“Jelajah Jawa New Honda Mega Pro Dihadang Hujan” plus 3 more

Jumat, 01 Oktober 2010

“Jelajah Jawa New Honda Mega Pro Dihadang Hujan” plus 3 more


Jelajah Jawa New Honda Mega Pro Dihadang Hujan

Posted: 01 Oct 2010 05:28 PM PDT

CIREBON, KOMPAS.com - Baru hari pertama turing "New Brotheroad Mega Pro Perjalanan Street Fighter Sejati" membelah Pulau Jawa dengan jarak 1.277 km, rombongan sudah mendapatkan ujian berat. Hujan mengguyur para riders saat memasuki Padalarang pukul 14:29 WIB. Iring-iringan terhanti sejenak karena harus mengenakan jas hujan.

Meski diguyur air dari langit, para pendekar New Honda Mega Pro tetap melesat dengan kecepatan rata-rata 30 sampai 50 km per jam. Jalan berkelok mulai dihadapi plus kondisi jalan yang licin. Rintangan alam itu bukan halangan dan para pengendara dapat mengamati lama perjalanan tanpa harus melirik jam tangan.

Karena, pada panel instrumen speedometer ada fitur kecil berupa display jam yang fungsional. Penunjuk waktu pada New Honda Mega Pro ini sangat membantu menjaga konsentrasi.

"Kita bisa melihat jam hanya dengan melirik sejenak. Ini jauh lebih aman ketimbang melihat arloji," ujar Ahmad Sabran, salah satu jurnalis Ibukota yang turut dalam peserta touring Jakarta-Subang. Tampilan speedometer, lanjut Ahmad jauh lebih keren.

Panel indikator ini menawarkan desain futuristik dengan perpaduan analog dan digital. Berbagai informasi mulai indikatpr bensin, odometer, jam, sampai panjang perjalanan (trip) ditampilkan. Tentu jauh lebih informatif.

Lanjut ke turing, rombongan kemudian tiba di Bandung pukul 15.44 WIB dan langsung disambut dengan kemacetan khas Kota Kembang. Pemberhentian selanjutnya di Bandung Indah Plaza untuk gathering dan pergantian bikers.

Hanya berselang 30 menitan, rombongan "New Brotheroad Mega Pro Perjlanan Street Fighter Sejati" melanjutkan perjalanan menuju Tegal. Mendekati daerah Sumedang, riders kembali disuguhkan jalur meliuk-liuk dan satu kawasan yang cukup tenar dikalangan bikers, Cadas Pangeran.

Tikungan tajam ditambah turunan dan tanjakkan menjadi menu utama. Tapi semua ini seakan tak masalah dilahap habis oleh New Mega Pro.

"Handling motor ini jauh lebih enak dari yang sebelumnya. Tadi saya sempat menikung sampai lutut mencium tanah, sama sekali tak goyang," beber Agung Budiman, bikers dari Honda Mega Pro Club chapter Bandung.

Pembekalan suspensi tunggal (mono shock) dengan dua per terpisah yang dapat disetel mampu meredam medan yang ada. "Kalau handling memang enak banget, tapi shock belakang masih agak keras. Mungkin karena baru keluar dari pabrik dan bisa disesuaikan," beber Agung.

Riders terus melanjutkan perjalanan dengan melewati beberapa daerah lain seperti Sumedang dan Kadipaten. Masuk kawasan Palimanan jalan mulai santai karena didomnasi jalur lurus. Hadangan hanya permukaan jalan yang tak rata atau bolong karena terkisis air hujan.

Masuk Cirebon, rombongan kembali beristirahat untuk melalui tiga daerah tersisa yakni Losari, Pejagan, Brebes dan Tegal. Semula, rombongan dijadwalkan tiba di di Kota Bahari 19.51 WIB. Tapi nampaknya akan molor dua sampai tiga jam ke depan. Setelah mendapat istirahat, keesokan hari perjalanan jelajah Jawa akan melewati dua Provinsi, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Loading...

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Peugeot 207 Sedan Siap Hadir di Tanah Air

Posted: 01 Oct 2010 11:01 AM PDT

Jumat, 1 Oktober 2010 | 18:01 WIB

autocosmos

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Astra International-Peugeot memastikan akan menjual Peugeot 207 Sedan pada kuartal pertama 2011 dan akan bersaing dengan Toyota Vios dan Honda City. "Harganya juga akan kompetitif dengan kedua model tersebut," ujar Contantinus Herlijoso, Chief Executive PT Astra International-Peugeot.

Banderolnya di kisaran Rp 200 juta hingga Rp 250 juta. Harga ini menjadi kompetitif karena 207 Sedan memiliki fitur mobil dengan kelas di atasnya. "Meski ada di kelas sedan kecil, kelengkapannya paling tidak menyamai model 307," ujar Herlijoso. Fitur keselamatan, misalnya, dilengkapi dengan enam airbag. "Sementara itu, kelengkapan lainnya lebih unggul dibanding kompetitornya."

Mesin 4 silinder berkapasitas 1,6 liter dilengkapi dengan transmisi otomatis dan menghasilkan tenaga 110 PS dengan torsi 150 Nm.

