“Fit (Jazz) Shuttle, Coming Soon!” plus 2 more

Rabu, 09 Februari 2011

“Fit (Jazz) Shuttle, Coming Soon!” plus 2 more


Fit (Jazz) Shuttle, Coming Soon!

Posted: 09 Feb 2011 09:46 AM PST

TOKYO, KOMPAS.com – Anda penggemar berat Honda Jazz atau  di negara asalnya disebut Fit?  Ini berita terbaru, segera muncul model atau varian Fit yang tak kalah cantik dan menarik, yang diberi nama "Fit Shuttle". Gambarnya sudah muncul di  situs Honda Jepang. Karena itu diperkirakan Fit nanti boleh jadi difokuskan untuk konsumen di negara tersebut. 

Kendati demikian, diberitakan, mobil sub-kompak ini, akan membuat debutnya di Pameran Mobil Jenewa  yang berlangsung bulan depan di Swiss. Di sana pula, nama resminya, yaitu Fit "Shuttle" diresmikan.

Bagian utama yang ditonjolkan dari Fit Shuttle ini adalah belakangnya dengan posisi kaca yang lebih miring ke depan (Fit sekarang agak tegak).  Di samping itu, pilar belakang (C), kini ditutup kaca yang menyatu dengan kaca pintu belkang. Sedangkan lampu belakang, kendati desain sama, namun warna dan bagian dalamnya berbeda. Kini lebih banyak putih dengan bagian dalam terdiri dari banyak lampu kecil berbentuk segi enam.

Bagian lain yang ditonjolkan adalah bagasi yang lebih luas, jok belakang buat tiga orang dan dilengkapi dengan sandaran tangan di tengahnya. Bagian pinggir atap belakang dilengkapi dengan spoiler dan lampu rem atas, membuat penampilannnya makin menarik!

Data lain dirilis, mobil menggunakan mesin 1,5 liter i-VTEC, transmisi otomatik CVT 5-percepatan. Juga tersedia versi 4x4. Khusu hibrida, menggunakan mesin 1,3 liter dengan teknologi khas Honda, IMA.

Kendati belum semua detil dibeberkan,  bocoran lain menggatakan Fit Shuttle  wagon ini, merupakan desain ulang dari Honda Fit standar. Perubahan lain yang dilakukan Honda (dibandingkan dengan Fit standar) adalah penempatkan tangki bensin, sekarang  ditaruh di tengah. Tujuannya untuk memperoleh interior yang lebih lega dan bagasi luas pada bodi yang tetap kompak.

Dengan demikian - Fit yang kembali menjadi mobil terlaris di Jepang bulan lalu - semakin menarik konsumen di negara tersebut. Pasalnya, mobil  5-penumpang ini sudah terbukti irit, nyaman, enak dikebut dan memenuhi selera sebagian besar konsumen Jepang,  yang makin menyenangi model  hatchback sub-kompak  dengan kemampuan seperti minivan.  

Loading...

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Nih, Yamaha Scorpio Hybrid

Posted: 09 Feb 2011 08:31 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Di Jakarta kini ada Yamaha Scorpio hybrid, kepunyaan Reindra. Tapi, bukan hybrid beneran, hanya hasil modifikasi yang diconteknya dari konsep IZH Hybrid coretan Igor Khan dari Rusia. Ia minta kepada rumah modifikasi G2C agar Scorpionya dibuatkan seperti motor konsep tersebut.

Wardoyo, bos G2C menyangupinya lantaran ia sendiri sudah lama punya konsep desain seperti itu, tapi belum ada pelanggan yang mau dirombak seperti itu. Meski diakuinya pengerjaannya tidak gampang baru dilihat dalam coretan. Untungnya, bahan-bahannya menggunakan pelat.

Awal garapan dari tangki bensin dan cover bodi samping yang dibuat semirip mungkin menggunakan pelat 0,8 mm. "Jadi, enggak terlalu berat," terang Wardoyo. Sebelum pelat dipotong dibuatkan dulu malnya dari karton.

Desain paling unik tampak pada suspensi depan lantaran Igor mengnambil ide dari motor IZH 1 produksi 1929. Jadi, untuk menyerupainya ditutup kondom pelat dan diselipkan lampu proyektor pada bagian kiri dan kanan.

Supaya bagian bawah mesin lebih berisi, dipasang engine guard dengan desain ciamik. Modelnya, hampir menutup bak mesin bawah. "Kalau dilihat sekilas, desainnya seperti menyatu dengan pemasangan dua knalpot," papar Wardoyo.

