“EMC: Memastikan Mobil Kebal dari Pengaruh Elektromagnetik” plus 2 more

Selasa, 23 November 2010

“EMC: Memastikan Mobil Kebal dari Pengaruh Elektromagnetik” plus 2 more


EMC: Memastikan Mobil Kebal dari Pengaruh Elektromagnetik

Posted: 23 Nov 2010 11:31 AM PST

TOYOTA CITY, KOMPAS.com — Salah satu fasilitas Toyota Technical Center yang dikunjungi wartawan Asia Pacific di Jepang yang dinilai agak sukar dipahami adalah pengetesan electro-magnetic compactibility (EMC) di Toyota City. Sebabnya, wartawan tidak bisa melihat wujud atau merasakan pengaruh langsung dari medan atau gelombang elektromagnetik (electro-magnetic field/EMF).

Pada tempat tes lainnya bisa dilihat langsung akibatnya yang sensasional, misalnya, driving simulator, tes tabrakan, atau tes lainnya. Termasuk melihat ketahanan mobil diuji dari goncangan dan banjir.

Kedap suara
Ruang EMC adalah kamar kedap suara dengan dinding yang menggunakan bahan dengan bentuk khusus. Saat wartawan masuk, sedang dites satu unit sedan Lexus. Perlengkapan lain adalah antena. Kemudian wartawan diberi penjelasan tujuan tes dalam bentuk diagram oleh Yasuki Tagano, Manajer dari EMC.

Dijelaskan, dengan tes ini, mobil dijamin aman ketika berada di bawah pengaruh EMF yang kuat, misalnya, ketika berada di bawah menara pemancar televisi, radio, transmisitor, BTS telepon seluler, bahkan kabel listrik saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET), dan radar di bandara.

Di lain hal—mobil yang makin banyak menggunakan peranti kelistrikan dan elektronik—sekarang dipastikan tidak menimbulkan EMF di sekitarnya. Bisa saja kepada pengemudi, penumpang, dan pejalan kaki. Dulu kita melihat ketika mesin dihidupkan dekat televisi, maka di layar muncul garis-garis horizontal yang sangat mengganggu.

EMF sendiri dalam penelitian bisa memengaruhi kesehatan orang di sekitarnya. Misalnya, stres atau kanker. Karena itulah, ketika Toyota pertama kali memperkenalkan Prius di Amerika Serikat, muncul berbagai isu. Pengemudi mobil hibrida naik tekanan darahnya atau terlelap di belakang setir.

Delapan ruang 
Yasuki Tagano mengajak wartawan ke ruang kerjanya, tempat untuk memantau pengaruh mobil dari gelombang EMF melalui komputer dan video. Di layar monitor hanya tampak bagian mobil yang dites, misalnya, lampu dan spektrum gelombang suara.

Dengan adanya EMC ini, Toyota ingin menunjukkan, sebelum sebuah model diproduksi, harus menjalani tes ketat dan ekstensif dari pengaruh medan elektromagnetik.

Toyota, menurut Yasuki, saat ini punya delapan ruang EMC. Pertama, dibangun pada 1979 dan terbaru tahun lalu. Dalam hal pengetesan dilakukan, kendaraan dalam keadaan utuh dan komponen. Sedangkan frekuensi yang dihasilkan sangat beragam, mulai dari 9 KHz sampai 2 GHz. Bahkan pengaruh kelistrikan sampai tegangan 600 volt.

Wartawan dibawa ke ruang khusus ini karena sebelumnya, yaitu saat Prius di-recall, banyak dugaan mobil tiba-tiba berakselerasi mendadak karena pengaruh EMF. Dalam hal ini komputer mesin (ECU), motor listrik yang menggerakkan dan mengaktifkan bukaan gas (karena menggunakan drive by wire), serta sensor-sensor pada pedal gas.

Komputer mesin
Menurut Yasuki, komputer mesin merupakan bagian kendaraan yang paling mudah dipengaruhi EMF. Karena itulah, bagian ini yang sangat ekstensif diteliti plus panel instrumen. Maklum, menyangkut keselamatan.

Sebenarnya, EMF sering terjadi di sekitar kita setiap hari. Contohnya, remote control yang diaktifkan seperti biasa tidak berfungsi menurut semestinya. Setelah didekatkan penerima gelombangnya (receiver), baru bisa bekerja. Pada kondisi lain—diaktifkan dari jarak jauh—berfungsi dengan baik.

Kini, mobil modern, apalagi yang hemat energi, makin banyak menggunakan komponen listrik dan elektronik. Hal yang sama juga berlaku pada mobil hibrida listrik. Semua itu menyebabkan peran EMC semakin penting untuk memastikan setiap mobil yang dibuat, aman dari gangguan atau menimbulkan EMF. Apalagi saat ini, dengan makin padatnya lalu lintas, tren orang berada di dalam mobil semakin lama!

