“Transmisi Otomatis 9-Percepatan dari ZF” plus 2 more

Jumat, 21 Januari 2011

“Transmisi Otomatis 9-Percepatan dari ZF” plus 2 more


Transmisi Otomatis 9-Percepatan dari ZF

Posted: 21 Jan 2011 09:59 AM PST

DETROIT, KOMPAS.com — Produsen transmisi mobil, truk, dan bus terkenal ZF mengumumkan telah berhasil mengembangkan transmisi otomatis 9-percepatan. Hebatnya lagi, transmisi ini dirancang untuk mobil gerak roda depan dan mesin melintang. ZF mengembangkannya karena saat ini 80 persen mobil di dunia berpenggerak roda depan.

Dijelaskan pula oleh Executive Vice President ZF Friedrichshafen AG, Dr Michael Paul, saat konferensi pers di Detroit Motor Show 2011, transmisi tersebut dijadwalkan sudah diproduksi pada 2012. Produsen pertama yang akan menggunakan adalah Chrysler untuk produksinya pada 2013.

Pertengahan tahun lalu, bos Fiat & Chrysler, Sergio Marchionne, memang sudah mengatakan tertarik menggunakan transmisi otomatis 9-percepatan ini. Transmisi itu akan menggantikan CVT buatan JATCO yang digunakan oleh Chrysler untuk mobil kompaknya.

Tren bergeser

"Jumlah perbandingan transmisi tidak akan berhenti," jelas Casey Selecman, seorang pengamat Transportation Project Manager dari Martec Group. "Jumlah produsen mobil yang beralih ke transmisi dengan percepatan lebih banyak terus bertambah. Transmisi dengan percepatan sedikit dan perbandingan rendah membutuhkan torsi besar dan kurang efisien," urainya.

Selecman percaya, dengan makin ketatnya regulasi konsumsi bahan bakar pada 2016-2025, produsen berusaha membatasi tenaga mesin. Produsen akan berusaha menggunakan transmisi dengan 6-percepatan ke atas. Dilaporkan pula, pada pertengahan tahun lalu, Mercedes-Benz mengembangkan transmisi 9-percepatan, tetapi untuk kendaraan bermesin besar dan gerak roda belakang.

Dijelaskan pula, dibandingkan dengan transmisi 6-percepatan tipe gigi planet, transmisi otomatis 9-percepatan ZF terbaru ini mengirit konsumsi bahan bakar sampai "dua digit". Pasalnya, paket, dimensi, dan berat sama dengan unit transmisi 6-percepatan untuk mobil gerak roda depan. Torsi yang dapat dipindahkan mencapai 400 Nm.

Loading...

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Panda yang Galak Menaklukkan Puncak

Posted: 21 Jan 2011 09:30 AM PST

KOMPAS.com — "Mobil apa itu"? Pertanyaan ini acap terlontar dari orang-orang setiap kali iring-iringan 10 unit Geely Panda berhenti, baik di Gadog (Ciawi, Jabar), Bandung Istana Plaza (Bandung), maupun Cilandak Town Square (Citos, Jakarta), ketika melakukan test drive dengan rute Jakarta-Bandung pergi pulang beberapa hari lalu.

Kompas.com yang ikut dalam tes tersebut agak sedikit terkagum-kagum dengan city car yang didatangkan secara utuh (completely built up) dari China. Bagaimana tidak. Dengan dibekali mesin 1.343 cc DOHC menjadi yang terbesar di kelompoknya (city car). Kemudian, Panda Geely dilengkapi dengan ABS dan EBD dan dibanderol Rp 99 juta (tipe GS). Sedangkan tipe GL lebih mahal Rp 10 juta dengan kelebihan spion elektrik, dual air bag, dan bisa mendengar musik dari MP3, ponsel, dan gadget.

Kekaguman lainnya, image kualitas kendaraan China yang kasar dan kaku dikikis oleh Geely Panda dari tampilan eksterior yang manis dengan bahan-bahan interior lebih berkelas.

Yang bikin geli, ciri kuat Panda diaplikasikan pada mobil. Perhatikan desain lampu utama depan dan gril, mirip dengan binatang dari negeri Tirai Bambu itu. Kemudian, model lampu belakangnya bagaikan kaki panda nemplok. Sayang, rancangannya terlalu besar sehingga mengurangi keanggunan tampilan belakang.

Ciri Panda lainnya terpancar pada interior, terutama pada bagian tengah dasbor (konsul) yang membentuk bulatan besar yang di dalamnya ada unit radio, dua kisi A/C, plus tiga tombol (dipencet). Terintegrasi dengan tiga tombol penyetel A/C. Sayang, laci di dasbor masih model kuno dengan model geser.

