“Laba Bersih Grup Astra Rp14,366 triliun” plus 2 more

Kamis, 24 Februari 2011

“Laba Bersih Grup Astra Rp14,366 triliun” plus 2 more


Laba Bersih Grup Astra Rp14,366 triliun

Posted: 24 Feb 2011 10:35 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Sektor Otomotif masih  menjadi penyokong utama bagi PT Astra International Tbk (Grup Astra) sepanjang 2010 dengan menyumbang laba bersih Rp7,1 triliun, melesat 55 persen dari tahun sebelumnya. Prestasi ini dipicu oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2010 mencapai 6,1 persen, ditambah sehatnya permintaan konsumen, masuknya investasi asing dan ketersediaan pembiayaan konsumen dengan tingkat suku bunga yang menarik.

"Bisnis Grup Astra menunjukkan kinerja yang sangat memuaskan tahun lalu, membuat Astra mencatatkan rekor laba dan aktiva bersih per lembar saham yang tertinggi. Tahun depan, diperkirakan iklim bisnis tetap menggembirakan dengan tingkat pertumbuhan laba diharapkan tetap prospektif," komentar Prijono Sugiarto, Presiden Direktur PT Astra International Tbk dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, hari ini.

Dari sektor otomotif, porsi penjualan mobil Astra: Toyota, Daihatsu, Isuzu, Nissan Diesel dan Peugeot, naik 52 persen menyentuh 426.000 unit dengan pangsa 56 persen dari total pasar yang mencapai 765.000 unit, sedikit turun dari 2009 yakni 58 persen. Meski turun, volume penjualan meningkat dengan rangsangan peluncuran beberapa model baru dan facelift pada kuartal terakhir yakni, Toyota New Rush, Daihatsu New Terios dan the New MPV Peugeot 5008.

Sedangkan di segmen sepeda motor, total penjualan PT Astra Honda Motor naik 26 persen menjadi 3,4 juta unit dari sebelumnya 2,7 juta unit dan menguasai 46 pangsa dari volume pasar 5,9 juta, dipicu peluncuran model baru The New Honda CS1 dan New Honda Blade akhir tahun lalu. Sedangkan di sektor komponen, PT Astra Otoparts Tbk (AOP) - anak perusahaan yang 95,7 persen sahamnya dimiliki Astra- membukukan laba bersih Rp 1,1 triliun, naik 49 persen dibandingkan tahun 2009.

Sepanjang tahun lalu, total Grup Astra berhasil mengantungi laba bersih Rp14,366 triliun dari seluruh anak usaha, melonjak 43 persen dari 2009 cuma Rp10,040 triliun, sekaligus menjadi angka tertinggi yang pernah dicapai perusahan. Dari jumlah ini, terlihat sektor otomotif saja menyumbangkan 49,6 persen dari total laba bersih perusahaan.

"Atas nama Direksi, saya mengucapkan terima kasih kepada 145.154 karyawan Grup Astra di seluruh Indonesia. Kinerja Astra yang semakin membanggakan ini merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi yang tinggi dari seluruh karyawan, pelanggan, pemegang saham dan relasi bisnis atas kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan selama ini," ungkap tambah Prijono.

Nilai ekuitas Perseroan meningkat 24 persen dari Rp 39,894 triliun pada 31 Desember 2009 menjadi Rp 49,310 triliun pada 31 Desember 2010, sehingga nilai aktiva bersih per lembar saham menjadi sebesar Rp 12.180 atau naik 24 persen dari Rp 9.854 pada tahun sebelumnya.

Loading...

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Nih, Station Wagon Anyar BMW di Geneva

Posted: 24 Feb 2011 09:50 AM PST

Kamis, 24 Februari 2011 | 17:50 WIB

JERMAN, KOMPAS.com — BMW menampilkan gambar pertama Alpina BT5 Touring melalui Autocar, Kamis (24/2). Model station wagon ini akan mengisi stan produsen mobil Jerman itu di Geneva Motor Show, pekan depan.

Ketika masuk produksi massal, kabarnya B5 Touring ini masuk keluarga seri-5 sebagai yang terhangat. Sementara divisi BMW M menegaskan, tidak akan ada versi station untuk musim gugur.

Dibilang model terhangat lantaran di balik kap mesin teronggok jantung pacu berkapasitas 4,4 liter dilengkapi dengan turbo-ganda dengan tenaga maksimum 500 BHP. Kecepatan maksimum mencapai 280 km per jam dan akselerasi 0-100 km hanya butuh waktu 4,8 detik.

Tak cuma itu. Nantinya, berbagai pilihan customize ditawarkan, termasuk di antaranya limited-slip differential (LSD).

Penulis: Sabastian
Editor: Bastian
autocar

Sumber :

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Volvo Pilih Chengdu di China

Posted: 24 Feb 2011 08:58 AM PST

Kamis, 24 Februari 2011 | 16:58 WIB

auto-power-girl.com

Produksi Volvo di China

CHENGDU, KOMPAS.com - Setelah diakuisisi Zhejiang Geely Holding Group Company senilai 1,5 miliar dollar, Agustus 2010, Volvo Cars akhirnya memilih Kota Chengdu sebagai lokasi pendirian pabrik perakitan perdana di China. Keputusan ini baru dibuat setelah diadakan rapat direksi dan akan diumumkan ke publik Jumat (25/2).

Kapasitas produksi pabrik  mencapai 100.000 unit per tahun dan mulai beroperasi  2013 dengan produksi awal melanjutkan model S40 dan S80L yang saat ini masih dirakit pabrik gabungan milik Ford dan Chongqing Changan Automobile Company. Tapi, ketika dikonfirmasi pada juru bicara Volvo Cars Stefan Elfstorm tak mau berbicara banyak terkait kabar tersebut.

Chief Executive Officer Volvo Stefan Jacoby pernah mengatakan, China menjadi kunci pertumbuhan penjualan perusahaan dengan target menjual 800.000 mobil secara global dalam 10 tahun mendatang. Khusus China, Volvo mematok target penjualan 250.000 pada 2015, naik tinggi dari posisi 2010 cuma 30.522 unit.

"China merupakan penyumbang terbesar untuk mencapai 800.000 unit (penjualan global). Menyiapkan produksi lokal merupakan langkah penting untuk sukses di pasa negeri tirai bambu," ujar Ashvin Chotai dari Konsultan Penelitian Otomotif, Intelligence Automotive Asia di London, Inggris.

Volvo menjadi tertinggal ketimbang merek-merek asing lain yang sudah ada di China seperti, Volkswagen yang menjual 227.938 unit (naik 43 persen) pada 2010, Mercedes-Benz 148.400 unit (100 persen) dan BMW 168.998 unit (naik 87 persen).

Penulis: Agung Kurniawan
Editor: Bastian
Bloomberg

Sumber :

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Diposkan oleh iwan di 15.03  

0 komentar:

Poskan Komentar