“Toyota FT86 Pakai Logo Baru” plus 2 more

Selasa, 28 Desember 2010

“Toyota FT86 Pakai Logo Baru” plus 2 more


Toyota FT86 Pakai Logo Baru

Posted: 28 Dec 2010 10:31 AM PST

Selasa, 28 Desember 2010 | 18:31 WIB

AUTOBLOG

TOKYO, KOMPAS.com — Sedan sport FT86 gerak roda belakang akan pakai logo baru. Bila logo sebelumnya berupa lambang Toyota pada ujung kap mesin, maka logo yang baru berbentuk angka 86 yang di kedua sisinya diapit sama piston.

Desain angka 86 tidak tegak, tetapi miring ke kiri, menggambarkan kecepatan atau sedang melaju. Kemudian, dua batang piston yang mengapit angka 86 dikonotasikan sebagai mesin boxer 2,0 liter yang oleh raksasa mobil Jepang itu diklaim sangat murah. Adapun jantung pacu ini disediakan oleh mitranya, Subaru.

Angka "86" yang dipakai Toyota untuk FT-nya itu tak lain untuk menghormati Toyota Corolla AE86 (kalau di Indonesia dipakai Rifat Sungkar di ajang drifting). Mobil itu muncul pada era 1980-an dan di Amerika dikenal dengan nama Sport Corolla.

Penulis: Sabastian
Editor: Bastian
AUTOBLOG,TOYOTA

Sumber :

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Motor "Jadul" tapi Gagah

Posted: 28 Dec 2010 09:51 AM PST

 KOMPAS.com - Modifikasi sepeda motor lagi mengarah ke aliran Cafe Racer. Tampilannya seperti motor balap zaman dulu yang dilakoni para bule. Ketika itu, cirinya, fairing membulat dan suspensi belakang ganda atau tangki bensin memanjang.

Itu dulu. Sekarang, tentu mengikuti perkembangan zaman. Jadi, antara klasik dan modern dikombinasi seperti yang tampak pada Suzuki Thunder 250 punya Donny Ariyanto dari Jakarta dan Honda CB 125 punya Panjul RR dari Denpasar, Bali. Secara fisik hampir sama, hanya ada bagian tertentu yang membedakannya.

New School modern Suzuki Thunder milik Donny ini perpaduan modern dan klasik yang idenya datang dari Kalis Bramantyo, sang modifikator dari Studio Motor di Jl. Ciputat Raya No. 42, Jakarta Selatan. Tadinya, katanya, Donny mau seperti cafe racer.

Untuk pengerjaannya dimulai dari papas rangka belakang sebanyak 25 cm. Customized sasis ini sudah tentu untuk mengejar bentuk ekor tawon. "Pakai pipa yang diameternya sama dengan rangka asli. Cuma bentuk ujungnya seperti huruf "U"," terang Donny (31).

Era modernnya tampak pada lengan ayun. Bawaan standar yang terlalu besar dan kekar jadi tidak imbang. Maka, desain ulangnya mirip punya Ducati dengan bahan dari pipa. Kesan sport kina kuat dengan pemakaian monosok dan knalpot di bawah undertail.

Ol Skool Sementara Cafe racer punya Panjul R.R. ini lebih dekat dengan zaman dulu. Seperti single seater, sokbreker belakang model ganda, dan tampilan setangnya model balap yang dilengkapi dengan mini winshield serta didukung komponen racing berfitur lawas.

Bukan berarti pada Honda CB 125 produksi 1976 tidak ada bolt-on new school. Perhatikan pada setang, posisi pipa teleskopik sudah naik dari segitiga dan bagian tengaj diisi setang jepit dengan gesain terbaru. Belum lagi pemasangan gas spontan serta handel yang biasa dipakai pada motor harian.

Untuk kerangka tak banyak di chop. Ia hanya memberi sentuhan minimalis dengan mengadopsi tangki custom dan jok tunggal sebagai ciri dari Cafe Racer. (Adib/KR15)

Loading...

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Tomica Kembali Serbu AS

Posted: 28 Dec 2010 07:03 AM PST

Selasa, 28 Desember 2010 | 15:03 WIB

AUTOBLOG

Mulai dari Toyota, Mitsubishi, Nissan, Mazda sampai Daihatsu

AUTOBLOG

Salah satu paket yang ditawarkan Tomica

TOKYO, KOMPAS.com — Produsen mainan—termasuk mobil-mobilan—asal Jepang, Tomica, kembali masuk Amerika Serikat setelah sempat tenar di sana pada era 1980-an. Akhir tahun ini, Tomy—julukan diecast Tomica—datang membawa tujuh set mobil-mobilan sehingga totalnya menjadi 17 jenis.

Di antara ke-17 mobil-mobilan tersebut terdapat Mazda RX-8, Nissan X-Trail, Mazda2 (Demio), Daihatsu Mira, Mitsubishi iMiEV, Mitsuoka Orochi, Nissan Skyline Crossover, Subaru Legacy B4, Toyota Harrier, Pro-Box, Maeda Seisakusho Mini Crawler Crane, dan Komatsu Bulldozer.

Tomica menyatakan, di AS terdapat beberapa jenis konsumen yang mulai menggemari diecast. Untuk itu, kami menggabungkan beberapa jenis mobil dan kereta dalam paket. "Kami ingin membawa produk yang mudah dimengerti sekaligus unik bagi konsumen di AS," tulis Tomica, seperti dilansir Autoblog, Selasa (28/12/2010).

Semua model mobil hadir dalam ukuran skala 1:64 dan muat di kantong kemeja. Tomy juga tak menjual unit secara satuan, jadi harus dibeli satu paket, seperti paket Mega Station Set, Pizza Shop, dan Mini Tune-Up Set. Semua koleksi ini bisa dibeli di beberapa toko mainan macam Toys 'R' Us dan FAO Schwartz dengan banderol mulai dari 4,99 dollar AS hingga 79,99 dollar AS (Rp 45.000-Rp 722.000).

Penulis: Agung Kurniawan
Editor: Bastian
autoblog

Sumber :

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Diposkan oleh iwan di 15.06  

0 komentar:

Poskan Komentar