“ASP, Alat Pengingat Pengemudi "Ngantuk"” plus 2 more

Senin, 27 Desember 2010

“ASP, Alat Pengingat Pengemudi "Ngantuk"” plus 2 more


ASP, Alat Pengingat Pengemudi "Ngantuk"

Posted: 27 Dec 2010 09:16 AM PST

DENMARK, KOMPAS.com — Menyetir mobil dalam kondisi tertidur sangat "diharamkan". Hal ini bisa terjadi karena badan terasa lelah habis kerja seharian. Risiko tertinggi, nyawa melayang akibat mengalami kecelakaan.

Kini, ada perangkat yang bisa menjaga pengemudi terbebas dari lelap saat berada di belakang kemudi. Sebuah perusahaan dari Denmark menciptakan alat yang mereka namakan Anti Sleep Pilot (ASP). Gadget yang ukurannya tidak lebih besar dari jam kantong dan diletakkan di dasbor ini akan mengeluarkan alarm atau cahaya bila pengemudi lelah atau mengantuk.

Sistem kerjanya agak mirip dengan yang digunakan pada mobil-mobil mewah, seperti lane departure warning (LDW) system. Pada LDW, pengemudi diingatkan ketika roda keluar dari garis pembatas, baik sisi dalam maupun yang luar.

Kelemahannya ASP terdiri dari beberapa komponen yang mendeteksi dan mengetahui tingkat perhatian pengemudi ke dalam mobil, jalan, dan sekitarnya. Komponen pertama adalah akselerometer, berfungsi menghitung injakan kaki pengemudi pada pedal gas (apakah konstan atau tidak merata). Pada suatu penilaian, alat ini akan merekomendasikan agar pengemudi beristirahat.

Selain itu, ada jam untuk menjaga pengemudi, termasuk reaksinya saat di jalur. Lebih utama lagi, komponen ini mendeteksi tingkat kelelahan.

Terakhir, komponen yang berupa sensor cahaya, sensor suara, dan sensor sentuh. Jadi, alat ini bisa beradaptasi dengan cahaya yang ditangkapnya atau bisa juga melalui tingkat suara di dalam mobil pada waktu tertentu.

Perangkat ini bisa ditaruh di mobil tanpa memodifikasi salah satu elemen kendaraan karena dioperasikan menggunakan baterai. Untuk mengaktifkan ASP, sebelumnya (saat membeli), profil pengemudi akan dicatat, antara lain mengenai umur, jenis kelamin, atau kerja per minggu. Data-data ini akan digunakan terus-menerus oleh sistem ASP dan dikorelasikan dengan kalkulasi saat pengemudi berada di jalan.

Selain data tersebut, setiap kali akan masuk mobil, pengemudi diminta memberi informasi lebih lengkap, seperti berapa lama perjalanan, berapa lama mata melek, atau laporan mengenai kandungan alkohol di badan. Nah, berdasarkan informasi ini, ASP menggunakan algoritma untuk menghitung tingkat kelelahan pengemudi. Dengan demikian, pada waktu yang sudah diperhitungkan, ia akan memperingati pengemudi untuk istirahat.

Keunggulan ASP mungkin paling sederhana dan mudah digunakan. Keunggulan juga mencakup harga, dibanderol 250 dollar AS di Negeri Paman Sam, dan dapat digunakan di semua kendaraan. Selain tidak butuh modifikasi atau mengubah sistem pada kendaraan, yang dibutuhkan hanya interaksi fisik dengan pengemudi.

Kelemahannya, sistem ini butuh informasi dari si pengemudi. Ironisnya, saat dalam kondisi lelah, pengemudi tentu malas untuk memberi data kepada ASP. Sementara itu, alat ini sangat efektif jika datanya sangat lengkap.

Loading...

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Ford Pasang Fitur "Start-Stop" di Semua Modelnya

Posted: 27 Dec 2010 08:53 AM PST

Senin, 27 Desember 2010 | 16:53 WIB

www.oyunlab.com

Ford C-Max salah satu model yang kompatibel dengan fitur Ford Auto Start-Stop

DEARBORN, KOMPAS.com — Ford Motor Company (FMC) baru mematenkan teknologi Auto Start-Stop mesin yang biasa digunakan pada mobil bergenre "hijau" dan listrik murni. Peranti ini akan dijadikan fitur standar pada kendaraan konvensional yang diklaim bisa menghemat konsumsi bensin sampai 10 persen dan mengurangi gas buang dalam kondisi mobil mengantre atau berhenti.

