“Pebalap F1 Dapat 11 Set Ban Setiap Seri” plus 2 more

Selasa, 14 Desember 2010

“Pebalap F1 Dapat 11 Set Ban Setiap Seri” plus 2 more


Pebalap F1 Dapat 11 Set Ban Setiap Seri

Posted: 14 Dec 2010 10:49 AM PST

Selasa, 14 Desember 2010 | 18:49 WIB

afp

KOMPAS.com - Federasi Mobil Internasional (FIA) mengumumkan bahwa regulasi F1 untuk 2011 sedikit mendapat revisi, dimulai dari ban, mesin, girboks, sampai bila terjadi force-majeure. Untuk ban yang selama ini dipasok (tunggal) oleh Bridgestone, tahun depan diganti perusahaan ban dari Italia Pirelli.

Ketentuan lain mengenai ban, setiap pebalap dalam satu seri balapan diserahkan 11 set. Rinciannya, untuk sesi latihan resmi Jumat mendapat 3 set ban kering. Begitu usai latihan, salah satu set harus dikembalikan. Sisa yang 8 set dipakai untuk Sabtu dan Minggu dan salah satunya harus dikembalikan sebelum sesi kualifikasi.

Sama seperti 2010, setiap pebalap hanya memakai dua jenis ban kering pada Minggu sore (saat balapan) - kecuali saat start hujan jadi faktor lain - tidak peduli balapan dihentikan karena lain hal. Di sini FIA menerapkan aturan, bila lomba dihentikan untuk sementara dan ternyata tidak dapat dilanjutkan, maka para pebalap akan mendapat tambahan waktu 30 detik dari waktu yang telah dilaluinya. Trus, jika pebalap menyelesaikan lomba tanpa menggunakan kedua jenis ban itu (bila cuaca kering), maka hasilnya akan dianulir.

Selain ban, FIA juga mengubah soal girboks. Tahun depan, satu unit girboks dipakai untuk 5 seri balapan, plus satu girboks cadangan yang boleh dipakai tanpa terkena penalti grid. Kemudian, khusus 2011, di seri terakhir, para pebalap diperbolehkan menggunakan girboks pengganti tanpa dikenakan hukuman.

Penulis: Sabastian
Editor: Bastian
autoevolution,f1technical

Sumber :

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Truk Baru TGS dari MAN

Posted: 14 Dec 2010 10:00 AM PST

Selasa, 14 Desember 2010 | 18:00 WIB

KOMPAS.COM/AGUNG KURNIAWAN

JAKARTA, KOMPAS.com — Tren pasar kendaraan komersial di Indonesia, khususnya truk besar berukuran 24-40 ton, terus meningkat, setidaknya dalam dua tahun ke depan. Peluang ini dimanfaatkan oleh PT Duta Putera Sumatera (DPS), importir eksklusif dan distributor truk MAN, yang meluncurkan produk baru TGS untuk menggantikan model TGA yang dibanderol 161.700 dollar AS (Rp 1,45 miliar) off the road.

"Untuk tipe TGS, kami sudah mengantongi order 17 unit dan 10 sudah diantar ke konsumen sejak Juli lalu. Tahun depan kami berharap bisa menjual setidaknya 150 unit untuk model baru ini," ujar Direktur Utama DPS Nugroho di sela peluncuran MAN TGS di Pacific Place, Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan, Selasa (14/12/2010) hari ini.

DPS mulai memasarkan truk MAN di Indonesia sejak Mei 2009 dan sudah menjual total 432 unit dengan perincian 329 model TGA (40 ton) dan 103 CLA (26 ton). Dari jumlah tersebut, menurut Nugroho, sebanyak 64 persen ada di Kalimantan. Untuk pemasaran, DPS didukung 23 dealer yang tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur.

Richard Dieter Frenz, Head of Business Development Truck, MAN Truck and Bus Asia Pasific Company Limited, menambahkan, semua unit TGS yang dipasarkan di Indonesia diimpor secara utuh (completely built up/CBU) dari Jerman. "Indonesia merupakan negara dengan perkembangan pasar tertinggi MAN di kawasan ASEAN. Untuk itu, kami sangat mendukung DPS untuk mampu memberikan layanan purnajual terbaik di Indonesia," jelas Richard.

Penulis: Agung Kurniawan
Editor: Bastian

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Indonesia Pepet Thailand, Namun Tertinggal...