Perbedaan lain dengan karya Igor, tampak pada suspensi belakang. Kalau Igor punya sok ganda, Wardoyo mengubahnya jadi tunggal, namun bodi belakang tetap sama. Ubahan lampu belakang, Scorpio ini mengandalkan punya Yamaha Jupiter Z.

Kelebihan lain, motor ini dilengkapi sistem navigasi dengan memasang monitor GPS Garmin tipe Nuvi yang menempel di setang. Spidometer standar diganti dengan punya Yamaha Byson. (Belo)

Loading...

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Bengkel Dealer Honda Mulai Gunakan Cat Anti-VOC

Posted: 09 Feb 2011 07:52 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Teknologi cat dengan  pelarut air  (water based paint) untuk mobil sudah cukup lama digunakan di dunia. Namun, untuk bengkel mobil  - jaringan dealer resmi ATPM  di Indonesia - Honda Prospect Motor mengaku yang pertama kali menggunakannya. Demikian dikatakan oleh Jonfis Fandi, Direktur Pemasaran dan Purna Jual, PT Honda Prospect Motor (HPM) kemarin.

Dijelaskan pula, saat ini sudah 8 bengkel Honda di Jakarta  menggunakan cat jenis ini. Direncanakan pada 2012, seluruh bengkel yang punya fasilitas pengecatan di Indonesia, akan menggunakan cat jenis ini. Tujuannya,  untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Pasalnya, cat konvensional yang menggunakan thinner - mengandung unsur volatible organic compound (VOC)  atau mudah menguap -  menyebabkan polusi terhadap lingkungan dan mengganggu kesehatan pekerja. Baunya juga kurang sedap (bisa dirasakan pada mobil baru saja selesai dicat) .

Air Tanpa Mineral
Cat dengan pelarut air bisa juga disebut  "anti –VOC"  karena komposisinya thinnernya sangat kecil, hanya 30 persen. Air yang digunakan tidak bisa sembarangan, tetapi yang telah dihilangkan unsur logamnya (demineralize water). Tujuannya untuk mencegah karat atau korosi.

Di lain hal, cat konvensional, kadar thinner mencapai 85 persen. Inilah yang mencapainya mudah menguap sekaligus merusak atau menurunkan kualitas lingkungan. Sedangkan cat dengan pelarut air, kadarnya air 70 persen air. Jenis air digunakan khusus, harus bebas dari unsur logam (demineralize water)ntuk mencegah terjadi karat.  

Cat thinner, di samping mudah menguap dan  menimbukan bau kurang sedap, juga mengganggu kesehatan kerja baik jangka pendek maupun panjang. Kondisi tersebut akan mempengaruhi kesehatan pekerja dan bisa menurunkan produktivitas.

Sebaliknya, cat dasar air – kendati harganya  saat ini lebih mahal – namun untuk lingkungan dan kesehatan lebih bersahabat. Produktivitas pekerjanya pun pekerja lebih baik, karena proses pengeringan lebih cepat dibanding.   

Menurut Honda, cat air ini baru terus disosialisasikandi jaringan bengkel mereka sekarang ini. Untuk beralih dari cat konvensional ke car air, perlu pelatihan untuk mempersiapkantenaga pengecat yang trampil dan siap pakai," jelas Jonfis.

Dijelaskan pula, untuk beralih ke cat dengan berbahan dasar air ini, pemilik bengkel masih bisa  menggunakan sarana dan perlengkapan cat standar sebelumnya. Perkakas baru hanya  "vacuum blower" berukuran kecil untuk menggeringkan cat.

Tidak Bau
Lantas apa keuntungan konsumen atau pemilik mobil  bila ingin memilih bengkel yang sudah menggunakan car air atau "water based paint" ini?  "Tidak ada lagi bau menyengat. Biasanya setelah dicat, thinner masih meninggalkan bau tidak sedap. Bau itulah yang  menyebabkan pernafasan manusia sesak dan lam-lama bisa rusak," jelas Ridwan Pujanto, GM, Service HPM.

Diterangkan pula, penggunaan cat air di seluruh jaringan bengkel Honda adalah bagian dari program "green dealer" yang dicanangkan perusahaan. Karena itu pula, setiap bengkel Honda di Indonesia kini  harus memisahkan pembuangan oli mesin dan transmisi dari air dengan menggunakan pemisah oli (oil trap).

Bisa dibayangkan, puluhan ribu mobil yang harus ke bengkel cat setiap hari – bila masih tetap menggunakan cat  dengan  pelarut thinner - dipastikan polusi akan terus bertambah! Sebaliknya, bila menggunakan cat dengan pelarut air, dipastikan akan mengurangi polusi sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan produktivitas kerja!

Loading...

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Diposkan oleh iwan di 15.02  

0 komentar:

Poskan Komentar