“Chevrolet Volt, Bukan Mobil Listrik Biasa - Bagian 1” plus 3 more

Jumat, 29 Oktober 2010

“Chevrolet Volt, Bukan Mobil Listrik Biasa - Bagian 1” plus 3 more


Chevrolet Volt, Bukan Mobil Listrik Biasa - Bagian 1

Posted: 29 Oct 2010 12:58 PM PDT

SHANGHAI, KOMPAS.com — Kontroversi status Chevrolet Volt apakah sebagai mobil listrik atau hibrida terjawab sudah saat duduk langsung di balik kemudinya. Tak hanya diterangkan langsung oleh ahlinya, Steve L Clarke selaku Wakil Presiden Rekayasa Kendaraan GM International Operations (GMIO), saya juga berkesempatan menjajal langsung mobil yang mulai dijual pada November 2010 di Amerika Serikat ini.

Kesempatan mencobanya merupakan rangkaian dari acara Driving Sustainable Mobility di Nine Dragon Resort, Provinsi Zhe Jiang, China.

Seperti diungkapkan Steve, Volt bukanlah kendaraan listrik biasa. "Volt menghadirkan segmen baru di pasar otomotif global sebagai mobil listrik   extended range. Bukan sekadar mobil listrik murni, juga bukan mobil hibrida," ungkapnya. "Mobil ini punya berbagai keunggulan dibandingkan mobil listrik murni," tambahnya.

Sistem penggerak
Volt menggunakan sistem penggerak Voltec milik GM, terdiri dari motor listrik, generator, dan baterai lithium-ion 16 kWh. Motor listriknya bertenaga 149 PS dan torsi 368 Nm. Saat baterai terisi penuh, Volt bisa digunakan untuk menempuh jarak 40 hingga 80 km atau tergantung kondisi medan, teknik mengemudi, dan suhu udara.

Agar mobil ini bisa menjelajah lebih jauh (extended range), sampai 500 km, tanpa harus mengisi ulang baterai, digunakan mesin bensin 1,4 liter. Mesin bensin ini tugasnya cuma memutar generator yang akan memasok listrik untuk baterai atau langsung ke motor listrik.

"Mobil ini tidak bisa melaju tanpa motor listrik. Motor inilah yang menggerakkan roda dengan pasokan energi dari baterai lithium-ion atau langsung dari generator. Mesin bensin mulai bekerja jika baterai sudah kehabisan energi atau tak sanggup lagi memutar motor listrik. Motor listriklah yang memutar roda," beber Steve.

Di balik kemudi
Tak hanya tampilan eksteriornya yang menarik. Saat memasuki kabin, kesan futuristik langsung hadir. Pada dasbornya terdapat dua layar LCD tujuh inci, satu pada konsol tengah dan satu lagi di panel instrumen.

Warna kontras hitam-putih di interior memberikan kesan menarik pada interior. Meski begitu, plastik-plastik pada mobil yang diuji masih belum  pada kualitas terbaik. "Saat diproduksi nanti akan menggunakan plastik lain dengan tekstur yang berbeda," ujar Michael Albano, Direktur Komunikasi dan Teknologi GMIO.

Tekan tombol biru start-stop pada konsol tengah, Volt tanpa suara telah siap menjelajah tanpa deru knalpot. Kesan ini sama persis saat saya mencoba mobil hibrida buatan Jepang beberapa bulan lalu. Hanya panel instrumen—menyala—menandakan mobil ini siap dikebut.

Tuas transmisi otomatis konvensional dengan indikator P, R, N, D dan L mudah dijangkau di konsol tengah. Cukup memindahkan tuas ke posisi D, injak pedal gas, dan mobil spontan bergerak. Akselerasi terasa responsif sejak awal karena motor listrik langsung menggerakkan roda depan. Putaran roda kemudi tak terasa ringan, tetapi mantap dan nyaman digenggam.

Pandangan mengemudi luas berkat kaca depan besar dan landai. Pandangan  ke belakang juga lebih luas dibanding hibrida hatchback yang pernah saya coba. Suara yang masuk ke dalam kabin didominasi suara angin dan suara gesekan ban dengan jalan.

Mode pengendaraan
Volt menggunakan tiga mode pengendaraan yang disesuaikan dengan gaya mengemudi dan kondisi jalan: "Normal", "Sport", dan "Mountain".