Panda galak
Ketika tes dari Jakarta menuju Bandung lewat Puncak, saya sengaja jadi penumpang. Tak disangka si kecil ini agak stabil kala meliuk-liuk di tikungan. Padahal, dari desain suspensi masih model biasa, di depan tipe McPherson dan di belakang tipe Torsion Beam.

Yang bikin tidak percaya lagi, mesin bertenaga 85 HP dengan torsi 110 di 5.200 rpm itu cukup galak di setiap gigi. Ketika menaklukkan tanjakan Gadog tanpa dikebut bisa menggunakan gigi dua. Sekalipun putaran mesin pada 2.000 rpm, ketika pedal gas ditekan, tenaga langsung dapat.

Saat pulang ke Jakarta, giliran Kompas.com yang mengemudi. Tak disangka, dalam brosur tertera kecepatan maksimum 155 km per jam, ternyata bisa dicapai 170 km per jam. Hebatnya, kecepatan diukir bukan di jalan rata, melainkan menanjak dengan kemiringan 15 sampai 20 derajat.

Penasaran, Kompas.com pun menanyakan bahan bakar yang dipakai, ternyata menggunakan Pertamax Plus. Pantas!

Selama mengemudi balik ke Jakarta, pandangan ke samping (tiga perempat) tidak luas karena pilar A yang terlalu besar. Begitu juga pandangan ke belakang yang sangat sempit karena terhalang oleh sandaran kepala bangku belakang. Trus, kaca spion luar pandangannya tidak luas sehingga ketika ngebut harus hati-hati jika ingin berpindah jalur.

Loading...

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Cygnet Edisi Terbatas, Dibanderol Rp 421 juta

Posted: 21 Jan 2011 07:57 AM PST

WARKWICKSHIRE KOMPAS.com — Inilah strategi hebat yang dilakukan oleh Aston Martin untuk mobil ultrakompak-nya yang diberi nama Cygnet. Produk awal ditawarkan dalam paket Edisi Terbatas (Limited Edition) dengan nama "White and Black" dan sudah bisa dikirim ke pemesannya pada April mendatang.

Mobil berdimensi panjang 2.895, lebar 1.680, dan tinggi 1.500 mm itu untuk Edisi Terbatas dengan dua warna pilihan, yaitu putih dan hitam, harga termurahnya 30.995 poundsterling, ya... setara dengan Rp 421 juta. Padahal, mobil dengan mesin yang sama, bila menggunakan merek Toyota iQ, di Inggris dijual dengan harga termurah 10.390 poundsterling atau Rp 142 juta.

Hebat! Hanya dengan ganti merek, lantas mengubah beberapa bagian eksterior, pelek alloy khusus (16 inci) dan menata ulang interior dan melapisi dengan kulit berkualitas tinggi (dikerjakan dengan tangan), harganya langsung menjulang hampir tiga kali lipat. Itulah harga dari image merek premium!

Mobil kota
Cygnet, menurut Aston Martin, dirancang untuk membawa kaum metropolitan dengan sebagian besar kegiatan di jantung kota. Karena lalu lintas kota makin macet, Aston Martin menilai, mobil seukuran Cygnet atau Toyota iQ paling pas.

Dengan merek Aston Martin dan kemewahan interior yang dikerjakan dengan tangan, pemakai mobil ini tetap bangga menggunakannya. Satu hal lagi, dengan ukurannya yang ultrakompak, Cygnet akan mudah bermanuver atau menerobos bagian jalan atau gang antara bangunan di pusat kota di Eropa!

Kendati demikian, standarnya, mobil ini masih ditawarkan dengan transmisi manual 6-percepatan. Sedangkan transmisi otomatik—tipe CVT—hanya opsional.

Mobil mungil bermesin 1,33 liter yang menghasilkan tenaga 98PS ini mampu melakukan sprint 0–100 km/jam dalam 11,6 detik. Tak kalah menarik—apalagi harga bahan bakar makin mahal—konsumsi bensinnya 20 km/jam.

Putih dan hitam
Edisi Putih tampil dengan cat "Putih Salju" dengan aksentuasi perak, krom, dan berlian putih pada roda. Joknya dan interior kulit Alcantara dengan kombinasi krom satin.

Untuk Edisi Hitam, eksterior dilabur dengan cat metalik "Magic Black" plus efek hijau laut. Jok dibungkus kulit dengan motif bintik-bintik dan berlian plus aksentuasi krom.

Keduanya dilengkapi dengan tempat bawaan barang hasil rancangan. Fitur lain, ABS, 9-katung pengaman (airbag), electronic brake assit (EBS), keyless entry, jok dengan penghangat dan cukup menarik, serta navigasi satelit.

Ya, itulah gambaran mobil metropolitan masa kini dan mendatang makin praktis, tetapi tetap dengan identitas premium!

Loading...

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Diposkan oleh iwan di 15.03  

0 komentar:

Poskan Komentar