“Harga Bekas Mobil Hibrida dan Diesel Lebih Tinggi dari Bensin!” plus 2 more

Jumat, 04 Februari 2011

“Harga Bekas Mobil Hibrida dan Diesel Lebih Tinggi dari Bensin!” plus 2 more


Harga Bekas Mobil Hibrida dan Diesel Lebih Tinggi dari Bensin!

Posted: 04 Feb 2011 11:29 AM PST

PITTSBURG, KOMPAS.com Salah satu faktor utama yang menentukan pilihan saat membeli mobilsecara umumadalah harga bekas atau purnajual yang tinggi. Kriteria itu ternyata tidak hanya berlaku di Indonesia, tetapi juga di Amerika Serikat. Masalahnya, bagaimana suatu merek atau model bisa memiliki harga purnajual yang lebih mahal atau tetap tinggi?

Itulah yang diteliti oleh Universitas Carnegie Mellon (CMU) di Pittsburg, Pennsylvania. Minggu lalu, perguruan tinggi tersebut mengatakan, harga purnajual mobil hibrida dan diesel lebih tinggi dibandingkan mobil berbahan bakar bensin. Nah, kok bisa? Apakah ini berarti ada perubahan tren di Amerika Serikat?

Para peneliti dari CMU membandingkan mobil yang sama (atau hampir sama) dengan mesin berbeda. Mobil-mobil itu antara lain VW Jetta TDI dengan Jetta 5C dan 4C, Toyota Prius dengan Camry bensin, Honda Civic hibrida dengan Civic bensin, Mercedes-Benz E320 diesel dengan E350 bensin.

Aspek lain yang juga diperhatikan adalah harga baru mobil hibrida dan diesel, apakah rata-rata lebih mahal dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin. Di luar itu ditemukan bahwa selama tiga tahun digunakan, biaya operasional mobil hibrida dan diesel jauh lebih ekonomis. Setelah itu, ketika mobil-mobil tadi dijual lagi, harga tertinggi dimiliki VW Jetta TDI dan Toyota Prius.   

Mesin diesel. Studi tersebut disponsori oleh Bosch, perusahaan komponen pemasok terbesar di dunia untuk komponen mesin diesel. Penelitian dilakukan oleh Tepper School of Business CMU. Data lain yang digunakan adalah harga lelang oleh Manheim Auction untuk mobil berumur tiga tahun.

Tujuan penelitian Bosch adalah memperoleh validasi pihak ketiga bahwa mobil bermesin diesel bisa menjadi pilihan konsumen yang dinilai pintar.

Dikonfirmasi pula bahwa harga jual kembali mobil hibrida, seperti Prius, sangat tinggi ketika harga minyak membubung atau makin mahal, terutama pada 2008. Namum, ketika harga minyak turun pada 2009, harga bekas mobil tadi juga ikut turun.

Awal tahun ini, harga bensin dan solar naik lagi. Bahkan kenaikan akan terus terjadi pada tahun-tahun mendatang. Peluang Prius makin besar lagi. Jadi, wajar jika Toyota terus memperbanyak varian Prius. Bahkan, produsen lain juga gencar membuat mobil hibrida, termasuk di segmen mewah. Semua itu untuk mengantisipasi harga bahan bakar yang kian mahal. 

Lantas, konsumen Indonesia pilih apa ya dalam mengantisipasi harga bahan bakar yang makin mahal? Ya yang irit bahan bakar dan bisa muat banyak!

Loading...

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Toyota Yaris dan Dyna Melejit di Awal Tahun Kelinci

Posted: 04 Feb 2011 09:29 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Toyota Indonesia membuka tahun kelinci dengan mencatat total penjualan 26.355 unit (ritel) Januari lalu, naik 35,4 persen dari periode yang sama 2010. Lonjakan ini menandakan produk Toyota masih dibutuhkan walau 2011 ini laju inflasi tinggi, ditambah adanya kenaikan harga kendaraan akibat dari regulasi baru dari pemerintah. Kontribusi terbesar masih disumbang kendaraan penumpang dengan total 24.559 unit, melonjak 34,7 persen dari tahun lalu (Januari 2010).