Mode "Normal" adalah kondisi kerja paling efisien dan sesuai untuk kebutuhan bermobil sehari-hari. Jika ingin performa lebih bertenaga, maka pilih mode "Sport". Komputer mobil otomatis mengatur respons pedal. Untuk akselerasi, agar lebih responsif, motor listrik menghasilkan tenaga ekstra.

Mode "Mountain" untuk menghadapi medan atau jalanan yang menanjak di pegunungan. Mode ini bekerja dengan mempertahankan pasokan listrik ke baterai dan selalu dalam kondisi optimal. Untuk melaju di tanjakan, baterai akan memasok lebih banyak energi ke motor listrik agar tenaga ekstra bisa dihasilkan.

Bersambung!

 

 

 

 

 

 

Loading...

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Nissan "Recall" 2,14 Juta Mobil, Termasuk March

Posted: 29 Oct 2010 08:50 AM PDT

Jumat, 29 Oktober 2010 | 15:50 WIB

KOMPAS.com/Zulkifli BJ & Nissan Motor Co.

Nissan March atau Micra (kiri) dan Cube (kanan) yang dipasarkan di Jepang

TOKYO, KOMPAS.com — Nissan Motor Company mengumumkan akan menarik dan memperbaiki (recall) terhadap 2,14 juta unit produknya, antara lain March/Micra, Cube, dan beberapa model Infinity di negara maju.

Nissan mengatakan, recall dilakukan karena kerusakan pada sistem pengapian yang mengakibatkan mesin berhenti bekerja atau mati. Recall terbesar dilakukan di Jepang, mencapai 835.000 unit. Sementara di Amerika Serikat dan Kanada, total 762.000 unit.  Di negara lain seperti Inggris, Spanyol, China, dan Taiwan, mobil yang diminta ke bengkel tersebut adalah produksi rentang Agustus 2003 sampai Juli 2006.

Juru bicara Nissan, Toshitake Inoshita, memastikan tak ada kecelakaan terkait permasalahan tersebut. Nissan juga enggan menginformasikan jumlah kerugian karena unit yang di-recall masif. Nissan mengklaim hanya membutuhkan waktu 25 menit untuk memperbaiki kerusakan itu.

Aksi recall lebih dari satu juta unit di industri otomotif tampaknya semakin umum. Penyebabnya, penurunan biaya produksi dengan menggunakan komponen yang sama untuk beberapa model. Akibatnya, bila terjadi cacat pada suatu komponen, semua model yang menggunakannya akan terinfeksi.

Pekan lalu, Toyota Motor Corporation melakukan hal yang serupa untuk 1,66 juta unit karena ada permasalahan pada rem dan pompa bensin. Alhasil, Toyota telah melakukan recall yang mencapai 14 juta unit kendaraan di seluruh dunia sampai tahun ini.

Penulis: AGK
Editor: Zulkifli BJ
Reuters

Sumber :

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Garda Oto Asuransi Favorit Pengguna Internet Indonesia

Posted: 29 Oct 2010 08:26 AM PDT

Jumat, 29 Oktober 2010 | 15:26 WIB

Garda Oto

(dua dari kanan)Iwan Pranoto menerima penghargaan Indonesias Most Favorite Netizen Brand 2010

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Asuransi Astra Buana (Garda Oto) menerima penghargaan "Indonesia's Most Favorite Netizen Brand 2010" oleh Markplus Inc & Marketeers untuk Brand Pilihan Pengguna Internet atau Netizen Indonesia di Hotel Four Season Jakarta, semalam.

Garda Oto dipilih oleh 23,2 persen netizen sebagai asuransi mobil favorit karena nama besar merek yang lebih dikenal dan tepercaya. Selain itu, Garda Oto juga terus konsisten berkomunikasi dengan pelanggan di dunia maya melalui situs www.gardaakses.com sebagai salah satu jalur komunikasi dua arah.

Di situs ini, pelanggan bisa menemukan ragam informasi mengenai Asuransi Astra dan Garda Oto, termasuk simulasi premi asuransi. Perusahaan juga aktif di berbagai situs jejaring sosial dunia, seperti Facebook dan Twitter.