Cara kerjanya hampir sama seperti mobil hibrida. Ketika dihadang oleh kemacetan atau berhenti beberapa detik, mesin langsung mati, tanpa mengganggu aksesori lain (radio, tape, AC) tetap beroperasi. Ketika harus jalan, tinggal tekan pedal gas, maka mesin menyala dan mobil berjalan kembali.

"Bagi pengemudi, fitur ini menawarkan bahan bakar ekstra tanpa mengurangi kenyamanan karena bekerja otomatis. Sama seperti mobil hibrida, jadi sistem penghangat, dan air conditioner tetap bekerja seperti biasa dan tak mengorbankan kenyamanan berkendara," ujar Barb Samardzich, Ford Vice President of Powertrain Engineering FMI, dalam rilis resminya, Minggu (26/12/2010).

Ford terus berupaya menghadirkan teknologi ramah lingkungan yang lebih ekonomis. Teknologi ini diaplikasikan, baik pada mesin bensin maupun diesel terbaru, seperti Ford Ka dan Mondeo, juga Focus terbaru, C-Max, dan Gran C-Max yang sudah kompatibel. Ford akan memasarkannya di Amerika Utara mulai 2012, selanjutnya diratakan ke semua jaringan di dunia.

Sebelum mulai dipasarkan, fitur ini akan dipamerkan di North America Auto Show (NAAS), awal tahun depan.

Penulis: Agung Kurniawan
Editor: Bastian

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Toyota Hilux Taklukkan Kutub Selatan

Posted: 27 Dec 2010 05:28 AM PST

Senin, 27 Desember 2010 | 13:28 WIB

KUTUB SELATAN, KOMPAS.com — Toyota Hilux berhasil menaklukkan medan terberat sepanjang 4.600 kilometer di Kutub Selatan. Pikap kabin ganda berjumlah 4 unit tersebut membawa sejumlah ilmuwan dari Indian National Centre for Antarctic and Ocean Research (INCAOR) untuk meneliti unsur kimia dalam salju sejak 10 November-5 Desember 2010. Mereka berangkat dari pangkalan udara Novo Air Base ke Kutub Selatan, pergi-pulang.

Untuk menaklukkan medan penuh berbagai rintangan yang ditempuh selama 26 hari, keempat Hilux telah dimodifikasi khusus oleh Arctic Trucks. Beberapa ubahan yang dilakukan antara lain kaki-kaki ditinggikan dan menggunakan ban besar layaknya ban mobil off-road. Selain itu, bagian depan dikasih motor kerek dan tanduk serta ruang dalam berpenghangat.

Dikutip rilis resmi Toyota Inggris, jelang Natal lalu, Hilux mampu melalui cuaca paling ekstrem di dunia yang mencapai minus 40 derajat celsius atau yang terendah hingga minus 56 derajat celsius. Jangan lupakan juga berbagai medan jalan yang terjal, licin, menanjak, sampai berbatu. Para peneliti yang tergabung dalam INCAOR mengaku sengaja memilih Hilux karena kemampuannya menaklukkan medan-medan ekstrem di dunia.

Saat dalam perjalanan, Hilux terbukti tangguh dan irit bahan bakar, meski harus dioperasikan 24 jam sehari untuk menjaga kehangatan ruangan. Dengan keunggulan ini, perjalanan di kawasan Antartika juga hemat dan lebih efektif, mengingat titik pengisian bahan bakar satu dengan lainnya berjarak 1.500 km.

Selain itu, Hilux yang memiliki bobot 2,2 ton punya kemampuan mengangkut 1,5 ton dan menarik beban 3 ton. Menggunakan Hilux, jarak tempuh ekspedisi kali ini lebih pendek dari yang pernah dilakukan sebelumnya dengan kendaraan lain.

Penulis: Agung Kurniawan
Editor: Bastian

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Diposkan oleh iwan di 15.02  

0 komentar:

Poskan Komentar