Saat disinggung soal target yang ingin dicapai, Herlijoso masih belum dapat memperkirakannya. "Pasar sedan kecil di Indonesia ini unik. Ada beberapa model di kelasnya yang sudah diluncurkan, ternyata tidak laku. Konsumen lebih memilih varian hatchback-nya."

Meski begitu, Peugeot ini diyakini akan diminati. Herlijoso pun begitu yakin lantaran, selain harga kompetitif, fitur pun lebih baik.

Mobil ini dirakit di pabrik Naza di Malaysia dan diimpor secara utuh ke Indonesia. Di negeri jiran, 207 Sedan akan diluncurkan pada November ini, bulan yang sama dengan rencana Peugeot meluncurkan 5008 di Indonesia.

Penulis: BBB
Editor: Bastian

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

New Honda Mega Pro Mejeng di BIP

Posted: 01 Oct 2010 10:47 AM PDT

Jumat, 1 Oktober 2010 | 17:47 WIB

KOMPAS.COM/AGUNG KURNIAWAN

KOMPAS.COM/AGUNG KURNIAWAN

Rombongan bikers New Honda Mega Pro menaklukkan medan menuju Bandung

BANDUNG, KOMPAS.com - Perjalanan Jakarta-Bandung berjarak 212 kilometer berhasil ditaklukKan rombongan touring New Mega Pro lintas 5 Provinsi. Seluruh peserta tiba di Bandung Indah Plaza (BIP) dan disambut oleh komunitas Honda Mega Pro Club Chapter Bandung, Depok dan Mega Pro Inc Cirebon.

Di mal tengah kota itu digelar acara gathering, pameran mini untuk lebih menyosialisasikan New Mega Pro di Kota Kembang. Kegiatan ini berlangsung hingga Minggu (3/9).

Selain gathering, juga dilakukan penggantian riders yang ditandai dengan penyerahan jaket kepada peserta rombongan kedua dari Bandung ke Sumedang. Dan di Kota Kembang ini, rombongan hanya beristirahat 30 menitan.

Tedy Ramli, General Manager Promosi PT Daya Adira Mustika (Main Dealer Jawa Barat) mengatakan, "Rombongan turing disambut meriah di BIP. Kami juga memberikan kesempatan masyarakat menyaksikannya. Kegiatan di Bandung diakhiri dengan aksi donasi sosial kepada Seruni Foundation."

Rombongan juga melakukan city touring menyusuri jalan-jalan Kota Bandung antara lain, BIP, Poltabes, Tamblong, Veteran, Sunda, Bali,Banda, Riau, Dago, Simapang Dago, Dipati Ukur dan Monumen Perjuangan.

Penulis: AGK
Editor: Bastian

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Mengetahui Kondisi Mesin Mobil dari Busi

Posted: 01 Oct 2010 10:24 AM PDT

Jumat, 1 Oktober 2010 | 17:24 WIB

MOTOR & TUNING GUIDE

KOMPAS.COM - Banyak cara untuk mengetahui keadaan mesin mobil. Salah satunya bisa dilihat dari warna dan kondisi busi. Kalau punya waktu luang akhir pekan ini, coba buka busi dan perhatikan, apakah seperti petunjuk di bawah ini?

Coklat : Pada elektroda coklat agak keabu-abuan pertanda busi bekerja normal, namun mendekati batas usia pakai. Sebaiknya ganti baru.

Kekuning-kuningan: Mesin mengalami overheat, sehingga suhu dan tekanan pada mesin naik secara drastis. Cek peranti pendingin mesin.

Usang : Busi seperti usang dengan sedikit timbunan kerak pada elektroda. Busi telah apkir dan perlu ganti baru.

Kemerahan : Lapisan elektroda terkelupas dengan warna kemerahan, tapi tidak ada kerak. Mesin mengalami ovberheat, periksa kode heat range dan peranti pendingin mesin.

Gosong : Terdapat timbunan kerak dan elektrodanya berwarna gosong. Artinya, setelan bahan bakar tidak benar. periksa suplai bensin dan peranti kelistrikan lainnya.

Meleleh : Elektroda meleleh dan terlihat gosong, akibat busi dengan heat range yang salah. Terjadi kebocoran pada komponen mesin yang menyebabkan pelumas turut terbakar di ruang mesin.

Kerak tebal : Timbunan kerak yang tebal pada elektroda dan kepala busi disebabkan pemakaian bahan bakar yang buruk. Terjadi kebocoran pada sil di klep yang membuat pelumas merembes hingga ke busi.

Basah : Terdapat sisa pelumas pada elektroda dan kepala busi, mesin mengnalami detonasi atau ngelitik. Cek timing pengapian atau gunakan bahan bakar yang sesuai denngan spesifikasi mesin.

Bengkok : Elektroda menempel pada kepala busi dikarenakan piston menghantam busi. Cek komponen internal mesin.

Tersendat : mobil tersendat dan mendadak mati. kemungkinan koil mobil panas. Segera matikan mesin dan kompres koil denngan lap basah. (Pratomo FJ)

Editor: Bastian Car & Tuning Guide

Sumber :

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Diposkan oleh iwan di 15.02  

0 komentar:

Poskan Komentar