaga "si Kotak" di Mobil Jangan Sampai Ngadat

Posted: 13 Feb 2011 03:04 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Aki mobil termasuk salah satu komponen vital pada mobil. Bila 'si kotak' ini sampai mengalami soak, kontan membuat banyak bagian pada kendaraan tidak berfungsi. Paling utama, mesin tidak akan bisa dihidupkan (tidak bisa dikontak).

Sementara jenis aki sendiri ada tiga macam. Pertama, aki basah (konvensional) dan paling populer karena masih banyak dipakai. Berisi cairan asam sulfat (H2SO4) sebagai zat elektrolit untuk menyimpan arus listrik. Terdapat lubang di bagian atas untuk menambah air aki, makanya volumenya mesti sering diperiksa.

Kedua, aki hybrid. Bentuk mirip dengan aki basah. Perbedaannya, hanya pada material di mana sel-selnya menggunakan lapisan low-antimonial (minim penguapan) pada sel positif dan kalsium pada sel negatif. Sehingga performanya lebih baik, termasuk juga sifat self-dischargenya.

Ketiga, aki bebas perawatan (maintenance free). Didesain khusus mampu menekan tingkat penguapan pada air aki dan terbuat dari basis jenis aki hybrid maupun kalsium. "Untuk meminimal penguapan digunakan teknologi double cover dan multihybrid pada sel aki. Tujuannya, untuk mencegah air aki menguap pada suhu tinggi," jelas Hadi Budiarto, General manager PT Wacana Proma Sentosa, distributor aki Massiv.

Aki tetap rusak, bisa karena kurang perawatan atau lantaran usaia pakainya sudah habis. Untuk terhindar dari aki bermasalah, ada baiknya kenali gejalanya seperti di bawah ini.

1. Pada kutub (kepala aki) terdapat kerak putih yang disebabkan penguapan yang berlebihan. Segera bersihkan dengan menyiram air panas untuk merontokkan keraknya. Jika keraknya membandel bisa dihilangkan dengan sikat kawat.

2. Mesin terasa pincang. Sepintas, gejala ini mirip dengan kerusakan pada komponen pengapian. Untuk membdekannya, nyalakan lampu mobil jika sinarnya redup, bisa dipastikan aki bermasalah. Bisa dilihat pada lampu indikator (dalam keadaan menyala), bila dimainkan lampu utama sinar di lampu indikator turun.

3. Mesin sulit dihidupkan (ketika kunci dikontak, tak ada gerakkan). Hal ini dikarenakan aki tak bisa menyimpan arus listrik yang butuh untuk memutar dinamo starter. Solusinya, lakukan dengan cara jumper.

4. Aki terlihat membesar menandakan terdapat gas hidrogen yang terlampau banyak akibat pengisian listrik berlebihan. (Tim Car Tuning&Guide)

Loading...

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Wanita Usah Gusar Saat Nyetir, Asal Bawa Ini

Posted: 13 Feb 2011 01:16 AM PST

Minggu, 13 Februari 2011 | 09:16 WIB

CAR&TUNING GUIDE/EKO PURBOYO

Dari kiri: Dongkrak Krisbow, pompa Cuido, dongkrak Car jack dan pompa heavy duty

JAKARTA, KOMPAS.com - Umumnya perempuan, kempis ban saat mengendarai mobil merupakan momok. Apalagi kejadiannya jauh dari lokasi tukang tampal ban dan malam hari. Kebetulan sekarang sudah dijual berbagai jenis dan merek dongkrak listrik, dan juga pompa listrik seperti di bawah ini.

Krisbow Punya kemampuan mengangkat beban 2 ton. Cara kerjanya cukup mudah, colokan kabel ke power outlet lighter atau aki mobil. Juga ada remote kontrol yang berfungsi mengubah posisi ketinggian dongkrak cukup dengan menekan tombol. Dibanderol Rp789 ribu.

Car Jack Dongkrak satu ini wajib ada di kendaraan wanita karena, selain dongkrak juga ada alat pembuka baut roda. Sistem pengoperasiannya sama seperti di atas, bisa disambungkan ke aki atau power outlet lighter.

Cuido Super Inlfator Alat penambah angin ini dioperasikan dengan mengambil listrik dari lighter atau aki. Kapasitasnya 150 Psi dan dibanderol Rp345 ribu.

Heavy Duty Krisbow Bede dengan yang di atas, pompa ini justru disambungkan ke aki untuk sumber tenaga dihargai Rp649 ribu. Untuk pompa listrik, pengoperasiannya tidak dilakukan 30 menit secara terus menerus. Begitu pesan Suharno, dari Ace Hardware. mesin juga dalam kondisi hidup. (Eko Purboyo)

Editor: Bastian Car & Tuning Guide

Sumber :

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Diposkan oleh iwan di 15.02  

0 komentar:

Poskan Komentar