Menurut Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan, perkembangan pasar otomotif nasional masih tetap positif di awal 2011 ini. Kami mengawalinya dengan baik, meski berbagai isu yang kurang kondusif seperti tekanan inflasi dan seputar harga produk dan juga regulasi pajak. "Pilihan konsumen masih tetap, dan ini juga memberi indikasi konsumen masih percaya dengan efisiensi kendaraan Toyota," uangkap Johnny dalam rilis yang diterima Kompas.com, hari ini (4/2).

Sama seperti tahun lalu, kendaraan keluarga Toyota Avanza jadi penyumbang terbanyak dengan 14.495 unit, meningkat 46,2 persen dari periode yang sama 2010. Sementara Kijang Innova mengekor kedua di kelas MPV 4x2 dengan4.898 persen, tumbuh 23 persen. Sedang di segmen SUV 4x2 , Rush terniaga 1.732 unit dan Fortuner 877, yang bila dijumlahkan meningkat 10 persen.

Di luar dugaan, mobil kompak Toyota Yaris mengukuhkan peningkatan sampai 75,6 persen dengan raihan penjualan total 1.377 unit. Sedang di kelas Sedan, Toyota tidak merincikannya dan dilaporkan totalnya 1.121 unit.

Sama seperti Yaris, di segmen komersil, "si kepala merah" Dyna mampu menorehkan penjualan signifikan, yakni 1.383 unit dari total ritel di kelas komersil yang diraih Toyota 1.796 unit.

"Pencapaian ini menunjukkan indikasi positif di industri otomotif tanah air, semoga awal yang baik ini dapat menjadi pemicu berkembangnya industri Otomotif Indonesia," ujar Johnny Darmawan.

Loading...

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Jempol! Garapan Bumi Parahyangan

Posted: 04 Feb 2011 08:58 AM PST

BANDUNG, KOMPAS.com - Mobil rongsok yang sudah dianggap besi tua, bisa dikembalikan seperti terlahir pertama oleh siapa pun, asal punya modal kuat. Tapi, tidak demikian dengan Danny, pemilik Ford 1941 yang ditemukannya dalam kondisi "mengenaskan". Ia tertantang, tak cuma agar pikap itu bisa mengaspal, tapi ingin dibikin gaya hot rod.

"Saya belajar bagaimana menjiwai sebuah mobil, membangunnya secara detail demi detail," ungkapnya. Karena, semangat hot rod yang diusung, maka penampilan dan tenaga mesti punya keseimbangan seperti Yin dan Yang.

Untuk mengubah tampilan Ford jadi gagah seperti ini butuh waktu 4 tahun. Bodi sama sekali dirombak total (99,9 persen), seperti apron depan dirancang ulang. Unsur metal dan tarikan garis lurus melintang jadi pola utamanya dikombinasi dengan lampu utama comotan dari Mini Cooper. Salah satu pekerjaan sulit memadukan lampu utama dengan sepatbor (melengkung)," terang Danny.

Bagian kabin, karena aliran hot rod, ibarat kepala manusia punya dahi nong-nong, maka ketinggian atap disunat. Ruang kabin dirancang lebih lebar dengan memundurkan pilar B, sehingga volume lebih lega.

Pindah ke belakang, bak dibikin sangat rapi berlantai akrilik untuk mengekspos gardan, tangki bensin berlapis krom serta kaki-kaki. Trus, di atas akrilik teronggok tabung nitrous tipe NX yang lokasinya berdekatan dengan tabung krum sebagai pemyimpan udara untuk air suspensi.

Bagaimana dengan mesin? Tak mau kepalang tanggung, Danny langsung menjejelkan jantung pacu dari Amerika, yakni big block V8 7.400 cc. "Blok mesinnya cari-cari di Indonesia lantas direparasi ulang, namun jeroannya baru semua," kenangnya. Hmm, 400 HP saja, sih, katanya sudah di tangan.

Kerja keras yang patut diacungi dua jempol. (Rendy)

Loading...

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Diposkan oleh iwan di 15.04  

0 komentar:

Poskan Komentar