Posted: 14 Dec 2010 08:33 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com – Tahun ini, pertumbuhan penjualan mobil di Indonesia merupakan yang tertinggi di kawasan Asean. Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Asean Automotive Federation (AAF) - sampai akhir September - pertumbuhan penjualan mobil di Indonesia  65,9 persen dibandingkan periode yang sama dari tahun sebelumnya. Tepatnya September 2010 penjualan mobil di Indonesia 556.196 unit, sedangkan periode yang sama tahun sebelumnya hanya 335.300 unit.

Bahkan, dengan prediksi GAIKINDO-   total penjualan tahun ini 730.000 unit -  kenaikkan Indonesia tetap tertinggi, di Asean, yaitu 50,1 persen (malah bila menggunakan data wholesales, penjualan bisa mencapai 750.000 unit) kenaikkan menjadi 54,3 persen. Total penjualan tahun lalu hanya 486.061 unit.

Sementara Thailand yang diklaim sebagai "Detroit Asia" pada periode yang sama hanya tumbuh 51,8 persen. Thailand memprediksi penjualan tahun ini 750.000 unit atau hanya naik 36,6 persen dibandingkan tahun lalu, 548.871 unit.

Tiga Besar Asean
Dari 10 negara anggota Asean, Indonesia, Thailand, Malaysia adalah  tiga besar dengan penjualan terbanyak. Sampai akhir September 2010, ketiga negara menguasai 85,9 persen dari seluruh penjualan mobil di Asean yang mencapai 1.822.219 unit. Ketiga negara sampai September sudah menjual 1.565.993 unit. Sisanya adalah untuk Filipina, Vietnam, Myanmar, Singapura, Laos, Kamboja dan Brunei,

Sementara data yang berhasil dihimpun KOMPAS.com, sampai akhir Oktober 2010, total penjualan di Thailand, Indonesia dan Malaysia sudah mencapai 1.759.431 unit. Sampai akhir tahun penjualan gabungan di tiga negara tersebut diperkirakan di atas 2 juta unit. 

Penjualan mobil di Indonesia dan Thailand sepanjang 2010 tidak berbeda jauh. Malah Indonesia terus memepet  penjualan Thailand. Sebagai pembanding, sampai akhir Oktober penjualan mobil di Indonesia 625.325 unit, sedangkan Thailand 628.390 unit. Penjualan terbesar Thailand pada Oktober lalu mencapai puncaknya, 72.012 unit ( Indonesia hanya 66.364 unit). 

Detroit Asia
Kendati demikian, untuk produksi, Indonesia tertinggal jauh dari Thailand. Tahun ini, Thailand  memprediksi bisa memproduksi 1,7 juta unit mobil. Ini menempatkanThailand sebagai produsen  ke-14 terbesar di dunia, seperti yang dibeberkan oleh Federation of Thai Industries (FTI)'s Automotive Industry Club. Sekitar 750.000 unit akan diserap oleh pasar domestik, 950.000 unit, diekspor.

Selama 9 bulan pertama 2010, Thailand  sudah memproduksi 1,2 juta unit mobil, sedangkan Indonesia 335.300 unit. Tahun depan, penjualan mobil di negara tersebut diperkirakan 800.000 unit mobil, sedangkan ekspor menjadi satu juta unit.

Pertumbuhan penjualan mobil yang cukup tinggi di Thailand, menurut analis karena pemerintah di negara tersebut memberikan insentif pajak dan  menurunkan bea masuk. Lebih lanjut investor multinasional  juga makin banyak masuk ke negara tersebut karena lebih mudah mendapatkan mitra lokal.  

Indonesia
Tahun depan, pertumbuhan penjualan mobil tahunan di Indonesia dari 2010 – 2015 diprediksi sekitar  8,5 persen. Berarti  untuk tahun 2011, penjualan mobil di Indonesia bisa mencapai 800.000 unit atau  menyamai Thailand. Malah ada yang memperkirakan pertumbuhan penjualan tahun depan berkisar 10 – 15 persen.

Kendati demikian, para pelaku bisnis mobil Indonesia saat ini juga ketar-ketir. Pasalnya, beberapa program pemerintah  seperti pembatasan penggunaan BBM bersubsidi, pajak progresif, kenaikan pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama, diperkirakan para pelaku bisnis mobil akan memperlambat pertumbuhan yang diharapkan! 

 

Loading...

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Diposkan oleh iwan di 15.03  

0 komentar:

Poskan Komentar