“Smart ED dan Pengisi Baterai untuk Pemda DKI Jakarta” plus 2 more

Rabu, 24 November 2010

“Smart ED dan Pengisi Baterai untuk Pemda DKI Jakarta” plus 2 more


Smart ED dan Pengisi Baterai untuk Pemda DKI Jakarta

Posted: 24 Nov 2010 12:12 PM PST

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Mercedes Benz Indonesia (MBI) meminjamkan sebuah mobil listrik Smart ED atau Smart Electric Driving selama satu tahun kepada Pemerintah Kota DKI Jakarta sebagai proyek percontohan mobil masa depan ramah lingkungan.

Dengan ini, MBI berharap bisa menularkan budaya "hijau" kepada warga Jakarta. Karena itulah, program ini dinilai MBI sebagai corporate social responsibility (CSR).

"Lama peminjaman satu tahun dan bisa diperpanjang sampai batas yang tak ditentukan, sesuai kebutuhan," ujar Wakil Direktur Pemasaran MBI Yuniadi Hartono di sela-sela acara serah terima Smart ED di Balaikota, Jakarta, sore ini.

Selain MBI, secara bersamaan PT Siemens Indonesia juga menyerahkan alat pengisi baterai (charger) untuk Smart ED ini. Penyerahan mobil dan alat pengisi baterai langsung dilakukan oleh Presiden Direktur dan CEO MBI Rudi Borgenheimer serta Presiden Direktur & CEO PT Siemens Indonesia Hans-Peter Haessslein kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke).

Langkah awal
Dijelaskan, peminjaman unit dilakukan sebagai pembelajaran awal bagi warga Ibu Kota terhadap kendaraan ramah lingkungan. "Warga harus mulai disadarkan, Jakarta ini membutuhkan kendaraan dengan energi baru karena populasinya sudah cukup tinggi di Jakarta," beber Yuniadi.

Sementara itu, Foke mengatakan, dengan mobil ini, Jakarta bisa disejajarkan dengan ibu kota negara maju lain yang sudah menggunakan mobil listrik. Fokus utama Pemkot Jakarta adalah terus menciptakan kendaraan ramah lingkungan, khususnya di sektor transportasi massal.

"Ini langkah awal. Ke depan, khususnya transportasi umum, harus mulai menggunakan bahan bakar alternatif ramah lingkungan seperti ini," harap Foke.

Pertama
Foke mengaku bangga karena Indonesia menjadi negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang menerima Smart ED. Karena itu, ia berharap bisa mendorong kepedulian warga Jakarta untuk memperoleh lingkungan yang lebih hijau.

Foke juga mengatakan, sejak mulai Smart ED diproduksi, ia ingin memesan. Bahkan, ia memesan langsung ke MBI agar bisa memperoleh mobil listrik ini di Jakarta.

"Rencana berubah. Kami justru melakukan kerja sama yang jauh lebih bermanfaat bagi warga Jakarta," ungkap Foke.

Sementara itu, MBI akan meluncurkan Smart ForTwo bermesin bensin untuk Indonesia pada 29 November mendatang. Tiga varian yang ditawarkan adalah Pure Coupe, Passion Coupe, dan Passion Cabriolet. Ketiganya masing-masing dibanderol Rp 219 juta, Rp 249 juta, dan Rp 269 juta off ther road.

Loading...

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Nih, Si Antik Termahal di Dunia

Posted: 24 Nov 2010 08:33 AM PST

SPARKFORD, KOMPAS.com — Sepeda motor ini bernama Brough Superior yang diproduksi pada 1929. Anda tentu asing dengan namanya, ketimbang nama-nama terkenal seperti Norton, BSA, Jawa, Triumph, atau Harley Davidson. Namun, kuda besi ini baru saja "menggetarkan" jagat raya dengan mencatatkan dirinya sebagai motor antik termahal di dunia.

Bayangkan, di balai lelang Eropa H&H, Brough ditawar dengan harga tertinggi 286.000 poundsterling atau setara Rp 4,05 miliar oleh seorang kolektor. Lelang berlangsung di museum industri sepeda motor dunia, Haynes International Motor Museum, Sparkford, Inggris, belum lama ini.