Loading...

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Nissan Quest, "Minivan" yang Galak

Posted: 23 Nov 2010 11:17 AM PST

Selasa, 23 November 2010 | 19:17 WIB

CARSCOOP

CARSCOOP

CARSCOOP

LOS ANGELES, KOMPAS.com — Selain menampilkan sedan konsep Allure dan Murano CrossCabriolet yang eksentrik di pesta LA Auto Show 2010, Nissan juga membawa minivan Quest 2011. Kendaraan keluarga ini dibangun menggunakan platform Nissan D dan ditunjang mesin 3,5L V6 DOHC yang mempunyai tenaga 253 HP.

Dari segi desain, Quest generasi keempat ini lebih eye-catching. Dengan pintu model geser (sliding door) dan kualitas interior ditingkatkan, pemasaran di Amerika dimulai awal tahun depan.

Memiliki panjang 5,1 meter dan dengan wheelbase 2,99 meter, Quest sangat nyaman untuk kendaraan 7 penumpang. Proses masuk ke kabin sudah dibikin lebih mudah setelah bukaan pintu penumpang diubah menjadi model geser dan pintu belakang model angkat (untuk model SL dan LE). Nilai plusnya, pintu juga dilengkapi intelligent key sebagai fitur standar.

Jendela yang besar ditambah dua kaca bening di bagian atap (moonroof) mampu memberikan rasa lega. Tak cuma itu. Melipat kursi baris kedua dan ketiga dapat dilakukan dengan cepat. Area sepatu terdapat di kursi baris ketiga sehingga tidak mengganggu kenyamanan penumpang.

Minivan identik dengan kenyaman dan kepraktisan, dan Quest tidak terkecuali. Kursi depan dilengkapi sistem pemanas dan mempunyai beberapa tingkat penyetelan. Selain itu, ada beberapa pemegang cangkir dan botol, gantungan baju, dan layar 11 inci untuk hiburan musik atau video yang cocok untuk perjalanan panjang.

Pengendaliannya pun sangat responsif karena sistem suspensinya independen. Kaki bagian depan dipasangi stabilizer, sedangkan belakang multi-link.

Sekalipun tenaga mesin besar, pengendara tak usah khawatir mobil akan nyelonong saat di-rem. Nissan telah membekali sistem penghenti laju Quest dengan rem ABS serta EDB dan BA.

Penulis: SBT
Editor: Bastian
carscoop

Sumber :

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Jok Tipis dan Kem 'Racing' Sepeda Motor

Posted: 23 Nov 2010 10:52 AM PST

Selasa, 23 November 2010 | 18:52 WIB

MOTOR PLUS/ADIB/YUDI/GT

KOMPAS.com — Ketika melakukan bore up pada mesin sepeda motor, Anda tentu butuh piston dan seher yang kuat serta ringan. Kebetulan Mitra2000 punya stok untuk Yamaha Mio dan juga bisa dipakai untuk sepeda motor lain.

Tersedia tiga pilihan ukuran. Pertama, persis dengan Mio (baik panjang maupun diameter pada lubang pin atas-bawah), tetapi lebih ringan 50 kg. Kedua, ukurannya lebih panjang 117 mm dengan dua ukuran pin atas (15 mm dan 16 mm). Terakhir, yang memiliki panjang setang 120 mm dengan ukuran pin seher 15 mm dan 16 mm. Untuk detailnya, Anda bisa tanya Juffry Willar di (0281) 637822.

Beralih ke jok, jika Anda bosan dengan bagian ini pada motor Anda, nih ada model tipis hasil modifikasi dan bukan dari Thailand. Bagaimana jika ini diaplikasikan di Honda Vario yang kebetulan punya plastik gembung di sisi pengendara? Bagian itu bisa ditutup stainless steel. Produk ini pun bisa untuk kendaraan apa saja. Penasaran? Datang saja ke Jalan Serdang Raya No 25 Kemayoran, Jakarta Pusat, atau kontak di 0818-176103 dengan Yudi.

Bicara soal komponen racing, produk dari Nassert Beet khusus buat Kawasaki Ninja 250R kini mulai masuk ke Tanah Air. Jenisnya adalah kem yang memiliki durasi 280 derajat, sedangkan yang standarnya hanya 272 derajat. Kem asal Jepang ini, menurut Angga Kurniawan dari Anjany Racing, sangat dahsyat pada putaran tengah ke atas. Berapa harganya? Anda bisa tanya langsung ke (021)53679239. (Aong, Eka, Nurfil)

Editor: Bastian

Sumber :

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Diposkan oleh iwan di 15.03  

0 komentar:

Poskan Komentar