Hendry Yoga, Direktur Asuransi Astra, berterima kasih kepada netizen yang memilih Garda Oto sebagai merek asuransi mobil favorit. "Garda Oto selalu berusaha mengikuti perkembangan zaman demi kepuasan pelanggan. Penghargaan ini merupakan bukti jawaban kami terhadap perkembangan informasi dan teknologi," tanggapnya kepada Kompas.com hari ini.

Penulis: AGK
Editor: Zulkifli BJ

Loading...

Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Sektor Otomotif Astra Raup Laba Rp 5,2 Triliun

Posted: 29 Oct 2010 07:54 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Astra International Tbk (Grup Astra) terus menunjukkan dominasinya di sektor otomotif nasional. Melalui beberapa anak perusahaannya, sepanjang Januari-September 2010, Astra berhasil meraup laba bersih Rp 5,2 triliun (dari sektor otomotif saja) atau tumbuh 92 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Astra mengaku, kinerja positif ini diperoleh karena kondusifnya perekonomian Indonesia yang tumbuh kuat hingga kuartal III-2010. Hasilnya, terjadi peningkatan permintaan konsumen. Faktor lain, yang ikut mendukung, yaitu naiknya investasi asing dan tersedianya pembiayaan konsumen dengan suku bunga menarik.

Faktor-faktor tersebut membantu meningkatkan kinerja Astra selama sembilan bulan pertama pada 2010 meskipun terjadi penurunan penjualan otomotif pada September. 

"Kinerja perseroan pada sembilan bulan pertama 2010 memperlihatkan hasil yang luar biasa. Kami harapkan kondisi ini akan tetap positif sampai akhir 2010," ujar Prijono Sugiarto, Presiden Direktur PT Astra International Tbk, dalam keterangan resminya yang diterima Kompas.com, semalam.

Masih dalam periode yang sama (per September), total penjualan mobil domestik melonjak 65 persen menjadi 556.000 unit dibandingkan periode sebelumnya. Porsi penjualan Grup Astra terkerek 60 persen, sebanyak 311.000 unit, atau memperoleh  56 persen pangsa pasar.

Penguatan penjualan diperoleh Astra melalui peluncuran beberapa model baru selama sembilan bulan pertama, seperti Toyota Grand New Corolla Altis, New Kijang Innova, New Rush, Daihatsu Sirion Femme, Sirion Drift Sporty, New Terios, dan Peugeot 3008.

Untuk sepeda motor juga mengalami kondisi yang sama, naik 33 persen menjadi 5,5 juta unit. PT Astra Honda Motor (AHM) berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar dengan peningkatan penjualan 35 persen menjadi 2,6 juta unit. Sekaligus meningkatkan pangsa pasar menjadi 47 persen (naik 1 persen). Model baru yang ikut mendongkrak penjualan adalah Honda Vario Techno dan New Mega Pro.

Di sektor komponen otomotif, PT Astra Otoparts Tbk dapat memanfaatkan peluang dengan adanya perluasan pasar otomotif dan dilaporkan mencatat laba bersih sebesar Rp 832 miliar, naik 52 persen dari periode yang sama pada tahun 2009.

Aset dan saham
Penghasilan bersih Grup Astra untuk semua bidang usaha naik 35 persen dari Rp 70,6 triliun (per September 2009) menjadi Rp 95,0 triliun. Laba bersih naik 46 persen menjadi Rp 10,4 triliun dan laba bersih per saham perseroan naik 46 persen menjadi Rp 2.560. Nilai aset bersih Astra meningkat 18 persen menjadi Rp 47,2 triliun dan nilai aset bersih per saham meningkat 18 persen, menjadi Rp 11.653.

Grup usaha perusahaan juga mendapat laba dari aliran kas operasional yang sangat kuat. Semua kas bersih, tidak termasuk pinjaman Grup Jasa Keuangan anak perusahaan, Rp 227 miliar, dibanding Rp 729 miliar pada akhir 2009 akibat ekspansi bisnis perusahaan.

Perseroan akan memberikan dividen interim senilai Rp 470 per saham pada 15 November 2010. Nilai tersebut meningkat dibanding tahun lalu Rp 290.

 

 

 

 

 

 

Loading...

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Diposkan oleh iwan di 15.01  

0 komentar:

Poskan Komentar