Pembuat Brough Superior ini adalah George Brough asal Inggris. Ia memproduksinya pada 1919 sampai 1940 di markasnya di Haydn Road, Nottingham, Inggris. Semua motor bikinannya mempunyai ciri beperforma tinggi dan memiliki kualitas paling bagus. Adapun Brough merupakan mantan pebalap, perancang, dan showman.

Motor garapannya termasuk Brough Superior termahal ini. Motor tersebut dibekali mesin SS100 berkapasitas 1.000 cc V-twin. Kecepatan maksimum yang bisa dicapai adalah 161 km per jam (100 mph). Kecepatan yang sangat hebat untuk saat itu sehingga kendaraan tersebut (termasuk karya Brough lainnya) dijuluki "Rolls Royce"-nya sepeda motor.

"Pada 1929, hanya 29 motor yang diproduksi di Pendine (Wales) dan Grand Alpine (Swiss) dengan dua opsi rangka tipe B dan D. Brough juga dilengkapi dengan sistem transmisi 3-percepatan dijuluki super-heavyweight," ujar penyelenggara lelang H&H.

Sepeda motor langka ini sudah mengalami restorasi pada tahun 2000-2001 dan berfungsi normal seperti saat diluncurkan. Bahkan, moge ini berhasil digunakan untuk menjelajah sejumlah negara di Spanyol, Perancis, Austria, dan Italia. Sepeda motor ini juga dilengkapi dengan sejumlah sertifikat asli kendaraan.

Nilai jual sepeda motor ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah setelah rekor sebelumnya dipegang oleh Cyclone produksi 1915 seharga 278.400 poundsterling atau Rp 3,9 miliar.

Loading...

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Daihatsu Indonesia Habiskan Dana Rp 11 Triliun

Posted: 24 Nov 2010 06:28 AM PST

Rabu, 24 November 2010 | 14:28 WIB

KOMPAS.com/Zulkifli BJ

Perakitan Daihatsu di Sunter, Jakarta Utara

JAKARTA, KOMPAS.com — Selama 37 tahun beroperasi, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kini telah memiliki empat fasilitas perakitan mobil di Sunter (Jakarta Utara) dan satu pusat suku cadang di Cibitung (Jawa Barat) dan menjadikannya sebagai produsen otomotif terbesar di Indonesia. Keberhasilan ADM sampai bisa memproduksi unit ke-2 juta tak lepas dari peran Daihatsu Motor Company dan Grup Astra yang telah membenamkan dana investasi sampai Rp 11 triliun, di antaranya untuk membangun fasilitas tersebut.

Ketika memproduksi Avanza-Xenia sebagai proyek kolaborasi bersama Toyota pada 2004, ADM sudah menghabiskan dana Rp 4,5 triliun. Pengeluaran bertambah lagi kala proyek bersama dilanjutkan untuk menghasilkan Rush-Terios dan Gran Max.

Uniknya, dari kerja sama ini, komposisi produksinya justru terbalik. Ternyata, jumlah Toyota lebih banyak, mencapai 55 persen; sedangkan Daihatsu 45 persen. Dari total 2 juta unit yang berhasil dicapai Daihatsu tahun ini, 15 persennya merupakan Terios dan Gran Max. Kedua produk tersebut sudah diekspor ke sejumlah negara di kawasan ASEAN, Amerika Latin, dan Afrika.

"Gran Max merupakan satu-satunya model yang bisa diekspor ke Jepang dengan memakai nama Toyota Lite Ice dan Town Ice. Ini sebuah prestasi tersendiri," ujar Sudirman Maman Rusdi, Vice President Director ADM di Sunter, Jakarta Utara, hari ini.

Budi Darmadi, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian, mengatakan, komitmen Daihatsu merupakan jawaban dari kepercayaan investor asing di Indonesia. Potensi yang besar yang dimiliki Indonesia diharapkan bisa lebih dipandang oleh investor asing lain.

"Saya harap investor otomotif dan bidang lain melihat kepercayaan ini dan segera melakukan investasi di Indonesia," tutup Budi.

Penulis: AGK
Editor: Bastian

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Diposkan oleh iwan di 15.02  

0 komentar:

Poskan Komentar